Monday, 2 November 2009

seberapa rindu?

Sebelumnya,,
Sedih juga blogku eror,, padahal nggak tak apa2in...
Di blog roll orang2 post terakhirku tu yg kawat gigi itu,, padahal aku nulis
tentang JJC juga,,,
Huhuuuu pantesan gak ada yang ngomen T.T
Komen dong! Hehehehe...


"seberapa rindu?"

Aku tau sebuah lagu,, yang nyanyi orang india gitu. Gak tau ini tergolong lagu
rohani apa bukan.

I am, missing you
Oh, Krishna, where are you?
I am, missing you
Oh, Krishna, where are you?

Though I can’t see you
I heard your flute all around
Though I can’t see you
I heard your flute all around

Please come, wipe my tears
And make me smile
Please come, wipe my tears
And make me smile


Entah karena penyanyinya bersuara tinggi dan meliuk-liuk, atau menyanyi dengan
penuh perasaan,, yang pasti aku merinding dengernya.
Hheee iya,, merinding.
Aku bener2 membayangkan seorang yang bersuara meliuk2 sedang menangis,
merindukan tuhannya…
Meski ia nggak bisa melihat tuhannya, tapi ia bener2 percaya dan yakin, bahwa
tuhannya akan membuatnya lupa akan kesedihannya.

Bagaimana denganku?

Shalat lima kali sehari, memang iya.
Tapi bahkan untuk berdoa dan berdzikir setelah shalat fardhu,, kadang
dipercepat hanya karena kuliah sebentar lagi mulai, atau sudah harus
berangkat, atau agar orang lain tidak menunggu terlalu lama.
Alasan2 macam itu.

Aku yang seperti ini,
Seberapa rindukah aku pada tuhanku?

Shalat memang lima kali sehari.
Sudah seperti kebiasaan.
Tapi,, apakah karena “kebiasaan” itulah,, lama2 esensi “bertemu tuhan” jadi
pudar??
Jadi semacam “aku harus shalat!” dan setelah itu “kewajiban terpenuhi,, kembali
ke aktivitas”
Kayak robot.
Nggak ada feel nya. Halah. Maksudku,, nggak dihayati gitu loo

Sebenarnya udah lama aku menyadari hal ini,, dan sebisa mungkin lebih kusyuk
dalam shalat dan berdoa.
Susah juga!
Terutama kalo waktu sudah menunjukkan satu lebih sepuluh padahal kelas
mulai jam satu
Atau ada teman yang menyela “Tak,, pinjem rukuh dong” saat aku berdoa.
Sebel sih,, tapi nggak enak juga kalo mau doa lama2.
Jadi biasanya aku pinjemin,, terus lanjutin berdoa di belakang.
Tapi seringnya di belakang banyak anak yang lagi cerita apaa dan aku diajak
cerita.
Haduuuu
Sama sekali nggak menyalahkan anak2 yang cerita2 di musola, dan aku juga
sering gitu juga :p
Tapi kok ya kamu tu gampang terpengaruh gitu lho Ta…

Aku jadi inget,,
Beberapa teman yang nasrani,,
Mereka menangkupkan tangan dan menunduk,, berdoa dengan kusyuk sebelum
makan.
Tapi aku nggak pernah liat orang mengangkat tangan ala islam dan berdoa
sebelum makan….
Kepikiran,, dan pengen melaksanakan,, tapi kalo nggak ada temennya nggak
pede juga,,
Padahal,, halooo kenapa mesti nggak pede ya? Itu kan hal positif,, dan orang
lain kalo liat mungkin bakal ikut meniru,, mungkin looo

Kalo makan bareng aku,,
Ingatkan aku untuk mengangkat tangan dan berdoa. Temenin sekalian kalo
mau. Oke?

Kembali ke kerinduan pada tuhan,,
Kalo aku lagi nggak shalat,, aku enggak berdoa. Bukannya samasekali sih,, tapi
paling2 doa keluar rumah, masuk-keluar kamar mandi, dsb.
Tapi nggak mendoakan orang tua, dan lalala yang biasa kulakukan setelah
shalat.
Kepikiran untuk mendoakan mereka sebelum tidur,, tapi waktu aku duduk di
tempat tidur dan berdoa,, kok aku malah keinget film2 barat yang berdoa
menghadap salib ya?
Hakakak. Emang suka ngayal ni anak,, maklumlah,,
Tapi tetep aja,, rasanya kok berdoa bersimpuh di tempat tidur tu “doesn’t feel
right” aja gitu. Heheh.

Seharusnya,, hanya karena aku lagi enggak shalat bukan berarti mendoakan
orang2 yang biasa kudoakan jadi absen dong?
Kasian mereka,, siapa tau nggak ada orang lain yang mendoakan mereka selain
aku (mungkin nggak ya?)

Duh,,
Udah nggak au mau nulis apa lagi. Panas banget pula. Mandi ah.
Maaf nggantung. Tar kalo niat tak lanjutin lagi deh.
Pendapat kalian sangat ditunggu :D

5 friends' comments:

Anonymous said...

aku kadang merasa shalat menjadi ritual yang lima kali sehari sifatnya wajib tapi ya gak bisa khusuk,

tapi saat butuh , baru seperti beneran butuh dan khusuk (piye sih)

itu apa banget yaaaa
huhu

Gupyo

Fauzi Muharom said...

sholat tu emang berat Tak, kadang aku yo mikir kalo kita ngadep sama dosen maka kita berusaha on time n pakai pakaian rapi.. Tapi nek sholat kita sering nunda2 waktu, kadang pakai pakaian seenaknya juga.. padahal menghadap Allah.. Astaghfirullah..

ria said...

seberapa cinta dan takut kita pada Allah....

hendri said...

numpang ngomen tak,,setelah membajak beberapa waktu,,ahaha,:)

ternyata masalah ke kusyukan sholat terjadi pada semua orang,,
bahkan etta pun iya,,hehe,,
trus,,maslah yang mempengaruhi apa ya??

Loretta Ollich said...

sama banget gup,,
itu apaan banget yaa

hiks,,

btw
@mas hendri: woo! baca gak ngomen2!