Friday, 31 July 2009

keracunan

Bukan keracunan gas, untungnya. Bukan juga keracunan makanan, sayangnya,
jika kau telah bersiap mengangkat sudut bibir untuk menertawakanku.
Aku keracunan baca Bartimaeus yang kedua.
Aku mendapati diriku berbaring membacanya tidak kurang dari delapan jam,
bangun hanya untuk ke kamar mandi, makan siang jam empat sore, kemudian
kembali berbaring dan membaca lagi. Total entah berapa jam yang kuhabiskan
sampai sekarang, ketika akhirnya aku berhenti membacanya di bagian yang
paling seru, menyisakan beberapa lembar terakhir. Kebiasaan aneh.
Ngomong-ngomong, aku sengaja menulis dengan bahasa novel terjemahan untuk
meyakinkan kalian, bahwa aku sangat teracuni. Bahkan mungkin nantinya bakal
terlihat mirip seperti gaya bahasa Bartimaeus. Argh, aku benar-benar
keracunan!

Bartimaeus buku kedua, "The Golem's Eye", menurutku bahkan lebih bagus dari
yang pertama. Hal yang langka ditemukan pada novel trilogi atau tetralogi,
menurutku. Lebih banyak sudut pandang, lebih banyak konflik. Dan aku
menikmati ketidaksukaan Bartimaeus pada Nathaniel atas berubahnya Nathaniel
menjadi penyihir angkuh yang haus kekuasaan. Meski begitu, masih ada sedikit
sisa-sisa sifat kanak-kanaknya, seperti Nathaniel yang menjawab panjang
lebar kepada Bartimaeus tentang hal-hal pribadi jika ditanya, yang
sebenarnya tidak perlu diceritakannya,, tapi sangat menghibur. Aku suka
Nathaniel yang kanak-kanak.

---------------------------------------------------------
*bahasa novel terjemahan selesai. Nggak enak nulisnya ternyata...
Btw, aku belum makan malem. Bingung mau jajan apa. Nasi padang, nasi goreng,
sate, soto,, pih. Lagi bosen....
Jadi pengen cari makan yang jauh. Tapi udah malem,, males juga pergi makan
jauh2 malem2,, sendiri pula. Mending nek ada temennya.
Makan apa ya?
Aku inget ada bebek goreng deket pasar situ kayaknya. Tapi nggak tau rasa
dan harganya. Gimana kalo ternyata harganya 20ribu untuk rasa yang aneh??
Ah, sudahlah. Nggak akan tau kalo nggak dicoba. Aku pergi beli bebek dulu
yaaaaa
---------------------
Bebeknya tutup. Apa2an jam segini udah tutuupppp
Hakaka. Ternyata deket situ ada bebek lagi, yang ternyata udah mau beres2.
Hiks. Masak masnya bilang,, "kalo nggoreng sendiri di rumah mau nggak mbak?
Udah dibumbui.." yang ternyata tidak bercanda, dilihat dari ekspresi masnya
yang nggak enak menatapku melongo miring. Kayaknya ibu2 sekitar sering beli
mentahan gitu kali yaa, yang penting udah dibumbui...
Sebenernya nggoreng cepet sih. Meskipun aku nggak pernah nggoreng bebek,,
tapi paling sama lah kayak ayam.... tapi aku akhirnya memutuskan jalan terus
ke utara. Berlawanan dengan kebiasaan, sebenernya. Biasanya aku kalo jajan
ke barat-selatan,, ini nyoba ke timur-utara. Jalan disini lebih gelap,, rada
horror juga sih. Hoho.
Nyari tempat makan yang rada rame,, hmm,, mie ayam, bakso bawor, siomay,
roti bakar (ternyata ada! Biasanya aku beli di jalan tajem dan sering
kehabisan). Aku akhirnya malah jalan-jalan terus liat2 tempat makan, nggak
beli-beli. Sampe akhirnya merasa udah jalan terlalu jauh dan jalannya makin
horror, jadi aku balik arah. Dan akhirnya malah beli soto di tempat yang
sepi. Tadinya mau makan disana karena males menggunakan piring-sendok
pribadi,, tapi horror e makan sendirian disana malem2...
Duh,, malah cerita ini.
Tapi ini bener2 menunjukkan aku yang kesepian di rumah sendirian. Makan
seenaknya, cenderung nggak teratur dan asal2an,, baca Bartimaeus sepanjang
hari,,, hiks. Sungguh tidak sehat.
Oh iya. Sebenarnya aku punya beberapa kerjaan lain. Cuma nggak ada semangat
mengerjakannya. Lagipula aku sedang di titik jenuh kegiatanku nih. Lagi
pengen nganggur senganggur-nganggurnya. Ahaha. Lagipula lagi,, kayaknya
untuk sementara ini aku akan harus berjuang sendiri. Hiks.
Raceto ya?
Lagi suntuk. Habis makan bukannya tambah semangat. Malah makin desperate.
Atau mungkin hanya efek keracunan.
Pengen baca lagi nih. Tapi bentar lagi buku kedua habis kubaca. Buku tiga
pun pasti bentar lagi habis dibaca. Gimana ya?
(kalo dibaca selembar sehari sih awet. Dua tahun kurang dikit baru selesai.
Tapi plis deh,, apaan banget).
Buku dua baguuss!! Bahkan lebih bagus dari buku satu! Baca Sim! Ayo semua
baca!!

Kapan2 aku akan mencoba menulis dengan gaya novel terjemahan lagi ah. Opo
jal. Tapi lucu juga, kadang2 kita menemukan kalimat2 yang benar2
diterjemahkan harfiah. Seperti "kemudian ia menjejalkan kakinya ke dalam
sepasang celana yang tergeletak..." padahal kan kalo dalam bahasa
Indonesia,, celana tu ya SATU,, bukan sepasang. Ya nggak sih?
Btw kalimat tadi karanganku lho. Yang di bartimaeus nggak gitu. Semacam lah
pokoknya. Oiya, sering juga "sepasang gunting..."
Udah ah. Baca lagi....

Tuesday, 28 July 2009

idealisme pergaulan

Ada orang2 tertentu yang punya idealisme pergaulan. Kadang yang umum dan
pasaran, kadang yang aneh2 dan nggak umum sama sekali. Misalnya idealisme
tentang pergaulan cewek-cowok.
Hari ini aku nyasar di forum kecil yang semua orang mengatakan "saya" dan
bukannya "aku" dan menyebut nama lawan bicara dan bukannya "kamu". Dan waktu
aku datang, ada 2 lelaki yang duduk di dua sisi "lebar" nya meja (silakan
bayangkan), dan aku say hi lalu menarik kursi di sisi "panjang" nya meja.
Yang berarti aku akan berada di tengah mereka,, tapi kan jauuuuhh. Dan salah
satu dari mereka kemudian minta tukar tempat duduk. Oh,, oke,, ini adalah
salah satu idealisme pergaulan yang kuhargai,, meski rada makdingding juga,,
halooo saya kan jauuuh. Coba ukur jaraknya! Satu meter mungkin ada.
Kemudian ada satu orang lagi yang datang, perempuan,, dan kemudian setiap
orang menggeser kursi sehingga perempuan dan laki2 terpisah panjangnya meja.
Hhhh. Dasar idealis. (lho? Tadi katanya menghargai? :D)
Jadi akhirnya aku menyelesaikan urusan dengan cepat,, karena masih mau minta
acc KaJur,, ya,, LPJ jadul itu,, gak kelar2.

Eh. Betewe,, pembicara2 yang didatangkan untuk training pemandu tuh setipe:
mas2 yang bajunya semacam, tampangnya semacam, style-nya semacam. Bahkan
referensi bukunya pun semacam. Eh bukan semacam malah, tapi benar2 SAMA.
Sampe aku mikir jangan2 ini mas yang kemarin Cuma ganti baju... =____=
Hhhhh. Siapapun yang memilih pembicara2 itu pasti punya selera semacam.
Opo sih Ta....
Ah,, pokoknya mereka semua semacam. Nggak variatif. Tapi bukan ini yang mau
kuceritakan. Tapi jadi inget: pas training ketiga,, aku lupa lagi mbahas
apa,, pokoknya masnya bilang (dalam konteks memberi contoh): "wah, mbaknya
ini ramah sekali ya,, tiap ketemu selalu cipika-cipiki,, bahkan dengan yang
tidak berjilbab... eh tapi yang PUTRI lho!"
Hng?
Apakah aku mendengar kata2 "berjilbab" segala?
Memangnya kenapa kalo cipika-cipiki dengan yang tidak berjilbab? Idealisme
pergaulan yang menyebutkan semacam "sebaiknya jangan cipika-cipiki dengan
yang tidak berjilbab" belum pernah denger tuh. Aneh2 deh orang ini. Aku
sendiri nggak terbiasa cipika-cipiki,, lagipula itu kan bukan budaya orang
timur,, tapi kalo ada temen yang ultah, misalnya, mau berjilbab kek, mau
Kristen kek, hindu, budha,, aku oke2 saja cipika-cipiki....
Kira2 maksut si mas pembicara apa ya? Apakah dikhawatirkan, misalnya, orang
yang non-muslim memelihara anjing lalu pipinya dijilati or semacam?
Tapi kok masnya bilang "wah, mbaknya ramah sekali ya..."
Ato mungkin masnya Cuma waton ngomong.
Menurutmu?

Oh iya. Hari ini setelah LPJ diserahkan, aku kelaparan dan memutuskan cari
makan yang deket kampus. Nggak punya temen,, siapa tau nanti malah ketemu
temen disana.
Aku memilih barokah. Udah lama nggak makan disana.
Sudah parkir.
Masuk ke dalam.
Isinya om2 semua,, kecuali dua mas2 yang memandangku sambil tertawa.
Oke,, masnya kemungkinan besar bukan ngetawain aku,, tapi tetap saja.
Kok isinya om- oommm???
Aku bahkan celingukan berusaha mencari tulisan "mulai bulan Juli Barokah
menjadi warung khusus pria"
Dan ternyata memang ada.


Ya nggak laaaahh!!
Akhirnya aku yang terlanjur parkir pun memutuskan makan disana. Hiks.
Sendirian,, penuh om om pulak. Aku biasanya kasual aja makan sendirian di
warung,, tapi bukan di warung yang penuh om-om.
Rasanya jadi aneh. Tiap kali aku nengok, aku mendapati si om sedang
melihatku. Tiap ada orang naik motor lewat, aku jadi mendongak dan mendapati
si pengendara menatapku.
Padahal sih Cuma kebetulan.
Dan aku sebal mendengar mas2 di belakang yang cekikikan. Kemungkinan besar
bukan ngetawain aku,, tapi aku sebel. Dia punya temen cekikikan dan aku
nggak punya.
Dulu pernah ada teman yang bilang,, "kayaknya kalo cewek makan sendirian tu
aneh ya,, padahal kalo cowok makan sendirian biasa aja"
Dan aku tidak sependapat. Soalnya sering juga sih, makan sendirian. Apalagi
waktu baca blognya gupi,, jadi makin pede makan sendirian,, halah. Opo sih.
Tapi makan sendirian di warung penuh om-om memang aneh.
Akhirnya aku makan dengan cepat dan segera pulang,, mas2 berdua tadi masih
cekikikan cobak! Sebel. Padahal nggak tau apa2, tapi sebel. Grrrr.

Monday, 27 July 2009

you are your neighboUr

U besar yang disana,, apakah sudah cukup british? Haha. penting abis deh Ta....

 

Tetangga adalah orang yang tinggal paling dekat dengan kita, yang dapat dimintai tolong dengan segera jika terjadi sesuatu. Maka baik2lah dengan mereka. Bayangkan kalo suatu hari rumahmu kebakaran, kamu berteriak minta tolong sana-sini, tapi tetanggamu ogah2an menyeret kaki untuk membantu, sambil membatin “dia kan tetangga sombong…”

Dan kemudian rumahmu terbakar habis. Kamu meraung2, dan tetangga2 hanya bergumam “kok bisa sih…” tanpa empati yang berarti.

Betapa mengerikan.

Maka, baik2lah dengan tetangga.

 

Aku sendiri nggak tau tergolong tetangga yang baik atau enggak, yang pasti tetangga2ku emang kelewat baik. Suka nganter2 makanan, kue buatan sendiri, hasil panen kebun, apa aja deh. Sementara aku sendiri, ngasih apa yaaaaa

Ibukku suka ngasih2 sih,, tapi paling Cuma ke tetangga sebelah banget. Nggak sampe belakang2. Sungguh, mereka semua tetangga yang baik.

 

Nah.

Di belakang rumah, ada anak SMA 3. Kenal sih, tapi yo Cuma kenal2 aja. Dia sendiri adalah anak yang manis, mirip Dhani temenku TI, dan kelewat periang. Setiap kali ketemu (dan itu jarang), dia selalu menyapa “mbak ettaaaaa” dengan nada super riang, sampe aku syok dan membalasnya dengan “hai” dan senyum abnormal.

Aku tau dia tinggal di belakang rumah, tapi nggak tau rumah yang mana. Berhubung aku sedang butuh anak SMA 3 kelas 2, maka hari ini aku ke rumahnya. Sms ibuk, yang lagi di Medan.

“buk, rumahnya yang ijo bagus itu toh?” (padahal Cuma waton nebak)

“yang sebelahnya rumah tingkat tu lo”

“lho? Bukan yang ijo berarti? Okeoke…”

 

Akupun ke rumah putih sebelah rumah tingkat.

Tok..tok..

Mbak2 yang sepertinya PRT (menilai seenaknya dari penampilan) menyambut.

“eng.. ini benar rumahnya bu B?”

“eh.. bukan mbak… sebelah…”

“oh,, sudah kuduga…maaf ya mbak.. makasih…”

(mbaknya tertawa)

 

Fuh. Untung nanya. Tu kan buk.. bener rumah ijo!! (ibukku mengaku lupa cat rumahnya)

Dan di rumah ijo. “waaa mbak ettaaaaa” (lagi2 nada terlalu riang dan lagi2 aku syok dan lagi2 tersenyum abnormal)

Pekikannya hampir seperti fans yang udah lama pengen ketemu banget.

Serius. Aku bahkan sampe mikir “apa dia udah tau kalo aku mau kesini?” “emangnya ibukku sms?” “emangnya ibuk punya nomernya po?” “apa mbak2 sebelah tadi yg ngasi tau?” “tapi gimana caranya?”

Akhirnya kuputuskan itu hanyalah usaha ramah menyambut tamu. Meskipun terlalu riang. Haha.

Ah,, kamu aja yang terlalu gloomy Ta,, dia wajar kok….

Sempat berpikir begitu, tapi sudahlah. Anak itu emang kayaknya kelewat periang kok….

Dan urusanpun selesai. Kelihatannya dia mau bekerjasama, tapi entahlah. Ekspresinya terlalu riang dan sulit ditebak. Akan kutiru ah, kapan kapan….

 

You are your neighbour

Orang  bisa dilihat dari tetangganya. Kalo tetangga2nya mengenal orang itu dengan baik, bersedia mengantarkan jika ada yang bertanya, dll, dll, berarti orang itu adalah orang yang baik sehingga di-baik2-i oleh tetangga sekitar.

 

Aku gimana ya?

Aku jarang keluar rumah. Paling males bahkan untuk sekedar ke warung. Males ganti baju, ambil jaket, ambil kerudung….

Tapi bukan berarti tetangga yang buruk juga sih. Aku jarang mengobrol dengan tetangga, tapi kalo senyum-sapa iyalah… dan untungnya tetangga2 cukup mengenalku. Paling enggak “oh, ini kan anaknya Bu anu…”

Ibukku famous deh. Mudah bergaul diantara ibuk2. Pernah suatu hari, beberapa bulan setelah pindah, aku disuruh ambil sayur yang udah dibayar ke tukang sayur.

“eh.. saya mau ambil lalala(sayur mayur) ibuk saya.. udah dibayar katanya…”

Si ibuk penjual sayur bingung.

“eh.. saya anaknya Bu anu…”

“oalah,, putranya (putri bu! Bukan putra! :D) Bu anu toh.. nggak pernah keliatan sih…”

“hahaha.. iiiyaa bu…”

Eh. Ngomong2 ibukku namanya bukan “anu” lho. Hasyah.

 

Aku akan berusaha lebih eksis di kampung deh. Hakakak. Sounds weird. Kok aku malah mbayanginnya remaja masjid yaaa padahal di kampungku kayaknya enggak ada yang begitu deh. Eh. Ada nggak ya?

Ngomong2 malem ini aku makan pop mie. Habis ada sih. Jadi pengen. Disuruh ibukku beli nasi padang, sebenernya, kalo males masak (masak apa? Kulkas kosong buukk!!). tapi ya itu tadi, sudah kubilang aku males keluar rumah.

 

Btw apa aku emang terlalu gloomy  ya?

Jadi inget dibilang bertampang atos sama gupi-kinkin.

Eh, tapi aku ternyata emang sering menilai orang yang baru kutemui, dan memutuskan  apakah aku akan ramah padanya atau tidak. Kalo cewek biasanya sih tak-ramahi. Kalo cowok, liat dulu, kalo tipe caper banyak tingkah biasanya aku gak berusaha ramah. Bicara jika perlu saja, tanya atau jawab pertanyaan dengan singkat.

Jahat yaaa

Don’t judge a book by its cover. Pepatah sejuta umat. Tapi tetap saja,,,,,

Mungkin aku nggak sekedar bertampang atos gup,, kin,, tapi emang atos. Haha. paling enggak untuk orang2 yang kukenal baik kan nggak tak atosi,, eh,, emang iya?

Haha.

Saturday, 25 July 2009

The Bartimaeus Trilogy: jadi nyesel nggak baca dari dulu2....

Bukan apa-apa sih. Hanya saja ini buku kan udah lama buanget keluarnya.
Kayaknya beberapa saat setelah Harry Potter poya, jadi "aura" nya ketutupan
sama Harry Potter. Dan waktu aku baca sekilas,, ada kata2 "penyihir",
"kementrian" , dan "commoner", yang mengingatkanku pada Harry Potter.
Apalagi settingnya di London. Waktu itu aku mikir "apaan sih ni? Ikut2 Harry
Potter ya? Tapi kok best seller...."
Pengen beli tapi takut nyesel. Pengen baca tapi nggak pengen baca.
Lalu akhirnya lupa.
Sebenarnya beberapa kali aku sempet lirik2 dan pegang2 buku2 trilogi itu,,
apalagi waktu seri satu setnya keluar. Pengeeennn, tapi selalu ada aja
alasan untuk enggak beli. Mungkin alasan pelit. Atau alasan "kayaknya ikut2
harpot deh..."

Padahal ternyata bagus.
Hiks.
Jadi nyesel nggak baca dari dulu duluuuu
Baaaguuussssss
to simsim: kamu dah jadi baca belom to sim? Kalo belum,, sebaiknya baca.
Apik og...

Eh tapi nggak mau lebay ding. Lagian aku baru baca buku pertamanya. Dua buku
lagi masih menuggu di kotaknya. Hahaha.
Secara garis besar sih ini buku tentang penyihir muda (Nathaniel) yang
cerdas bin angkuh tapi penuh dendam yang memanggil jin level 14 bernama
Bartimaeus, yang gaya bahasanya cerdas dan usil dan sangat kusukai. Jadi
pengen baca bahasa aslinya deh! Kyaaa kyaaa
Ehem.
Nha, si bartimaeus ini dipanggil buat membalas dendam dengan cara yang
(menurut Nathaniel sih) cukup cerdas pula,, gitulah.
Nggak mau cerita terlalu banyak.
Dan di novel ini,, buku yang pertama sih,, nggak banyak (atau malah nggak
ada) kebetulan yang menguntungkan tokoh utama, nggak kayak novel2 lain. Tau
kan? Semacam pas tokoh utama kepepet njuk ada keberuntungan apaaa gitu.
Nggak banyak. Atau nggak ada. Apalagi yang semacam mati-hidup-lagi,, nggak
banget deh. Menurut publishers weekly, novel ini kelam. Tapi sukak.
Fufufu,, ingin segera meneruskan baca,, tapi lagi seru nih. Tak eman2.
Kok aku sering gitu ya kalo baca novel? Aneh deh. Padahal yo masih ada dua
buku lagi....

Ngggg.. tadi kayaknya mau cerita lagi. Tapi apa ya? Kok lupa....
Duh,, sudah diingat2 tetep lupa....
Udah deh. Tidak usah dipaksakan. Tar kalo inget nulis lagi. Yayaya,,,,,

Wednesday, 22 July 2009

blogku jamuran! kok norak yaaaa

hiks.
template lucu (niatnya) yang kubuat mulai dari ngorel sampe ngupload.
kayaknya warnanya berubah deh. mungkin semacam RGB-CMYK? *sotoy mode on
tapi sudahlah.
yang penting udah bukan template default. sudah lebih mencerminkan diriku (apa? jamuran?)
btw,
kenapa jamur?
entah kenapa aku suka sekali.
enak. nyam. dan kalo pengen bikin lucu2an gampang dibuat.
opo sih ta...

pokoknya.
template baru.
yeah. yeah. yeah.

Tuesday, 21 July 2009

sedikit curhat

Sudah lama mau menulis ini, tapi tak pikir2 nggak penting. Tapi tak pikir2
lagi, emang selama ini tulisanku penting? Jadi akhirnya kuputuskan
menulisnya.
Opo sih tak...

Kenapa ya,, orang merespon aneh2 melihatku pakai rok?
Gelgel misalnya,, "wess,, etak so girly..."
Memangnya selama SMA aku ke sekolah pake celana, apa?

Kakak angkatan anak industri :"etta pake rok! Lucunyaaa" (makasih mbak! Aku
memang lucu! :p)
Dan Arin bahkan sangat heran mengetahui koleksi rokku yang ternyata banyak.
"kok kamu punya banyak rok, tak?"
Hmm,, hmm,, hanya karena kalian jarang liat aku pake rok, bukan berarti
koleksi rokku sedikit. Bukan juga berarti aku benci pake rok.

Dulu jaman SD dan awal SMP dreskodku adalah blus berlengan balon dengan
kerah oval, plus rok pendek mengembang. Atau model overall tapi mini. Dulu
punya beberapa. Rok mini juga banyak, tapi lama2 jadi terlalu mini, nggak
pede.

Meski jaman kelas 2 SMP aku sempet bolang abis, dreskod kaos lengan panjang
dan cargo pants yang kantong2nya sering berisi swiss-army knives, coklat,
peniti, dan kadang bahkan peluit. Oh waow.
Minus peluit, sebenarnya rangkaian itu adalah yang kupakai kalo mbolang sama
ayahku. Jadi udah pewe. Akhirnya kemana2 kaos lengan panjang dan cargo
pants. Meski kalo nggak acara bolang nggak bawa barang2 aneh itu...
Tapi toh nyaman2 aja pake rok. Aku bukan anak bolang anti rok. Soalnya dulu
kemana2 dianterin, nggak naek motor sendiri.

Yap yap, rok nggak cocok dengan motor. Kalo naek motor, rok jadi naik sampe
setengah betis, mungkin lebih. Selama ini sih aku mengakalinya dengan pakai
legging. Tapi menurutku enggak banget ah. Legging kan nempel di kulit,
menurutku fungsinya hanya menyamarkan kaki dan bukannya menutupi kaki.
Bukannya mau soksokan apaan, tapi enggak banget ah. Tapi kalo nggak pake
legging tambah enggak banget. Hahah.
Emang yang bener pake celana panjang di dalem, bukan legging. Tapi edan wae!
Aku pernah mencicipinya pas ospek, dimana kita harus pake rok dan di
dalemnya pake celana panjang bukan jins. Panas pooll! Mana di pinggang seseg
banget, dobel2 gitu. Apalagi temen2 yg pake sabuk. Aku juga pake, tapi pake
sabuk padmanaba yg kulingkarkan asal2an yang hanya tertahan miring di
pinggul. Ala anak hipster deh. Lha wong rok-ku nggak ada tempat sabuknya....
Oh ya, aku sempat ngeyel begini ke pemanduku:
"mbak, pake legging aja boleh gak?"
"ngg. jangan deh. Celana aja.."
"nggak punya yang iteemm"
"pinjem apa gimana. Soalnya nanti kita banyak jalan2.."
"haa? sooo?"
"nanti mungkin mampir nyobain wall climbing juga"
"hakk? Wallclimbing pake rok?" (pertanyaan bodoh)
"ya enggaklah, makanya roknya dilepas"
Hng?
Hng?
Lepas rok ditengah jalan? Kalo gitu kenapa sejak awal pake rok?
Dan ternyata sampe akhir ospek aku bahkan tidak melihat adanya wall yang
bisa di-climb. Halah.
Aku tertipu. Sial.
Dasar mbak pemanduuuu

Oh iya. Kenapa pemandu harus pake rok di tiap trainingnya?
Kalo untuk membiasakan diri, maka I'd say kayaknya nggak efektif deh. Yang
terbiasa pake rok ya pake rok, yang nggak biasa pada pake celana dari rumah,
ganti disana. Aku sendiri dari rumah pake rok, tapi hanya karena aku males
ribet ganti2nya. Dateng aja mepet...
Dan sampe sekarang nggak terbiasa tuh. Tetep aja risih, kalo di lampu merah
mesti menjulurkan kaki yang berbalut legging.
Mungkin yang bener memang pake celana, bukan legging. Tapi enggak ah. Pake
celana di dalem rok ki gak nyaman! Bisa2 gatel2 lalala.
Mungkin yang bener, kalo mau pake rok, naiklah mobil, jangan naek motor.
Yayaya,, tapi mobil-e sopo lho yaaa

Tidak menemukan solusi. Gimana2 tetep nyaman pake celana ah. Maafkan,
koleksi rok-ku.... aku tidak nyaman berkegiatan bersama kalian....
*curhat liar tak berarah.

Thursday, 16 July 2009

hari yang aneh, melankolis....

Hari ini habis training pemandu2an. Training-nya tu semacam tipe kepribadian
sanguinis, koleris, melankolis, lalala...
Dan aku zzzz. Haauuu...
Dasarnya aku nggak suka digolong2kan. Pandanglah aku seperti apa adanya
diriku, dan nggak usah mencoba menggolongkan apakah aku termasuk anak
pendiam, atau anak cerewet, atau apa. Waktu ditanya aku tipe apa, aku nggak
merasa ada yang "aku banget". Malah, setiap sifatku ada di tipe yang
berbeda2. Mungkin karena aku tipe komplit. Haha.

Nah.

Habis training pemandu yang tidak begitu kunikmati, aku pergi ke daerah
kraton, deket rumahku yg dulu, mau ngambil kaos. Aku parkir sembarangan dan
motorku jatuh. Gubrak. Aku Cuma mbenerin asal2an dan mengambil kaos dengan
segera. Setelah kaos aman di dalam tas, akupun menyalakan motor.

Hng?
Kok?
Nggak nyalaaaaaa
Dulu aku pernah pake motor shogun biru itu dan pernah jatuh dan nggak bisa
nyala juga. Tapi setelah di-slah beberapa kali lalu nyala. Lha iniiiiiiiii
Kucoba cuk. Masih nggak mau. Capek. Panas. Akhirnya kuputuskan menuntun
motor. Phew....
Berniat mampir ke rumah lama dan minta tolong omku (kalo ada) ato tetangga,,
dan waktu masuk gang aku baru inget. Ada polisi tidur baru dibuat.
Graaaaaaa
Caaapppeeeekkkkk
Rasanya nggak sanggup lagi buat ndorong motor lewat polisi tidur baru itu.
Loyo....

Dan aku melihat mbak yem di depan rumahnya yang mungil. aku sempet ragu,
takut kalo aku berinteraksi dengannya aku bakal nangis...
Btw, mbak yem adalah pengasuhku waktu kecil. Dia nggak bekerja di rumahku
lagi karena menikah, dan tinggal entah dimana. Nha, waktu aku pindah ke
kraton, ternyata dia sama suaminya tinggal dekat sana. What a coincidence!
Tapi waktu itu aku udah rada gede dan nggak begitu inget sama mbak yem, dan
aku nggak pernah mampir ke rumahnya bahkan hanya untuk menyapa. Belakangan
aku merasa itu super jahat, dan aku mulai inget kalo dulu aku suka minta
tidur sama mbak yem dan nggak mau tidur di kamarku sendiri, dan itu
membuatku selalu pengen nangis kalo liat dia dari jauh. Akhirnya aku
memutuskan untuk enggak sering2 lewat depan rumahnya.
Jahat banget yaaaaa
Tapi aku nggak pede ee, kalo harus menangis Bombay di depan rumahnya,,
tempat rame lho yaaa

Eniwei,
Setelah curhat singkat tentang motorku, mbak yem berkata "mbak rumahnya
dimana?"
Eh?
Lho?
"ini etta mbak..." aku ingah-ingih menunjuk diri sendiri.
"ooooo. Motornya taro situ aja, tak panggilin pak slamet (tetangga)..."
Melihat sikapnya yang biasa saja, aku memarkir motor dan masuk ke rumah.
Diberi segelas air. Mbak yem masuk kamar mandi untuk cuci tangan.
Tiba2 dia keluar kamar mandi dengan bercucuran air mata.
"oalah.. etta... saya pangling.. udah gede banget..."
Aku kaget.
"maaf ya saya udah nggak bisa bantu apa2..." mbak yem mengatakannya sambil
terisak2.
Aku bener2 nggak kuat. Akhirnya sesenggukan. Aku yang harusnya ngomong gitu
mbak,, aku yang nggak pernah bantu apa2.. padahal aku udah segede gini,,
udah bukan anak kecil yang minta ditemenin nonton "si manis jembatan ancol"
atau minta tidur bareng...
Aku bener2 nggak bisa tahan. Nggak bisa berhenti sesenggukan... hiks.
Apalagi waktu pak slamet dateng, dia bilang "mana motornya mbak kas?"
Hng?
Mbak kas?
Kasinem?
Kasiyem?
Selama ini aku Cuma tau namanya "mbak yem"...

Azan. Mbak yem menyuruhku solat dulu. Aku solat sambil terisak2 nggak bisa
berhenti. Dan di kejauhan aku mendengar motorku di-slah beberapa kali dan
menyala dengan sempurna. Mungkin tadi cuk-nya telat bekerja. Atau apa.
Entahlah...
Setelah itu mbak yem menyuruhku makan. Aku nggak enak benget makan disana,
gimana kalo nanti makan-nya nggak cukup untuk suami dan anaknya? Tapi mbak
yem maksa, dan aku masih sesenggukan. Males juga naik motor sambil
sesenggukan gini...
Aku makan, mbak yem solat.
Setelah itu kami ngobrol panjang lebar. Aku bahkan disuruh tidur disana.
"masih capek to? Mana rumahnya jauh..." "sini dulu aja,, apa nginep sini
sekalian.."
Hiiks. Aku dah mulai nagis lagi. Biasanya aku bukan anak cengeng, apalagi
kalo menyangkut kemalanganku sendiri. Tapi hari ini aku super cengeng. Aku
kangen mbak yem,, dan aku udah jahat sama mbak yem,, dan betapa aku sekarang
sudah sangat besar dan sebagainya.
Setiap kali mbak yem cerita tentang aku waktu kecil, aku susah payah nahan
nangis. Apalagi waktu dia bilang "dulu waktu pindah sini saya masih sering
mimpi di rumah karangkajen (rumahku dulu), sama waktu di Jakarta..." (mbak
yem ikut ibukku udah lama. Sejak ibukku bolak-balik Jakarta gitu kayaknya).
Akupun mnyegerakan pulang. Takut bener2 sesenggukan di jalan. Aku ngasih
nomer telepon dan nomernya ibuk.
Dan ternyata bener. Aku sesenggukan di jalan. Bodok ah. Mudah2an gak ada yg
liat.
Sampe gang rumah aku masih agak sesenggukan dan berpikir gimana caranya
bertampang innocent tanpa cegukan di depan ibukku. Ternyata ibukku mbukain
pintu.
"gimana? Katanya jatoh?"
Lho? Mbak yem telpon rupanya.
"mbak yem tadi telpon bilang etta jatoh, trus langsung nangis2,, ibuk kaget
kirain etta kenapa2..."
"..."
"kenapa mbak? Etta kenapa?" ibukku memperagakan kepanikannya.
Ibuk bilang mbak yem nangis dan bilang betapa sudah besarnya aku dan macam2
hal lagi.
Akupun menangis Bombay lagi. Gagal deh tampang innocent-nya....
Dan bodohnya, aku nggak ngabari mbak yem. Sampe dia telpon aku udah nyampe
rumah apa belum.
Hiks.
Hari ini aneh deh.
Nggak nyangka sama sekali bakal jadi hari yang sangat melankolis.
Hiks.
Aku nulis ini dan mulai nangis lagi. Habis,, aku bener2 mulai inget masa
kecilku bersama mbak yem.. (memangnya aku pernah amnesia apa?) Tapi ya gitu
deh. Mungkin sebelumnya aku lupa karena memang nggak berusaha ingat. Merasa
nggak butuh ingat, mungkin.
Betapa aku sangat egois. Betapa nggak ada feed-back untuk mbak yem dariku.
Tunggulah mbak yem. Semoga aku selalu ingat mbak yem, dan saat aku dapat
rezeki, aku selalu ingat untuk berbagi....
Hiks.
Nggak mau nyuekin mbak yem lagi. Hiks. Hiks.

Btw, aku heran deh. Mbak yem begitu hebatnya mengontrol emosi. Sesenggukan
sebentar, lalu bisa berhenti dan berbicara dengan benar. Kalo aku, sekali
sesenggukan susah banget berhenti dan nggak bisa ngomong. Ada tips? Haha.

Saturday, 11 July 2009

banyak hal

Akhir2 ini aku sibuukk banget. Selama liburan aku memang mencari kesibukan
yang berguna, dan, ya, aku menikmati kesibukanku sekarang. Meski kadang
harus berkelana dari satu ujung jogja ke ujung lainnya, atau bahkan
memperbaiki LPJ di tengah malam untuk diserahkan esok paginya dan ternyata
bapaknya pergi gak balik2. Hiks. Sedih.
Tapi, ya, sekali lagi, aku menikmatinya :D
Mumpung lagi agak santai, ada banyak hal yang ingin kuceritakan. Entah mau
mulai dari mana. Yang pasti, kemarin aku menyempatkan diri dateng ke acara
PTTA (acara tutup taun-nya padmanaba) di tengah wara-wiri-ku kemana2. Pengen
ketemu temen2! Udah lama nggak ketemu. Pasti seru! Meski tadinya agak migren
(lagi2 dia muncul), akhirnya kuputuskan berangkat dengan copey dan malamnya
menginap di rumah Acha.
Bertemu dengan teman2 lama, ada kabar yang cukup mengejutkan. Si N lagi
deket sama si D. dan katanya, si D yang mengejar2 (?) si N. padahal, aku
selama tiga tahun sekelas dengan N, dan pada dua tahun terakhir mendengar
kalimat2 seperti "si D cakep,,luucuuu" dan "ihihihh.. lucuu.." dan lain2
yang masih semacam, dengan intensitas yang membuatku bosan (kelopak mata
menutup setengah, bola mata menghilang ke sudut atas).
Dan sekarang, si D yang mengejar2 (? Rada mak-ding-ding deh dg kata
"mengejar2") si N? waoowww. Luccuunyaaaaaa
Aku bener2 heran deh. Kagum. Kok bisa yaaa
"kejarlah daku kau kutangkap" komentar copey. Hmm. Hmm. Setuju.
Lucunyaaaa. Aku turut berbahagia!

Malem abis PTTA kelaparan dan pengen jajan tapi nungguin gupi manggung (?).
hakakak. Kami menyoraki gupi. Eh. Bukan kami sih. Aku gak ikut2. Rada malu
juga,, itu kan acaranya 64,, tapi malah kita yg heboh.. hakakakakkk.
Jadi setelah itu kami mencari tempat makan yang cukup aman bagi 7 cewek yang
keluyuran malem2, dan pilihan jatuh pada KFC. Aku baru inget gak punya duit.
Ada sih, tapi itu duit modal,, bukan duit jajan T.T
Tapi ternyata Sandra uangnya gede, jadi akhirnya nombokin dulu. Dan dia
pulang pagi2 dan lupa menagihi kami.
Apa, San ? kamu ikhlas San? Oh,, makasi makasi... (Sandra langsung nyari
sandal buat dilempar :p)

Btw to, hari ini aku banyak ngelamun tentang bisnis yang sedang kugarap.
Kepikiran omongan copey kemarin: "kamu kok pede banget e ambil 10,, mbok 5
aja dulu..."
Kalo 5 dulu biaya produksi tambah mahal peeyyy. Dan aku tadinya optimis.
Tapi sekarang jadi mikir2 ni. Mungkin copey bener juga. Aku kepedean.
Tapi berhubung udah terlanjur, ya gimana lagi. Optimis aja lah. Semangat!

Ngelamunku rada parah deh. Tadi di kawasan nol kilometer, di lampu merah
yang tinggal tiga detik lagi berubah hijau. Anak balita di mobil sebelah:
"mbaakk... mbaakkk..."
Lalu terdengar ibunya juga berkata "mbak.. mbak..."
Aku yang lagi ngelamun langsung kaget lebay. Haha. Ternyata ibunya mau nanya
jalan ke tugu. Kok ya pas tiga detik lagi lampu ijooo...
Aku rada kaget, jadi mikirnya lama. Kendaraan di belakang mulai
meng-klakson.
Untuk menghemat waktu, aku bilang aja "ikut jalan ini, ke kanan, terus
kiri..."
Tentu saja itu masih jauh dari tugu. Tapi paling tidak mereka ada di arah
yang benar.
Lalu aku jalan lagi, dan baru sadar susunan kata-ku salah. Harusnya "ikut
jalan ke kanan ini, trus belok kiri" bukan "ikut jalan, kanan, trus kiri..."
Aku jadi nggak enak nih. Meyesatkan. Kalo ngikuti arahanku, mereka bakal
sampe jalan suparman, jauh banget dari tugu. Kasiaaannnn. Aku Cuma bisa
berdoa, mudah2an orang2 itu tadi tanya ke orang lain setelah aku, dan dapat
mencapai tujuan dengan cepat. Amin.

Pokoknya,, kemarin, dan hari ini, berkumpul dengan teman2 sangat
menyenangkan! Meski pulangnya aku nggak ikutan makan siang bareng dan
memutuskan untuk menuntaskan urusanku,, tapi puas rasanya.
Dan sekarang urusanku agak lebih beres. Agak santai. Tinggal tunggu hari
selasa atau rabu.
Copey, Indik, dan teman2 semua,, mohon bantuan dan doanya! Mudah2an kita
sukses!
Amin.

Sunday, 5 July 2009

malumalu doongg

Kata aming: malumalu doong,, malumalu doong,, kamu ketauan bencoongg...

Akuu maaalluuuuu
Bukan karena ketauan boong, apalagi ketauan bencong.
Tapi karena
Nilai B untuk bahasa inggris itu ternyata baru nilai toefl.
Haks.
Meski tidak menutup kemungkinan aku masih bisa dapet nilai B sih.
Tapiii
Maaaaluuuu
Padahal aku udah graong2.
maaalluuuuu

gak jadi IP 4. ahahahaaaa *ketawa abnormal*

Hiks. Tadi aku liat portal akademik, dan kaget ada satu nilai yang udah
keluar.
Dapet B.
Dan.. apakah itu????

Bahasa Inggris!!!
OMG!!!
B for English??? Oh waoww.
Selama ini aku ngerjain kuis, UTS, dan UAS dengan sukses kok kayaknya. Pake
mbatang2. Waktunya nyisa buanyak.

Oh waow.
If I might be a bit arrogant, B for English is such indignity for me.
Haha. Sombongnyaaa
Tapiiii
This is quite shocking for me.
Meski memberiku pelajaran penting: gak semua yang aku yakini itu benar,,
bahkan meskipun orang lain juga meyakininya.
Meskipun beberapa orang meyakini English-ku cukup baik, bukan berarti
English-ku benar2 baik. Ngerti, kan?

Ya
Ya
Ya

Mencoba untuk ikhlas.
Dan waktu sms gelgel,, dia bilang nilainya nggak ada??!!!
I wish I were just imagining. That was not real...
Tapi nggak mungkin deh. Aku yakin aku liat B disamping "bahasa inggris dan
kemampuan menulis kritis"
Meskipun begitu aku liat nilaiku dan kulihat sekali lagi, langsung tak-close
windownya. Shocked.
Ahh
Sudahlah.
Ikhlas ta,, ikhlas.....