Tuesday, 20 April 2010

bongkar2 draft: Beringharjo: ketemu lagi!

hari ini aku bongkar2 draft. nemu post ini. nggak tau kenapa, post ini gak ku-publish,, biasa wae lho padahal. jadi hari ini ku-publish:

Kemarin aku pergi ke beringharjo, beli keranjang dan wadah2 etnik2 gitu,, buat nak-nik nya nikahan kakakku.
Motivasi utama jalan-jalan sih,, hehe..
Ngg,, sebenarnya,, kali terkahir aku jalan-jalan ke beringharjo adalah nganterin calon mertua nya kakakku cari-cari batik,, dan malah rebutan. Hakakak. Dulu mau post,, tapi malu.
Ah,, tapi itu dah kejadian lama,, jadi dah biasa wae.

Jadi ceritanya,,
Si ibu lagi cari-cari batik. Aku ikutan liat2,, tapi buat aku sendiri,, bukan sok baik hati "ini cantik lo buuu" cih sangat.
Si ibu sedang tawar-menawar baju batik pekalongan warna-warni, dan aku menemukan batik parang jogja yang bagus. Suka sekali!!
Tiba-tiba "eh itu bagus juga yaa" si ibu megang si parang yang lagi kupegang.
Sok baik hati, kuserahkan dengan pasrah.
Tapi waktu si ibu tanya "ini sama ini bagus mana?" kujawab dengan "nngghhh" plus tatapan "plis jangan beli si parang ituu!!"
"bagus ini ya?" (mengangkat si parang)
"eh... tapi yang itu bahannya lebih bagus" aku nggak bohong. Si pekalongan memang bahannya lebih adem kok. Hanya saja nadaku lebih "plis jangan beli yang ituuuu!!"

Ujung2nya malah si ibu pindah kios. Lah,, piye to....

Dan setelah tawar-menawar yang sengit,, akhirnya dapet batik,, kali ini motif modern.
Setelah meninggalkan kios,, si ibu memandang rindu ke arah si parang dan berkata "sakjane bagus yang itu ya..."

Oh mai god!!
Aku jadi merasa bersalah,, jangan2 si ibu menyadari tatapan "plis jangan beli yang itu" ku?
Tapi kalo emang nyadar harusnya jangan bilang gitu dong,,
Aku kan jadi nggak enak,, sama aja nggak bisa beli...

Hiks. Si parang cantik,,, hiks...

Eh,, kok malah cerita ini yaaaa
Kemarin aku ke beringharjo sama ibukku, cari nak nik yang etnik etnik. Kami kok ya bisa kembaran pake kemeja jins,, dan waktu keluar rumah, ibukku dah pake sandal cantik dan liat aku pake sandal jepit ijo.
"etta pake sandal jepit?"
"hooh"
"ibuk juga ah"
"ikut ikuuutt!!"
Dan akhirnya kami kompak bersandal jepit juga.

Selesai beli ini itu, kami nunggu dijemput ayah. Ada ibu-ibu nawarin jualannya. Martabak telor, lumpia, molen pisang....
Dan si ibuk2 itu ternyata ibuk heboh yang nonton JJC di seberang tempatku nonton. Sangat khas,, nggak mungkin lupa. sengaja kufoto (dan terfoto juga sih) beberapa kali. maaf blur2 gitu (malem2, pake kamera hape seadanya, dan motonya asal).
Ibuk bule berkerudung hitam yang ceria dan heboh. Sekilas mengingatkanku pada nenek sihir di cerita putri salju,, kecuali bahwa nenek ini sangat ceria dan enerjik.

kayak nenek sihir di putri salju gak to?

tapi cerah ceria


Serius, ibuk ini aneh!
Sangat cerewet dan ngomong lebih kepada dirinya sendiri. Di sebelah kami ada mbak2 dan mas2 yang habis makan ronde, terus mangkoknya mau ditinggal gitu aja. Si ibuk marah "dek,, ini mangkoknya punya siapa? sana mangkoknya kembalikan dulu!" aku agak kaget dengan nada tegas mengancam. Padahal dia bukan bakul ronde-nya,, dan si mbak dan mas meskipun cemberut tapi nurut,, ngembaliin mangkoknya.
tampangnya emang galak.

Ibu bule yang unik. Ini percakapan kami:
Ibu bule: masi anget itu buk...
Ibuknya etta: mana udah dingin gini og..
IB: tadi jam tiga masih anget lho buk..
Aku: JAHH
IB: saya berangkat dari rumah jam dua
Harus beresin ini, itu, ini, itu,, haduuhhh (sambil bergerak2 lebay)
Padahal saya tu cumak NYAMBEL lho buk!! (jadi kenapa lama banget nyampe jam dua haaa??)
Sama nyari nomer anak saya...
(aku dan ibuk melongo)
IE: ibu tinggalnya dimana to?
IB: di belakang purawisata,, deket serabi kocor tu lo,, saya seumur-umur belum pernah makan serabi kocor..
IE: lha mbok ya beli,, (ngikik)

Aku hanya ngikik2 sambil sesekali melongo takjub. Unik banget ibuk bule ini.
IE: ini berapa?
IB: lima ribu.
IE: bisa kurang?
IB: ooohh!! Maaf! Nggak bisa! (aku kaget dia ngomong dengan sangat tegas)
Demi Allah saya belinya 4000 untung seribu,, buat naik andong,, ihihihi (ketawanya bikin merinding)
Ini juga punya temen saya,, Cuma njualin,, saya nggak punya modal. Saya kalo jualan nggak pernah modal lho! (ngomongnya kok bangga sih? Heran aku.)

Setelah transaksi selesai,,
"Makasih ya buk,, wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh! Semoga dagangannya laku mbak!" (ngomongnya sambil melotot serem,, serius!)
"eh.. wa'alaikumsalam.. ehh.. makasih..." suaraku tercekat dan mulutku melongo ke sudut kiri. Heran. Takjub. Unik banget ibuk bule ini!!
Lagian,, siapa juga yang jualan?? Mentang2 aku bawa bungkusan gede,, dikira bakul po piye?
Tapi gapapa deh. Mudah2an kalo aku pas jualan,, jualanku laku. Hmm,, hmm,,


Dah lama nggak ngeblog, tapi bingung mau nulis apa,, jadi agak nyampah. Gapapa lah,, gak sering-sering kan ketemu ibuk bule yang unik itu.... biarkan tersimpan rapi di arsip!^^

ibu bule yang aneh. banyak ketawa tapi bisa galak tiba2. mengerikan. hehe.

Btw ini post yang kubuat waktu aku lagi ribet2 jadi Wedding Organizer-nya kakakku,, dan kakakku udah nikah bulan November lalu. Dah lama bgt ni post. Kok nggak tak publish to,, eman2. haha.

Thursday, 1 April 2010

Pak Jabrik

Tok tok tok

Terdengar suara ketukan di pintunya. Refleks, tangan kanan Pak Jabrik mengarahkan kursor mouse ke arah tanda minus, meng-klik nya sehingga jendela facebook nya melayang masuk ke taskbar. Jendela baru berupa formulir kosong yang harus diisi mencuat keluar.

Pasang wajah serius, duduk membungkuk tanda bersungguh-sungguh, ok! Saya siap!

“permisi pak, selamat siang!” suara gadis yang berusaha terdengar ceria. Agak sedikit berlebihan, sebetulnya.

----------------------------------------------------------------------------------

post ini telah diputuskan masuk ke draft saja.

pak jabrik ini adalah orang yang kutemui dulu waktu mengurus sekolah, kayaknya waktu mau ngurus ugm gitu, aku lupa bawa apa gitu. lupa. gamau nginget2. hoho.

tapi kemaren waktu harus berurusan dengan pak J**** TI, jadi keinget lagi. hehehe.

tapi terlalu vulgar ah. ntar dikira pencemaran nama baik lagiii

hoho. piss pak!