Tuesday, 25 August 2009

mengejar karir, harga diri

Mengejar karir, perlu nggak sih?
Kakak angkatanku, sengaja menolak jabatan bergengsi di dalam himpunan,,
ternyata dia mengincar jabatan yang lebih "wah" di luar himpunan. Waow.
Heran juga,, ambisius banget ni orang.
Tapi denger2 teman seangkatanku juga ada yang gitu, menolak jabatan kecil
karena mengincar yang lebih besar. Oh waow. Aku mulai terheran2, dan mulai
memperhatikan teman2 di sekitar.
O iya, ya...
Ternyata selama ini....

Meskipun mereka nggak melulu menolak-jabatan-kecil-karena-pengen-yang-besar,
tapi keliatan kalo mereka pengen jadi "sesuatu", pengen ikut ini itu,
intinya pengen eksis lah. Dan aku mengait2kannya dengan mengejar karir. Ada
kaitannya gak to sebenarnya? (lah...)
Aku sendiri maunya let it flow ajalah,, nggak usah pake dikejar2,,tapi hari
ini aku akhirnya datang jauh2 dari rumah dengan motivasi "numpang ngeksis".
Cih. Aku menghina diri sendiri. Tapi ya sudahlah,, toh akhirnya cukup
menyanangkan,,

Duh,, banyak pikiran bersliweran di benakku. Tapi nggak bisa diungkapkan
dengan baik nih. Aku cerita aja yaa
Jadi ceritanya, beberapa waktu yang lalu aku ditawari kerjaan. Atau jabatan.
Entah mana istilah yang lebih pantas untuk ini.
Waktu itu aku lagi ribet ngurusin ospek dan meriksa tugas anak2, jadi aku
berpikir dengan cepat dan menolak tawaran itu. Padahal jauh sebelumnya aku
memang sempet bilang ke orang yang nawari kalo aku ingin jabatan itu.
Lalu kenapa menolak??

Hmm...
Kenapa ya?
Waktu itu aku mikir dengan cepat siih,, tapi ada beberapa hal yang
mengganggu pikiranku:
1. aku ditawari,, coba aku taunya dari orang lain/ info...
2. yang nawari dia sih :p
3. dengan cara yang tidak kusuka
4. waktu aku mulai ragu2 dan alamat nolak, tiba2 dia bilang:
5. udah, terima aja,, kalo di "tempat lain" mesti pake tes lho,, sama aku
enggak usah....

Oh! Itu dia! Ini tentang HARGA DIRI

Entah kenapa habis dia bilang gitu aku malah langsung look down sama kerjaan
itu.
Apa? Kerjaan jalur belakang? Nggak pake tes nih?
Entah kenapa aku menghargai diriku "lebih mahal" dari itu. Semacam: "kalopun
pake tes juga aku kayaknya bisa..."

Padahal kan justru itulah esensi jalur belakang, ya gak sih?
Semacam "karena aku tau kamu mampu, jadi nggak usah pake tes"
Seharusnya aku merasa honored.
Tapi kenapa aku malah merasa direndahkan ya? Sepertinya ada masalah dengan
caraku menghargai diri sendiri.
Terlalu mahal? Terlalu murah? Atau hanya bingung?


Oh, oke. Sebenarnya masih ada faktor lain sih.
Dia bilang partnerku adalah si A. nah, entah kenapa, aku makin look down
begitu denger si A ini.
Bukan karena aku meremehkan kemampuan si A, bukan juga karena aku nggak
cocok sama si A.
Aku hanya nggak menemukan alasan yang SANGAT tepat kenapa dia yang ditawari,
dan bukannya orang lain.
Entah kenapa aku langsung suudzon adanya maksud lain dari perekrutan ini.
Hhhhh. Emang suudzon samasekali nggak baik sih, dan aku menyesal telah
sempat memikirkannya.
Tapi aku enggak menyesal telah menolak jabatan itu.
Oke,, aku emang sempat menginginkannya.
Oke,, jabatan itu cukup bergengsi,, dan untuk orang2 yang mengejar karir,,
monggo... silakan...
Tapi aku menghargai diriku sendiri lebih dari itu. Semacam kalo aku terima,
otomatis aku akan berada dalam daerah kekuasaannya. Entah kenapa hal2
semacam itulah yang kupikirkan.
Yah,, sekali lagi,, prasangka.
Dan perasaan "aku bisa ada di sini karena kamu,, seribu terimakasih!!!"
sangat mengusik harga diriku.
Oh harga diri.....


Selama ini aku menganggap caraku meletakkan harga diriku sudah benar,, ini
akan membuatku tidak mudah tunduk pada kekuasaan orang lain, tidak mudah
diperlakukan sewenang2, tidak mudah dimanfaatkan....
Tapi semua alasan itu kok kayaknya berbau prasangka. Karena itulah,, aku
mulai bimbang juga,,,
Apakah aku terlalu angkuh???

Sunday, 23 August 2009

ospek! kuliah!

Hiks. Besok udah kuliah lagi. Bukan hal yang sangat buruk sih,, aku toh
cukup kangen suasana kuliah. Hanya saja ospek baru saja berakhir kemarin
lusa,,yang artinya aku masih pengen ngendon di rumah. Bodo amat doing
nothing, yang penting di rumah menghabiskan waktu dengan orang rumah. Hiks.
Ternyata besok udah mule kuliah toh. Dan undangan rapat dengan jahatnya
telah disalurkan melalui BTS2 terdekat. Halah opo siih.

Oh iya,, ospek seru loh. Meskipun aku sempet sakit hati di pagi hari kedua
dan ketiga,, tapi setelah itu aku bisa lupa dengan cepat,, gara2 liat
tingkah2 bodoh anak2 yg kubimbing (atau kusesatkan?)
Bayangkan,, pas acara tuker kado, ada anak yg ngasih rol rambut,, dan yang
dapet cowok (yang berhubung ospek rambutnya Cuma dua sentimeter), ada yang
ngasih barbel (niat bgt bawanya kan berat), dan ada bungkusan mencurigakan
yang lapisan pertamanya Koran kompas dan lapisan keduanya Koran-entah-apa
dengan gambar cewek syur bertebaran dimanamana. Astaghfirullah....
Entah apa isinya,, aku gak sempet liat...
Kado untuk pemandu,, mas T partnerku dapet bingkai foto yang sangat wajar,,
sedangkan aku.....
Dapet kaus kaki.
Yang jari2nya berlubang.
Serius.
Bukan yang jari2nya terpisah lho.
BERLUBANG.

Apa gunanyaaaa??????
Dasar anak2 sinting! Mbok kalo ngasih hadiah ke pemandu jangan kebawa
bodoh2an toooo T.T
Dan tadinya kukira mereka ngelubangi sendiri jari2nya, soale bolongannya
kayak digunting sembarangan,, sebelum aku liat stiker di sampulnya emang
gambarnya gitu,, dan masih ada harganya,, angka di depan tiga angka nol udah
dibuang,,
Dan ternyata belinya di M****a. sungguh nggak habis pikir, tempat belanja
sekelas M****a menjual barang sehina itu.
But well, I appreciate it. Thanks a lot! Aku menghargai selera bodoh2an
kalian (tapi sambil nangis mewek2)
Waktu kucoba pake dirumah,, jari2ku keluar kayak cakar. Serem banget. Gak
bakal tak pake kayaknya. Maaf yaa

Kelompokku oke lho. Di post yg lalu aku sempet bilang cowoknya diem2.
Ternyata Cuma malu2 hari pertama kok,, selanjutnya malah pada gak tau malu.
Nanya ini-itu,, nanya2 gak penting...
Oia. Aku juga sempet ditanyain nilai toefl dan IP. Karena aku pemandu yg
baik jadi aku jawab aja,, dengan sebelumnya sok malu2 "waduh gimana yaa,
IPku bagus ee,, tar dikira sombong gimanaaa"
Dan sebelnya malah ada yang nyeletuk "jangan2 di industri gampang ya?"
Dan "jangan2 mbak etta ni sebenernya pinter ya?"
Maksud looo???? Jadi selama ini aku keliatan bego?? Haha. sialan.

At least mereka nggak segan. Berarti aku kelihatan cukup open. Ya gak?
Dan kemaren harusnya aku jalan2 sama mereka ke pante Depok,, tapi karena
satu dan lain hal aku akhirnya hanya miwik2 di depan tivi. Hiks. Padahal
mereka bilang "ayolah mbak,, mulai senin kan udah pada sibuk sendiri2??"
Iya sih,, tapiiiiiii


Haahhh. Agak sedih juga ospek Cuma 3 hari. Sudah berahir. Huhuhuuu. Masih
pengen bodoh2an sama mereka niiii
Tapi sebenarnya aku takut.
Takut kalo ketemu sama mereka lagi,, mereka menyapa dengan ramah,, dan aku
menatap dengan "siapa lu??"
Penyakit banget deh. Lupa muka orang. Apalagi nama. Haduuuu


Udah ah. Besok kuliah. Semangat aahh.
Tapi persiapannya nihil. Binderku masih penuh kertas2,, tasku berserakan,,
dan fotokopian serta soal2 masih ditumpuk di "sana". Tapi gapapa. Yang
penting semangatt!!! Yeah!

Saturday, 15 August 2009

briefing ospek & alone (lagilagi)

Hari ini brifing ospek teknik lo. Judulnya brifing, padahal sebenarnya hari
itu justru adalah penumpukan tugas2 ke bahu maba. Hahaha. Rasakan. (lho?)
Aku memandu kelompok 25. Ceweknya ada 11, lumayan juga, aku dulu cumak 8+1
di hari2 akhir. Ceweknya seru2, pada banyak omong, tapi justru menyenangkan.
Daripada anak cowoknya....
Pada pendiem cobak! Hahaha. Baru kali ini aku berada dalam kelompok dimana
cowoknya kalem2 begini. Ini kan kelompok teknik looo. Bahkan anak yang masuk
jurusan geologi sama sekali enggak garang. Tapi siapa tau sih. Dibalik wajah
tidak-garang nya...
Oh iya. Ada anak cowok yang pake anting hitam besar (tau lah..) dan juga gak
banyak omong. Apa karena masih temu perdana ya?
Kelompokku ada yang lulusan taun lalu. Dan ternyata ada yang lulusan 2007
juga. Hueeee
Hari ini, muka2nya sih apal, namanya 80% apal. Besok, dengan baju yang beda,
apalagi kalo mereka udah potong cepak,, entahlah...

Masih seperti taun lalu, nggak sempet makan siang di hari brifing ini.
Harusnya waktu makan siang diadakan dong!!! Grauuu
Anak2 mengeluh lapar. Iya aku juga lapar nak... hiks.

Ohya, curhat. Kesepakatan tadi pagi,, habis penugasan, pemandu kumpul buat
evaluasi lalala di KPTU. Aku dan beberapa teman menunggu. Setengah jam. Satu
jam. Krikrikrik...
Lalu ada teman lain datang.
"lho? Evaluasinya kan gak jadi?"
Hakkk?
"ni aku di sms: hari ini gajadi evaluasi, dikabari lebi lanjut"
Grooaaaaa. Kenapa Cuma beberapa orang aja yg disms??? Bahkan partnerku-pun
enggak mem-forward (kalopun dia dapet sms itu). Cih. Nyebelin.
Dan sampe rumah ada sms "besok kumpul jam 7.15 ..."
Arghhhh! Kenapa gak sore ini sekalian siiihhh?? Besok akan kutanyakan. Ya,
pasti. Insya allah.

Sampe rumah gak ada orang,, laper dan capek, mandi dulu. Lalu buka tudung
saji. Taraa: ada tepung.
Kayaknya ibukku mau masak udang tepung tapi belum jadi...
Buka kulkas. Taraa: ada udang mentah dan beberapa potong bolu meranti. Tu
kan ibuk mau bikin udang,, dan makan bolu tok kayaknya nggak mantep,, mau
nasiiii
Akhirnya aku memutuskan tidur aja. Buka kamarnya ibukku (selama ini aku
tidur disana). Taraa: ada barang2nya ayahku. Oiya,, ayah lagi di jogja.
Buka kamarku. Taraa: seprai berdebu, tumpukan tas, kaos, kerudung,,
haduuhhhh. Kapan ya terahir kali aku tidur di kamarku?? Harus beres2 akbar.
Caappeeekkk. Laper lagii
Akhirnya tidur di kamar abangku. Habis ngantuk....
Tapi tidurnya nggak nyenyak soalnya kelaparan. Akhirnya nggoreng udang
sambil graong2.
Buka rice cooker,, tinggal nasi di pinggir2. Sisa seleksi orang2. Tapi
gapapa lah,, kelaparan je..
Habis makan tambah ngantuk, tapi nggak mau mberesin kamar. Mau tidur di
kamar abang tapi takut dia pulang dan aku diusir dengan paksa. Duh,, gimana
yaaaa
Males mikir, akhirnya malah ngeblog.

Beginilah mbak pemandu yang nggak bawa jas almamater di hari perdana. Tapi
langsung pinjem sih. Lha aku gak ikut pertemuan yg jam satu itu og,, ada
gawean je. Padahal paginya aku dateng ontime. Kenapa pengumuman itu malah
siangg??
Tapi begini2 maba pada nanya-nya ke aku,, dan bukan ke pemandu cowok,,
mungkin karena aku terlihat lebih profe (apanyaa?)
Hakakak. Nggak tau deng karena apa. Aku seneng2 aja sih ditanyain macem2
bahkan tentang tugas. Tapi lumayan juga hari ini pulsanya. Haha. apalagi
waktu mau delivery karung gandum (ini idenya a***d):
A***d: tak, aku jualan karung,, murah lo Cuma **** anda pesan kami antar
Etta: serius harganya ****? Mungkin pada mau ni. Beli 44++ km kesini aja
deket fistek.
A: tak cari dulu deng
E: harrgg.
A: tak, jadi beli? Berapa?
E: hiiihh!! Udah tak bilang 44++!!!
A: oh iya buu. Kamu dimana?
E: hiihh!! Udah tak bilang deket fistekk!!!
A: oh. Aku deket tugu teknik. Tar kamu sini aja.
E: aku mengutus orang kesana.

Dan akupun mengutus anak kesana. Lalu si anak sms "mbak,, mas a***d gak ada,
malah katanya lagi kkn?" (haha, dia pasti dikerjain komdis)
Lalu ada sms dari a***d: tak, aku dah pulang. Tar aja deh tak anter ke kamu
E: harrgg. Kapan?
A: setengh jam lagi.

Lalu anak yang diutus beli karung ternyata udah beli. Dan lebih murah 200
rupiah per karung. Lumayan tuuu
Dasar a***d! buang2 waktu-tenaga-pulsa!
Btw si anak mengaku di-galakin sama "orang2 yang disana". Hakaka. Kok aku
ketawa yaaa
Habis mereka meragain-nya lucu, yang penting nggak tertekan: "dikira kita
jualan karung apaaa??"

Karena aku belum confirm ke a***d maka kubereskan: "gak jadi aja. Udah
terlanjur beli..."
"oh. Bener ni ga usah?"
"iya. Maaf yaaa"
"gpp kok"

Dan di jalan ke basecamp anak2 dia bisa2nya sms lagi: "kelompokmu udah dapet
karung semua kan?" (usaha terakhir bgt sih)
Hhhh. Dasar wong dodolan.
Tapi kok DODOLan. Haha. maaf ya a***d....
Btw asterisk2 yang disana sepertinya nggak guna yaa. Hoho.

Thursday, 13 August 2009

premiere

Tadi pagi pertama kalinya nonton premiere. Thx to kinkin yang koneksinya
sangat oke sehingga bisa bagi2 tiket premiere Merah Putih gratis. Kyakyaaa
makasih kinkiinn!!!
Begitu pulang pengen langsung post, tapi aku terlalu sibuk nyuci, baca buku,
dan ketiduran, jadi baru post sekarang deh >(
Awalnya hanya pengen dateng-nonton-maen-pulang, jadi nggak pake googling
dulu, cari tau lebih lanjut tentang film, ato gimana2. Jadi aku bener2 belum
tau yang maen siapa, ceritanya apa, sutradaranya siapa,,,
Yang aku tau sih settingnya jaman perjuangan, ada darius sinathrya-nya, dan
menghabiskan dana 6 milyar. Itu juga info gak tau denger dari siapa,
kevalidannya diragukan.

Sebelum film diputar ada bagi2 doorprize gitu. Maauuuuuu
Tapi nggak bisa jawab pertanyaannya, yang sesimpel "settingnya taun brapa?"
dan "siapa sutradaranya?"
Aku ngahngoh dan miwik2 saja...

Hmm,, hmm,, nggak usah pake sinopsis yaa. Komentarku tentang film Merah
Putih: bagus! Suasana perjuangannya kerasa! Dan nggak melulu
perang-berjuang-graong2, tapi juga ada adegan dan dialog bodoh2an,, penyegar
yang oke...
Tapi pas scene korban2 bergelimpangan, "mayat" yang paling deket, yang
telanjang dada, malah keliatan perutnya naik-turun,, parah juga. Mbok ya
di-cut lho yaa =____=
Lalu, pas mereka melarikan diri ke hutan2 gitu,, baju mereka yang malemnya
kotor paginya bersih lagi. Nggak seru ah. Bajunya darius malah kotornya
pindah dari bahu kanan ke bahu kiri. Padahal lebih seru kalo bajunya nggak
usah ganti aja dari awal sampe akhir (tapi syutingnya butuh berapa hari yaa?
Dengan baju yg sama yg tidak dicuci....)
Tapi secara keseluruhan bagus. Aku sukak!
Apalagi habis itu foto sama pemeran2nya. Kyakyaaaa

Dari pemeran2 itu, yg paling diminati kayaknya Darius sama Zumi Zola. Tapi
tadi Dariusnya gak ada,, dan cewek2 pun antusias menyerbu si ZZ.
Oke, ZZ cakep sih. Dan cukup ramah juga. Dan pengen foto bareng juga, tapi
aku lebih ngefans sama yang jadi Thomas,, siapa? Donny alamsyah ya? (kata
sim2 pokoknya). Dan waktu dia gabung belakangan,, aku bener2 kesenengan
sampe memekik tertahan: "mwaaaa mau foto sama thomass!!!!"
Hehehe. Thomas luucuuu. Kalo senyum tampangnya kayak gini >=3 (dilihat
dengan kepala meneleng ke kiri). Gak representatif bgt ya? :D pokoknya
mulutnya rada mengerucut gitu loo, kayak huruf w. ah, pokoknya lucu.

Btw pas foto2 ini aku melihat antusiasme berlebihan dari orang2, mungkin aku
juga, tapi terutama hasbe.
Masya allah, si idola ini.
"mau foto sama zumi zola!" dan langsung menyerahkan handphone dalam posisi
siap memotret kepada orang terdekat, agak diseret kalo perlu, naro tas
dilantai (masya allah! Dicolong orang nanti!)
Yang paling geli waktu dia foto sama ZZ (apa si Rifnu (yg jadi Dayan) ya?).
tiba2 simsim nimbrung disebelahnya. Dan hasbi dengan teganya mendorong
simsim ke samping sambil berkata "iih,, kamuu tuuu" dengan nada centil.
Oh waow,, Be...
Meskipun pengen foto Cuma berdua, tapi nggak perlu sejahat itu (simsim
kelihatan terluka :D) dan yang paling penting,, nggak usah pake nada centil
begitu!!! Hiyek banget deh.

Foto2ku tersebar di hape orang2. Aku malah gak ngeluarin hape sendiri.
Meskipun nantinya di-uplod, tapi benar kata indik,, pengen punya di hape
sendiiirrriii
Temanteman,, jangan dulu dihapus yaaaa yang di hape,, transfer ke hapeku
duluuu
Pengen punya versi aslinya, bukan versi facebook yg compressed....
Senangnyaaaaa


Sampe rumah aku pamer sama ibukku. Dan aku sempet bilang tiketnya nyisa.
Ibuk : "iya to? Eman2... tau gitu tadi ibuk ikut nonton..."
Hng?
Ternyata ibukku ngefans sama Zumi Zola.
"simpatik. Dia baru pulang S2 di Amerika kan? Lulusan IPB kayaknya.."
Oh waow Ma,, meneketehe....
Kasian ibukku,, dah lama gak nonton. Kapan ya terakhir kali kami nonton
bareng? Kungfu Panda, kayaknya. Dah lama banget. Kemaren2 mau nonton KCB
bareng tapi kami sibuk sendiri2, gak ketemu hari yang pas.
Padahal mungkin kalo di-selakke bisa sih.

Dan ternyata ibuk ngefans sama ZZ. Besok deh Ma, tak temenin nonton lagi
juga gpp. Bagus og.
Thomas lucuuu!

Monday, 10 August 2009

refreshed! & pride

Hari ini rasanya refreshed deh. Habis maen. Padahal Cuma apaan banget,
ketemuan di KU njuk malah ikut layat terus habis itu maen. Maennya juga Cuma
apaan banget: hepup.
Tapi refreshed!
Setelah beberapa hari kegiatanku adalah berangkat pagi2 sambil grau2, trus
pulangnya pengen cepet2 pulang, habis itu pergi lagi nganterin ibukku, trus
pulangnya mampir2.
Haaahh. Capeekk.

Hari ini puas hepup! Soto yang dimakan tepat sebelum menuju hepup pun
terbakar dengan sempurna,, habis karaokean langsung laper lagi.
Ayo besok maen lagi! Aku butuh refreshing banget kiiii *sok stress*
Tapi besok siang aja ya,, paginya ada seminar.hehe. senang deh.
Jadinya besok aku gak ikut simulasi ospek yang krikrik. Sebenernya cukup
penting,, tapi yg hari ini kelamaan di protokolernya. Kayaknya doyan banget
ngomong,, gak mau lepas dari mic. Kami memandang dari kejauhan dengan
tampang begini: -____-""
Dan besok simulasi hari 2 dimana kami harus berjalan dari teknik ke GSP lalu
ke sekip lalu ke teknik lagi.
Prei lah.
Maaf ya,, saya diamanahi datang seminar je,, jatah KWU ni.... *tapi dengan
wajah sumringah*
Lagian,, kan ada partnerku,, kalo hanya jalan2 dan pengondisian tempat nggak
perlu berdua juga kan? Satu saja cukup :D

Fufufu,, mudah2an seminar besok menyenangkan,, dan aku dapat banyak hal.
Amin.


Btw aku mau nulis lagi ni: PRIDE
Tau seven deadly sins gak?
Sebenarnya ini nggak ada dalam ajaran agama yang kuanut sih,,
Eh.
Sebenarnya ada, tapi nggak dikelompokkan dalam beberapa (misalnya tujuh)
deadly sins gitu.
Nah, seven deadly sins kan ada tujuh tu (ya iyalaah. Namanya juga SEVEN) :
pride, gluttony, lust, greed, envy, sloth,,,
Eh
Satunya apa ya? Aku lupa eeee
Maaf yaaaa. Males googling. Tar kalo pada googling kasi tau aku. Oke?
Aku juga taunya dari nonton full metal alchemist, dimana homunculusnya
dinamai seperti seven deadly sins,, terus habis itu sering muncul di film
barat juga sih. Jadi familier.

Nah, beberapa hari yang lalu aku habis baca artikel tentang dosa pria dan
wanita gitu. Ehem. Sebenarnya itu artikel agama orang, bukan agamaku,, tapi
aku suka iseng baca. Gapapa kan? Yang penting yang tidak sesuai keyakinan
agamaku tidak diamalkan. Ya gak sih?
Nah, di artikel itu disebutkan bahwa orang yang melakukan pengakuan dosa
tiap tahunnya berkurang (lama2 orang semakin nggak mau ngaku? Atau...) dan
bahwa dosa yang dilakukan pria paling banyak adalah lust, sedangkan wanita
pride.
Waktu itu aku mikir: bukannya cowok lebih caper daripada cewek? Lebih pengen
diakui gitu?? (menanggapi yg pride itu loo)

Tapi kuakui hari ini aku melakukan si pride itu.

Looooohhhh
Bukaaaannnn
Bukannya aku lalu meyakini ajaran ini looo
Hanya teringat pada artikel yang kubaca tempo hari,, tapi nggak terus
menyesali panjang lebar,, apalagi bikin pengakuan dosa. Oh waow. Bukan2,,
hanya teringat saja...

Eh. Ngomong2 aku jadi males ni menjabarkan perbuatan pride ku tadi.
Tar jadi pengakuan dosa lagi,, meskipun tidak dilakukan di depan pemuka
agama,, haha.
(jadi sebenernya kamu pengen cerita apa sih Ta??)
Intinya aku jadi lebih sadar kalo cewek juga sangat rentan terhadap si pride
ini. Tapi nggak tau sih kalo tentang dosa yg dominan dilakukan cewek adalah
pride,,kalo menurutku malah envy, mungkin. Kalo pride sih,, selama ini aku
men-judge cowoklah yang caper dan sebagainya,, cewek mah kalem aja...
Hakaka. Pemikiran macam apa ituuu

Udah ah. Arahnya jadi nggak bener ni,, bahaya.
Maaf GJ. Sperti biasa.... :D :D :D

Wednesday, 5 August 2009

Javaccino guy

That Javaccino guy
With his expensive titanium (or carbon, I'm not sure which one--might even
be neither of em, tho :D) bike.
Ehe.
He.
He.
He's got such bright smile, eh?
Hehe.
Kyaaaa
Kyaaaa
Sooo cuuuteeeee
He reminds me to someone I knew, but I can't tell.
I mean I really can't.
Can't even remember whom he looks like.

Luuucuuuuu
Sukak banget liat iklannya.
Hanya karena suka liat si Javaccino guy :D

Btw, aku sadar aku mungkin akan di-iyik2. Tapi gapapa deh. Paling enggak,
nge-fans sama mas Javaccino lebih mending daripada ngefans sama pria berotot
G**i*a (pada ngeh nggak? Sengaja tak samarin ni.. takut mengundang hinaan
kepada pihak tertentu :P)

Hehe.
Hehe.
Nyyyaaaaaaa

Sunday, 2 August 2009

living alone

Dulu aku sering berpikir, misalnya suatu hari aku bekerja di luar kota atau
bahkan di luar negeri, tinggal sendirian sama sekali bukan masalah. Aku bisa
masak. Sekali2 makan diluar juga gapapa. Untuk urusan rumah, berhubung aku
sudah punya penghasilan, sewa saja pembantu. Atau tinggal di apartemen, yang
udah ada room service-nya. Ato praktisnya sih pembantu sekalian masakin...
Buset, muluk2 banget yaaa
Tapi di-amin-i juga deh,, semoga aku benar2 punya pekerjaan yang
memungkinkanku tinggal di apartemen dengan room-service, hehe.

Ternyata tinggal sendirian itu berat.
Sehari-hariku juga semi-tinggal sendiri sih. Aku kuliah pagi2, abang belum
bangun, kadang ibuk dirumah, kalo nggak ke pasar apa nyapu halaman yang
mirip kebon apa maen ke tetangga (?), jadi anggaplah aku sibuk sendiri
dirumah sebelum kuliah. Pulang magrib gak ada orang. Tapi ada makan. Dan
waktu yang kulalui sendirian praktis Cuma magrib sampe tidur, kemudian
bangun lagi dan berulang lagi seperti itu.
Nggak tiap hari begitu sih,, tapi udah biasa home alone.
Liburan sekarang ini,, aku cukup sibuk sih. Tapi ternyata nggak se-sibuk
kalo kuliah,, alhasil kerjaanku kalo dirumah Cuma baca buku, nonton tivi,
merenung....
Dan ibuku lagi di Medan. Yang artinya,, nggak ada makan. Hiks.
Hari petama-kedua, masih ada lauk tinggal-goreng,, mudah....
Hari ketiga, masih sempet masak dengan bahan seadanya,, lumayanlah....
Hari-hari berikutnya kulkas mulai kosong dan ada dua pilihan: beli bahan di
pasar lalu masak atau beli makan jadi.
Dan dua2nya malesin. Pada dasarnya aku males keluar rumah,, dan kalo beli
makan aku pasti bingung mau makan apa. Kayaknya ketularan temen2 kampus.
Kalo siang mesti "makan apa yaaaaa" sambil jalan ke parkiran. Sampe
parkiran, bahkan kadang sampe diatas motor yang mesinnya sudah menyala,,
"hoee makan apa niiii"
Hhhhhh.

Akhirnya jajananku brutal. Nasi padang, soto, sate, dan bahkan roti bakar
untuk makan malam. Kadang kalo males keluar aku makan mie instan ato pop mie
(lagi banyak di rumah, sisa2 perjalanan ayahku dg teman2nya)
Betapa tidak sehat.
Dan hari ini aku mulai berpikir: STOP. Hentikan. Sebaiknya aku mulai masak
nasi, belanja, lalu masak makanan sehat.
Tapi aku mikirnya udah tengah hari. Mana ada pasar buka lhaaa
Lagian, aku nggak pernah benar2 masak deh kayaknya. Paling nggak yang
direncanakan sampe belanja segala. Biasanya Cuma mengais2 bahan makanan di
kulkas dan asal2an masukin wajan, tapi toh jadi juga.
Makanya aku nggak yakin mau masak,, nanti kalo mubazir piye... (jadi inget
Ian makan mie goreng pake daun ketumbar. Hebat juga bisa abis yan...)

Akhirnya aku beli lauk. Berputar-putar sebentar,, memilih tempat makan yang
rame. Berhubung aku udah masak nasi,, dan beli lauk thok kayaknya murah,,
maka aku memilih restoran padang enak yang (seingetku sih) rada mahal. Tapi
aku nggak nyangka SEMAHAL ITU! (biasanya beli disini nggak bayar sendiri
sih...)
Beli paru selembar, tipis dan kecil, harganya sama kayak aku makan seporsi
di warung deket kampus. Maksudku bener2 porsi lengkap, dengan nasi, telur
balado, sayur, dan es jeruk.
Dan di restoran ini Cuma dapet paru selembar, kecil pula. Apa warung di
kampus yang ke-murah-en,, gak tau juga.
Beli ayam sekalian buat abangku, (kalo malem ini dia pulang. Kalo nggak
yawis,, buat sarapanku besok) yang kirain harganya jauh lebih murah,,
ternyata Cuma lebih murah lima ratus.
Ya,, lima ratus rupiah saja. Hhhhhh.....

Dan waktu aku nengok ke kaca (di restoran padang sering ada kacanya kan,,),
aku kelihatan pucat dan sayu. Ya ampuunnn
Padahal baru beberapa hari saja. Gimana kalo aku bener2 living alone sambil
kerja nanti??

Btw jadi inget postingannya Ian yang "important marriage", kae lah.
Dulu aku juga pernah mikir kayak copey, wanita karir yang sendirian, anak
sih ngadopsi aja,, banyak orang yang mbuang anaknya,, kasian juga kan nggak
ada yang ngerawat. Nggak masalah. Tapi kalopun aku pada akhirnya memilih
untuk menikah dengan orang pilihan (cieh) juga gpp. Gak masalah juga. Tapi
lalu aku baca dongeng hindu kuno,, yang menjelaskan peran wanita di bumi
adalah sebagai "empu",, eh,, istilahnya apa yaaa pokoknya intinya
melestarikan keturunan deh, haha. dan wanita hindu jaman dulu sangat malu
kalo nggak bisa punya anak, sedangkan yang memang tidak mau punya anak pasti
dikucilkan dan dihina dan mempermalukan seluruh keluarganya (ya ampun!).
bukan Cuma itu, wanita hindu jaman dulu yang nggak mau punya anak setelah
meninggal akan menyusui ulat2 dan.... apa yaa... satu lagi aku lupa. Maaf...
pokoknya ngeri og. Hehe.
Bukannya karena aku takut hukuman menyusui ulat itu lhoo, secara
kepercayaanku bukan hindu. Tapi dongeng itu sedikit-banyak menginspirasi
kok,, dan aku sekarang sama sekali nggak kepikiran jadi wanita karir yang
nggak menikah sampe akhir hayat. Hasyah.
Sayangnya itu dongeng lebih menginspirasi perempuan,, kalo Ian yang baca,,
paling Cuma bosen. Krikrik...
Lah. Malah nulis ini.

Kesimpulannya, living alone is terribly desperately desperate. Hasyah.