Wednesday, 25 November 2009

Martabak MANIS (katanya)

Ngga punya bahan cerita ni,, tapi barusan ibuk sama kakakku pulang, bawa
martabak manis.
Beli di depan indomaret baru deket rumah.

Kata mereka,,
MAS yang jual martabak MANIS!
Eh, salah, mereka bilang cakep ding.
Kayak sahrul gunawan katanya.
Kata ibukku "tapi cakepan masnya yang jual martabak..."

Aku sih manggut2 aja.
Eman2 banget kalo emang cakep,, mending jadi artis mas,, daripada jual
martabak....
Tapi ya,, hidup ini kan penuh pilihan (tsah)

Lain kali kalo lewat indomaret tengak-tengok ah,, penasaran secakep apa sih
si mas martabak ini,, gagaga.
Martabaknya sendiri kebanyakan meses menurutku,, kemanisan!! Atau mungkin,,
MANIS bangettt (haha)

Hmmm,,,
Sahrul gunawan ya,,
Ada yang berminat? Silakan beli martabak manis-nya si mas manis,,


Eh,,
Betewe,,
Masak suatu hari aku ketemu beberapa senior:
Senior A: kok kamu sekarang jadi cewek tak?
Senior B: ha? Emang kamu dulu banci tak? (jah)

Aku malah nggak peduli omongan si senior B. justru ucapan senior A yang
bikin kepikiran.
Apa-apaan?
Kata senior A, hari itu aku pake baju cewek,, tumben.
Memangnya selama ini aku pake baju cowok apaa??
Kayaknya biasa wae ah. Nggak cowok2 banget juga.
Mbuh deng.

Sebenarnya sudah kupustuskan untuk melupakan saja kata2 si senior,, hehe.
Biasa wae ah!

Monday, 2 November 2009

seberapa rindu?

Sebelumnya,,
Sedih juga blogku eror,, padahal nggak tak apa2in...
Di blog roll orang2 post terakhirku tu yg kawat gigi itu,, padahal aku nulis
tentang JJC juga,,,
Huhuuuu pantesan gak ada yang ngomen T.T
Komen dong! Hehehehe...


"seberapa rindu?"

Aku tau sebuah lagu,, yang nyanyi orang india gitu. Gak tau ini tergolong lagu
rohani apa bukan.

I am, missing you
Oh, Krishna, where are you?
I am, missing you
Oh, Krishna, where are you?

Though I can’t see you
I heard your flute all around
Though I can’t see you
I heard your flute all around

Please come, wipe my tears
And make me smile
Please come, wipe my tears
And make me smile


Entah karena penyanyinya bersuara tinggi dan meliuk-liuk, atau menyanyi dengan
penuh perasaan,, yang pasti aku merinding dengernya.
Hheee iya,, merinding.
Aku bener2 membayangkan seorang yang bersuara meliuk2 sedang menangis,
merindukan tuhannya…
Meski ia nggak bisa melihat tuhannya, tapi ia bener2 percaya dan yakin, bahwa
tuhannya akan membuatnya lupa akan kesedihannya.

Bagaimana denganku?

Shalat lima kali sehari, memang iya.
Tapi bahkan untuk berdoa dan berdzikir setelah shalat fardhu,, kadang
dipercepat hanya karena kuliah sebentar lagi mulai, atau sudah harus
berangkat, atau agar orang lain tidak menunggu terlalu lama.
Alasan2 macam itu.

Aku yang seperti ini,
Seberapa rindukah aku pada tuhanku?

Shalat memang lima kali sehari.
Sudah seperti kebiasaan.
Tapi,, apakah karena “kebiasaan” itulah,, lama2 esensi “bertemu tuhan” jadi
pudar??
Jadi semacam “aku harus shalat!” dan setelah itu “kewajiban terpenuhi,, kembali
ke aktivitas”
Kayak robot.
Nggak ada feel nya. Halah. Maksudku,, nggak dihayati gitu loo

Sebenarnya udah lama aku menyadari hal ini,, dan sebisa mungkin lebih kusyuk
dalam shalat dan berdoa.
Susah juga!
Terutama kalo waktu sudah menunjukkan satu lebih sepuluh padahal kelas
mulai jam satu
Atau ada teman yang menyela “Tak,, pinjem rukuh dong” saat aku berdoa.
Sebel sih,, tapi nggak enak juga kalo mau doa lama2.
Jadi biasanya aku pinjemin,, terus lanjutin berdoa di belakang.
Tapi seringnya di belakang banyak anak yang lagi cerita apaa dan aku diajak
cerita.
Haduuuu
Sama sekali nggak menyalahkan anak2 yang cerita2 di musola, dan aku juga
sering gitu juga :p
Tapi kok ya kamu tu gampang terpengaruh gitu lho Ta…

Aku jadi inget,,
Beberapa teman yang nasrani,,
Mereka menangkupkan tangan dan menunduk,, berdoa dengan kusyuk sebelum
makan.
Tapi aku nggak pernah liat orang mengangkat tangan ala islam dan berdoa
sebelum makan….
Kepikiran,, dan pengen melaksanakan,, tapi kalo nggak ada temennya nggak
pede juga,,
Padahal,, halooo kenapa mesti nggak pede ya? Itu kan hal positif,, dan orang
lain kalo liat mungkin bakal ikut meniru,, mungkin looo

Kalo makan bareng aku,,
Ingatkan aku untuk mengangkat tangan dan berdoa. Temenin sekalian kalo
mau. Oke?

Kembali ke kerinduan pada tuhan,,
Kalo aku lagi nggak shalat,, aku enggak berdoa. Bukannya samasekali sih,, tapi
paling2 doa keluar rumah, masuk-keluar kamar mandi, dsb.
Tapi nggak mendoakan orang tua, dan lalala yang biasa kulakukan setelah
shalat.
Kepikiran untuk mendoakan mereka sebelum tidur,, tapi waktu aku duduk di
tempat tidur dan berdoa,, kok aku malah keinget film2 barat yang berdoa
menghadap salib ya?
Hakakak. Emang suka ngayal ni anak,, maklumlah,,
Tapi tetep aja,, rasanya kok berdoa bersimpuh di tempat tidur tu “doesn’t feel
right” aja gitu. Heheh.

Seharusnya,, hanya karena aku lagi enggak shalat bukan berarti mendoakan
orang2 yang biasa kudoakan jadi absen dong?
Kasian mereka,, siapa tau nggak ada orang lain yang mendoakan mereka selain
aku (mungkin nggak ya?)

Duh,,
Udah nggak au mau nulis apa lagi. Panas banget pula. Mandi ah.
Maaf nggantung. Tar kalo niat tak lanjutin lagi deh.
Pendapat kalian sangat ditunggu :D

Friday, 23 October 2009

Ramah=centil, inevitable kah?

Selama ini, aku merasa aku sama sekali tidak tergolong orang yang ramah.
Tersenyum dan menyapa kalo ketemu orang aja aku males. Entah kenapa. Padahal
energi yang dikeluarkan untuk senyum dan sapa kayaknya enggak banyak lo.
Hh,, entahlah...
Selain itu, aku sering mikir sambil jalan,, jadi aku jarang jalan sambil
ndlongop-pikiran kosong,, seringnya malah jalan cepat dengan wajah
mengernyit karena sambil mikir. Aku juga sering tiba2 bilang "aha!" atau
"oiya!" padahal aku dan teman2 nggak lagi ngomongin apapun yang mengundang
"aha" atau "oiya".
Oiya (nah kan), soal jalan cepat itu,, itu kebiasaanku sejak kecil. Entah
kenapa dulu aku hobi banget jalan cepat dari rumah ke TK, dari rumah ke SD.
Kakak2ku juga,, tapi karena mereka memang jangkung2. Kalo aku pergi ke mall
sama kakakku, kami melewati konter2 yang lagi enggak kami perlukan (semacam
konter kosmetik dan tas2 mahal) dengan sangat cepat, kayak balapan dulu2an.
Atau,, pernah terpikir olehku,, kayak peserta "uang kaget" acaranya Helmy
Yahya,, dimana orang tiba2 dikasih 20 juta dan lalu belanja dengan terburu2
dan panik.
Semacam itulah.

Aku cukup kagum dengan seorang teman yang lucu-manja-cenderung centil (ini
sudut pandangku banget lho). Nha,, si teman ini sangat ramah,, selalu
menyapa kalo ketemu. Padahal sih aku jarang ngobrol sama dia,, jarang
sekelas juga. Tapi,, dia memang ramah dan bisa dekat dengan banyak orang!
Awalnya aku melihat si teman ini pada sisi "centil" nya saja, melihat
caranya berdandan dan berpakaian. Ah,, wajar aja si centil dekat dengan
cowok2, serta cewek2 salon.
Tapi,, dia memang ramah kok! Aku merasa cukup nyaman ngorol dengannya,,
meski kadang2 dandanannya nggak nyaman di mata. Ahaha. Maklum,, jarang2 liat
yang begitu di teknik...

Semua orang senang diperlakukan dengan baik.

Jika kita bersikap ramah, orang akan merasa diperlakukan dengan baik.

Bersikaplah ramah!

Yaya,, teorinya sih begitu.
Dan aku mencoba. Bukan apa2 ya,, ini hubungannya dengan self improvement
gitu deh,, nggak mau kan,, terus stagnan dan nggak berkembang?
Satu kali, aku mewawancara seorang kakak angkatan untuk tugas ergo,, dan
mencoba bernada ramah ceria. Aku mendengar diri sendiri bicara kepada si
kakak, dan berpikir "Jah,, wawancara gini doang,, centil amat sih kamu
Ta..."
Nggak tau deh, apakah aku benar2 terdengar centil ato Cuma sentimen-ku aja,
secara aku jarang2 bernada ramah-ceria.
Tapi si kakak sepertinya merasa nyaman, diperlakukan dengan baik, dan
meladeni pertanyaan2ku dengan baik. Bahkan cerita panjang lebar!
Berhasilkah??
Tapi masih aja,, aku merasa jadi anak centil mendadak.

Percobaan kedua benar2 bikin down.
Di perpus,, aku berniat duduk di seberang teman seangkatan yang pelit omong,
tapi kenal sih. Nggak enak juga kan kalo nggak nyapa, jadi aku menyapa. Sok
ramah gitu dehh.
"eh,, bang I**y..." (bang I**y adalah julukan yang diberikan teman2
padanya,, aku sih ikut2an aja...)

Guess what?
Tidak ada reaksi selama sedetik.
Lalu akhirnya dia mendongak sedikit dari buku yang dibacanya, dan menunduk
lagi.
Dengan gerakan lambat dan wajah lempeng.
Tanpa senyum, apalagi "hai"
What the....???????

Sambel betul!
Aku membeku dengan senyum membeku,, komik banget dah.
Dan Arin disebelahku juga membeku.

Se-nggak ramah-nggak ramah-nya aku,, kalo disapa ya paling enggak senyum
laah
Nek ikiiiiiiiii

Ada beberapa dugaan,, pertama, dia nggak suka dipanggil bang i**y, jadi dia
memutuskan untuk berwajah lempeng saja.
Kedua, dia se-nggak-suka itu sama aku dan Arin, jadi dia memutuskan untuk
pura2 nggak kenal.
Ketiga, dia emang nggak merasa mengenal kami.
Keempat, aku kelewat bernada ceria dan dia memutuskan untuk merasa gilo.

Enggak koooookkkkkk
Aku padahal menyapa dengan nada biasa sajjaaa
Tanya saja Arin!! Benar2 biasa! Hanya saja aku nggak pernah menyapanya
sebelumnya sih,, jarang ketemu sih. Ketemu juga gak nyapa,, hoho.
Jadi proyek "jadi anak ramah"ku tertunda deh. Down juga diperlakukan begitu.
Sambel kau,, bang i**y. hahah.

Ramah=centil, inevitable kah?
Bukannya sok british,, tapi kayaknya "inevitable" lebih kedengaran pas,,
daripada misalnya "tidak terelakkan"
Kayaknya ini sentimen pribadi deh,, aku jadi merasa menjadi anak centil,,
karena terlanjur men-judge si teman yang ramah sebagai anak centil.
Mungkin....

Eh, tapi apakah semua orang yang ramah jadi berbau centil? Kayaknya kok
enggak juga ya,,
Buktinya,, lelaki juga banyak yang ramah dan tidak terkesan centil,,, (ada
juga sih yg terkesan centil,, gagaga)

Tapi sebenarnya,, apakah selama ini aku tergolong anak tidak ramah ato biasa
saja?
Tapi,, aku merasa kalo bisa lebih ramah lagi kenapa enggak,, gitu...
Btw aku sering disapa ato menyapa orang yang lewat dengan wajah berkerut dan
nada lempeng deh kayaknya.
Semacam "oh ha lo mbak" dan "oh ha lo mas" dengan nada lempeng. Dan bunyi
"oh" di depannya itu membuktikan aku sedang memikirkan sesuatu sebelumnya.
Duh,, kenapa ya aku suka mikir macem2 bahkan hal2 nggak penting sekalipun?
Sambil jalan pula.
Kalo begini aku bisa cepet keriput niii hehehe...

Btw mari budayakan menyapa! (temenin aku yang lagi self improving ini!)

Sunday, 18 October 2009

JJC,, senang,,,,

Kemarin anak2 TI ngajak nonton Jogja Java Festival (JJC) bareng. Kalo biasanya sih aku males, soalnya jauh dari rumah. Tapi kemaren itu aku seharian di rumah Kraton, bukan di Tajem, jadi semacam okelah kalok begitu!
Sebenarnya, mumpung di selatan, aku sempet maen ke rumah tanteku,, dan, ujung2nya aku balik ke kraton beserta sepupuku Ayu, tante, suami, dan anaknya yg masi 3 tahun poya…
Akhirnya nonton JJC bareng oknum2 itu. Plus kakak dan ibukku.
Karena bawa anak kecil, jadi gak berani desak2an di sepanjang jalan A Yani-Malioboro, jadi awalnya kami stuck di alun2, gak enak kalo jalan sendiri.
Tapi…
Tapii…
Tapiii…
Apa2an nonton dari layar tancep doang! Ini mah mending di rumah sambil tiduran!
Lalu om-ku akhirnya berkata, “kalian kalo mau ke sana gapapa lo,, yang masih muda-mudi ni…”
Hahaha. Kata2 yang kami tunggu. Aku dan Ayu segera capcus.

Ayu,, lov U so much!! Kami berdua langsing2 pandai menyelinap,, dan akhirnya bahkan bisa sampai barisan kedua di seberang Monumen Serum 1 maret! Tempat yang super pewe!! Gyaa gyaaa
Mbatang menunggu mobil karnaval pertama ngetem. Sumpah lama banget, sampe2 gelgel telpon “ini lagi ngapain sih? Masih pertama2 ya?—iya gel, yang dihadapanku ntu yang pertama banget, soalnya aku dah disana sejak BELUM ADA APA-APA, betah banget yaa
Sempat gerimis, tapi untung nggak berlanjut. Btw, pengen gabung sama anak2 TI,, rame katanya. Tapi kalian di depan mirota batik, katanya? Enakan spot-ku banget lah,, gege.
Lalu,, beberapa saat setelah karnavalnya jalan, aku malah dapet barisan depan. Wuaaa lucky lucky me!!!

Mbatang, ngobrol sendiri.

Foto diatas itu pas mereka mbatang, belum jalan,, ada yang ngobrol, ngerokok,, hahah.
Mereka berdua ngobrol tadinya, tp pas mau tak foto malah udahan ngobrolnya. Wola. Gak seru ah.

Antusiasme masyarakat. Waow

Ini Buto. Rada horror juga lho,, pake nuding2 penonton barang,,

Ada mas2 ber SLR canon yang pose memotretnya oke banget (fotografer tapi pose bok!) dan aku sempat kagum: “wuss,, pose motonya oke abiiss”



Gak jelas ya? Gak tak edit dulu sih,, remang2 pula…

Dan segera nggak mau kagum lagi setelah dua kali dia nutupin kamera hapeku,, nyelonong gitu aja…

Graaa!


Suka ini! (jelas bukan mas2 di kiri bawah)



Kayak yang Jember Fashion Carnival tu loo

Sebenarnya ada foto2 yg lain,, tp tak uplot di fesbuk aja ah. Takut dikira pamer (padahal yo emang pamer,, maklum,, baru kali ini dapet barisan depan)
Oiya,,
Di carnival itu ada temenku Ocha! Temen SMA,, yang kelihatan sangat keren bin manis dengan baju ijo minimalis dan sungut2 melengkung dari punggungnya (nggak jelas bgt ya deskripsiku xP) sayangnya aku gak sempet moto,, dan entah kenapa canggung menyapa,, banyak orang bersuit2 padanya….


Eh eh.
Btw,,
Aku liat barang2 seserahannya kakakku dan mengambil handuk. Lalu tiba2 saja tanganku udah begerak2.


tara!

Hanya percobaan sementara sih,, kotaknya aja nggak match,, asal ambil di kamar,,
Tapi semua orang menyukai si kucing ini,, jadi munkin kamu akan pindah kandang yang lebih bagus, cing! Gagaga. Yah,, aku sih dengan senang hati bikin2 ginian,, apa sih, yang enggak buat kakak perempuan satu2nya?
Tapi UTS e.
Bisa nggak ya?
Semangat Ta, semangat!

Saturday, 10 October 2009

struktur gigi,, kawat gigi

Dari dulu aku bertanya-tanya, kenapa orang desa giginya jelek?
Ehem.
Sebenernya rada gimanaa gitu ngepost disini. Tapiiii siapa tau ada yang tau jawabannya,, ya kan?

Yang kumaksud dengan gigi jelek itu, bisa keropos, ompong, dan atau struktur gigi yang buruk. Nah,, yang kuamati nih,, seringnya sih yang struktur buruk itu. Misal giginya bertumpuk2 sampe susah mengatupkan bibir, kalo ngomong jadi kurang jelas,, dan tetanggaku bahkan (maaf buuu) giginya ngilu kalo kena angin dingin (tau kenapa? Yaya,, karena giginya tidak terlindung bibir, alias nongol gitu deh)

Oh. Perlu ditekankan, aku bukan dokter gigi, juga bukan mahasiswa kedokteran gigi. Jadi kalo post ini makin kebawah makin sotoy,, mohon dibenarkan. Oke?
Kedua,, bukannya aku sok ber-struktur gigi bagus,, atau karena aku adalah pengguna behel. Ini semata-mata hanya karena penasaran dan ingin share saja...

Balik ke struktur gigi orang desa,,
Kira-kira kenapa ya?
Tetanggaku, bahkan, dari nenek-ibu-anak struktur giginya mirip2,, mirip parahnya. Bahkan tetangga sebelah2nya lagi yang nggak ada hubungan darah juga struktur giginya tidak terlalu baik.
Padahal, kalo dipikir2, penggunaan dot di desa kan lebih minim dibanding di kota (dot adalah tertuduh perusak struktur gigi),, tapi orang kota (sekitar tempat tinggalku dulu) jarang2 tu kayaknya yang struktur giginya separah orang2 yang kutemui di desa (tempatku tinggal sekarang...) bahkan bagi mereka yang nggak pernah pakai behel/kawat gigi seumur hidupnya.
Kira-kira apa ya?
Dugaan pertama : lifestyle.
Yaya,, tapi apa?
Hobi menggigit tebu? --> waton pol
Suka menggigit bibir? --> ini sih terlalu umum
Suka teriak-teriak? --> mulai gawe2

Dugaan kedua, masih ada hubungannya dengan lifestyle, orang desa kurang peduli dengan kesehatan gigi,, misalnya mereka kurang peduli bahwa gigi susu yang sudah goyah sebaiknya dicabut, atau apa, jadi akhirnya jumlah gigi lebih banyak daripada seharusnya, dan bertumpuk2 dalam rahang yang kecil.
Oh iya,, soal mencabut gigi susu ini,, kata dokterku mungkin aja ada orang yang gigi susunya nggak tanggal2 bahkan sampai dewasa, dan jangan asal dicabut,, karena mungkin aja dia nggak punya tunas gigi dewasa. Kalo dicabut,, berarti ompong permanen!! Sehingga harus di-rontgen dulu,, cek apakah ada tunas gigi dewasa ato enggak...

Nah, dugaan ketiga : genetis.
Tapiii masak sih mereka menikah dengan tetangga2 ato sodara2nya aja? (meskipun sangat mungkin sih)
Tapi tetep aja aneh. Apalagi tentang menikah dengan sodara itu,, bisa2 anaknya cacat,, ya kan?
Lagian,, mewariskan kromosom yang berisi informasi struktur gigi terdengar krikrik haurhaurr (raceto)
Habiiissss
Abangku giginya bagus,, dan waktu balita-TK-SD sering jadi model -piiiipp- (sensor) karena giginya bagus. Padahal ayah-ibuku giginya biasa wae. Kata ibuku,, waktu hamil abang, ibuk sering minum redoxon,, jadi tulang dan gigi abangku bagus. Ini juga menjelaskan tinggi badannya yang kurang umum. Hahah.
Begitulah.

Any idea?
Aku bener2 penasaran niii


Lalu,, aku pengen membahas kawat gigi.
Ada yang bilang haram.
Alasannya, karena mengubah ciptaan tuhan gitu.
Beberapa sumber menyatakan bahwa kalo pemakaian kawat gigi dimaksudkan untuk mencegah penyakit, atau, katakanlah,, akan terjadi sesuatu yang buruk kalo si orang nggak pake kawat gigi,, maka hukumnya boleh.
Dasarnya penggunaan kawat gigi sendiri selain alasan penampilan,, juga dapat memperbaiki proses pengunyahan, memperbaiki posisi rahang, dsb (sekali lagi,, aku bukan dokter gigi ato mahasiswa KG)

Lalu,, ada orang2 yang bertanya,, "kamu sendiri kenapa pake kawat gigi?"
Hmm,, oke. Sebenarnya aku telah diprovokasi untuk menggunakan kawat gigi sejak kelas 5 SD, oleh dokter gigi yang sama dengan yang akhirnya memasangkannya padaku 5 tahun kemudian. Alasannya,, gigiku ukurannya cukup besar untuk rahangku yang kecil, sehingga seiring pertumbuhan,, gigi2 itu bakal berdesakan dan bisa2 bertumpuk2 dan nongol keluar (now that I think about it, serem juga kalo mesti ngilu tiap kena angin)
Nah, waktu SD, aku nggak mau pake kawat karena nggak keren.
Pas SMP, kawat gigi mulai tren,, tapi aku liat temen2ku banyak bgt yang pake dan tetep nggak keren.
Pas SMA,, aku tambah diprovokasi sama dokterku. Alasannya, gigi geraham baruku bakal segera tumbuh, dan makin mendesak gigi2 yang lain. Oh waow. Aku mulai mikir,, dan akhirnya mau dikawat. Meskipun tetep nggak keren juga sih. Halah.

Nah,, dengan alasan macam itu,, apakah kasusku ini tergolong haram atau tidak haram??
Sekarang karena aku udah setengah jalan,, nggak mungkin juga kan tiba2 ngelepas kawat dan memasang kembali gigi yang dicabut (oh waow jijik banget lah,, giginya juga pastinya nggak disimpen sama dokterku KAN?)
Aku sih liat manfaatnya aja: gigi nggak keluar, insya allah nggak ngilu kena angin, posisi rahang membaik, pengunyahan optimal, dsb, dsb.
Karena,, pengunyahan yang baik mendukung pencernaan yang baik pula. Dan pencernaan yang baik,, serius,, sangat krusial bagi tubuh. Gimana makanan bisa diserap tubuh kalo nggak dicerna dengan baik?? Ya nggak??

Oh iya. Kata temanku mantan pengguna behel, di akhir perawatan giginya dikikir biar rata.
Nggak tau itu optional atau prosedural. Kikir gigi kan haram!
Tapi temanku si gelgel menyadari kalo gigi depanku turun satu (ya ampun,, awalnya aku bahkan nggak nyadar gel!)
Jadi mungkin nantinya gigiku dikikir juga.
Mungkin lhoo,, aku juga belum tanya ke dokterku. Tapi,, enaknya gimana ya?
Sebenernya, kalopun nggak dikikir nggak papa juga sih, toh yang nyadar Cuma gelgel ini. Haha.
Tapi kalo dikikir dan tambah bagus juga aku seneng. Gege.
Tapi haram.
Hmmm.....
Aku semacam orang bertato mau tobat yang memegang setrika dengan tangan gemetar.
Eh,, YA NGGAK LAH.
Kok idiomku nggak oke banget sih.

Enaknya gimana ya? Any idea??

Btw kawat tren lagi ya?
Apa Cuma di teknik industri?
Banyak bgt yang baru pake/ mau pake. Baru pake: emmy, putri, arin. Mau pake: vita, manda, gelgel.
Hm,, padahal aku baru aja merasa bimbang2 gimanaaaa
Ini malah pada ikut2. Jadi seneng,, banyak temennya. Halah.
Yaaa tapi sebentar lagi aku mo copot behel,, meskipun aku bilang enggak mau copot,, nanti nggak lucu lagi :p

Btw lagi,, dokter gigi ki sugih tenan yo.
Sekali masang behel 4 juta. Keramik 6 juta. Titanium 10-12 juta.
Sekali kontrol bisa sampe 60 ribu. Sehari bisa sampe 15 pasien. Eh tapi nggak semua kontrol behel deng,, hehe.
Lalu, waktu ngelepas behel,, setiap titik platina atau titanium nggak dikembalikan ke pasien. Mungkin besoknya dilebur jadi cincin sama si dokter, who knows?
Kemarin satu titik platina-ku diambil, aku yang minta,, soalnya copot2 melulu. Tapi mau tak bawa pulang kok ternyata malu yaaaa
Kata ibukku biasa wae. Kata temen2 juga biasa wae.
Tapi pas disana,, "om tak bawa pulang yaa" rasanya kok gimanaaaa

Tunggu saja,, besok kalo aku dah copot behel,, dan beberapa hari kemudian pake cincin baru.
Ah,, ato jadiin bandul kalung aja ya?

Thursday, 8 October 2009

Yo, Martian!

Nya
Nyaa
Nyaaa
Nyaaaa
Nyaaaaa
Nyaaaa
Nyaaa
Nyaa
Nya

Marvin the Martian. Salah satu tokoh looney tunes yang kusuka. Meski aku
juga suka calamity coyote, road runner, speedy Gonzales, pepelephew (lupa
nulisnya gimana),dll.
Tapi, ya,, aku suka Marvin the Martian.
Marvin
the
Martian

Nya
Nyaa
Nyaaa
Nyaaaa
Nyaaaaa
Nyaaaa
Nyaaa
Nyaa
Nya

Actually, maybe I should just say some "Yo, Martian!" casually.
But pathetically , I just can't.
Marvin, I wanna sift more! (entah kenapa kok kedengaran tidak seperti
seharusnya terdengar ya? Malah rada gilo aku....)

Eniwei,
I think it is I, the one who's a martian.
Hiks.

Monday, 28 September 2009

happy anniversary!

Yea! Yea! Yeeeaaa!!!!

Nggak terasa udah setaun aja ni blog.

Loh kok setaun?? Padahal di blog archive tercatat ada post tahun 2003.

Haha. sebenarnya itu terjadi karena jam di komputerku eror. Kok bisa nyambung ke blogger ya? Heran juga,, eniwei, sebenarnya aku mulai nulis tanggal 28 September 2008.

 

Meskipun nggak update2 amat, tapi bangga juga bisa bertahan setahun. Dan,, ini adalah post ke 95 lho! Keren bgt kan? >=3

(apanyaa??)

Ehem. Emang siih, tadinya aku berharap bisa pas post ke 100 gitu. Tapi ternyata masa-masa mendekati lebaran aku kerja rodi dan sok sibuk,, sering pulang malem dsb, jadi nggak sempet post. Padahal banyak hal yang ingin kuceritakan loooo

 

 

Nostalgia setahun lalu….

Post pertamaku adalah post yang menyatakan bahwa aku bikin blog karena dorongan gelgel dan simsim,, hanya karena mereka pengen punya temen sesama blogger. Eh,, alasannya semacam itulah. Pokoknya bukan semacam "tulisanmu kan bagus Ta,, bikin blog dong!" bukan, sama sekali bukan.

 

Karena aku belum bisa mengusahakan internet yang steady di rumah,, jadi aku menyetting blogku agar bisa post dari outlook di rumah, dengan internet boong2an ala etta. Sebenernya bukan boong2an juga sih. Tapi kan nggak bisa berfungsi sebagaimana mestinya. Kadang ada,, kadang enggak…

Duh, ngomong apa aku ini.... nggak usah terlalu dipikirkan.

Tapi, waktu itu juga aku menyetting kayak gini biar bisa post dari hape. Kayaknya praktis aja gitu. But it then turned out impractical. Pegel kaleeee

 

Gak kerasa udah September aja. Dan gak kerasa September udah mau pergi aja….

Udah setahun kuliah juga. September tahun lalu,, aku masih jaman2 ospek fakultas dan ospek prodi.

Kyaaaaaaa

Jadi teringat kejadian memalukan dan bodoh dan jahat.

Ah sudahlah.

Eh,, eh,,

Ini ada sajak yang sangat kusuka:

 

Try to remember the kind of September

When life was slow, and oh, so mellow

Try to remember the kind of September

When grass was green, and grain was yellow

Try to remember the kind of September

When you are a tender and callow fellow

Try to remember and if you remember then follow….

 

Try to remember when life was so tender

That no one wept, except the willow

Try to remember when life was so tender

That dreams were kept under your pillow

Try to remember when life was so tender

That love was an ember about to billow

Try to remember and if you remember then follow….

 

 

Sebenernya masih ada satu bait lagi,, tapi aku lupa2 ingat. Pokoknya ada “deep in December” dan “although you know the snow will follow” dll. Lucu bgt sajak ini. Romantic somhow. Hahah. Sok2an bgt sih Ta….

Bagian favoritku adalah

 

Try to remember when life was so tender

That no one wept, except the willow

 

Ini lucu banget. Idenya oke. Sukak!

Huhu,, September,, I know I’ll miss u….

 

Kembali ke setahun blog,,,

Banyak banget post nggak mutu, nggak nyambung, dan bahkan malu2in yang pengen tak hapus rasanya. Tapi niat itu berkali2 kuurungkan. Soalnya,, blog begini kan bisa dilihat lagi besok2,, semacam aku baca diary kelas satu SD ku dan ngakak “ya ampuuunn dasar anak SD!”

Yaya,, dulu sejak kelas satu SD aku punya diary. Hanya karena kakakku punya dan aku juga pengen. Tapi aku aktif nulis lhooo. Secara lagi seneng2nya nulis. Bener2 dari hari pertama masuk SD, dimarahin guru, sebel2an sama temen, dll.

Lucu banget.

 

Sempat terpikir,, mau mengganti “ollich’s scraps…. Scraps but not craps” karena kayaknya kok blog ini isinya craps semua. Hakakak.

Tapi akhirnya niat ini diurungkan juga,, karena Etta masa depan-lah yang berhak men-judge apakah ini semua craps atau bukan. Etta yang sekarang belum berhak men-judge apapun.

Siapa tahu,, di masa depan nanti, aku bakal baca ulang seluruh post ku di blog ini, dan lalu menertawai diri sendiri,, atau bahkan justru belajar dari pengalaman masa lalu.

Makanya,, post2 nggak mutu nggak dihapus. Juga nggak terpikir untuk pindah blog. Kecuali nanti kalo terjadi hal2 yang tidak diinginkan sih. Who knows?

 

Lalu,, tentang ID ku.

Pertama banget ID ku “ ollich’s “ padahal Cuma karena asal ngisi ID aja.

Lalu,, setelah ganti layout dugeman (waktu itu lagi sering denger kata “dugem”) ID ku berubah jadi “ollich’s vanilla pheromone”

Sebenarnya ID ini sedikit berhubungan dengan bulan September dan sedikit gawe2, dan tadinya ingin kujelaskan. Tapi, ah,, kapan2 aja deh. Habis,, September tahun ini lagi enggak musim….

Ehehe. Nggak dong ya??

Sedikit nggaya,, sebenarnya ID ini ada hubungannya dengan eksperimen feromon bactrophilla sp.

(apa lho yaa emangnya aku pernah eksperimen begitu?? Yaya,, namanya juga sok2an)

 

Sudahlah,,

Pada akhirnya aku menggunakan nama asli saja.

Bodok amat ada yang gugling dan nemu.

Yea,, this is me with all silly, weird, ciphered, pathetic, and soo much other stories.

Akhir kata, semoga blog ini awet, nggak ada trouble apapun, dan bisa lebih berguna, bagi diri sendiri maupun orang lain. Amin.

 

 

 

 

 

Wednesday, 23 September 2009

lebaran! sok turis...

kemaren2 m0 p0st ini tp tiba2 lapt0p er0r,, cih,, mutung,,
ternyata ada di drafttt!!! yea!



Lebaran tahun ini aku ngumpul di jogja sama keluarga besar. Rame lhoo
Senang.
Malemnya nganterin jalan2 di malioboro cari oeh2. Kita foto2 di sepanjang perjalanan kesana, sok turis bangett padahal kami terdiri dari 2 orang jogja, 2 orang bogor, dan 1 orang semarang. Yang sebenarnya sering bgt sliwar-sliwer di jogja, apalagi kalo lagi ada acara keluarga.


Rumahku di kraton cukup dekat sama malioboro, dan jalan menyusurinya sangat asikk!!
Yaya, udah lama nggak lewat alun2 malem2, menuju malioboro yang penuh turis. Apalagi jalannya sama sepupu2 yang rame. Supeseru!
Dan ternyata kami terlihat cukup meyakinkan, karena ada 2 bule yang jalan bareng kami sejak dari tengah alun2, menuju utara. Padahal akhirnya dia nanya ke kami, “excuse me” “yes?” “er.. sultan palace?”
Padahal kami sedang berjalan menuju kantor pos dari arah selatan, yang atinya dia udah kelewatan lah yaa
“oh,, it’s… that white building there” (menunjuk dan berbalik, kebetulan kraton masih kelihatan dari tempat kami berdiri)
“terimakazeh”
“samasamaaaa” (kami menjawab kelewat riang, sambil geli)
kasian. Salahe melu2. Btw aku nyesel nggak sok kenal, misalnya “ya ampun,, kamu udah kelewatan tauk! Nggak bilang dari tadi siih!!” atau semacam. Siapa tau jadi teman baru. Hahaha.



Cari bule di deket rumahku di kraton emang gampang bangetnget. Rumahku aja deket galeri lukisan….
Tapi nek sok kenal gak tau sih, pede apa enggak. Dulu waktu masi rumah disana gak kepikiran ik. Saiki malah pengen. Haha. Improve English lah. Dan aksen british. Hohoho.



Btw waktu di malioboro aku jadi inget, nggak punya kaos jogja!
Apa2an orang jogja gak punya kaos jogja!
Mau beli, tapi nggak jadi. Tak ceritain!
Jadi to, kami membantu mencarikan kaos utk seorang sepupu (yang mau beli cuma satu), tapi kami kemruyuk dan menuh2in jalan. Udah membolak-balik dagangan,,tapi akhirnya gak jadi beli. Dimarahi. Halooo kami bahkan nggak buka plastik pembungkus!
Pertamanya si masmas bilang “astofiruloh…”
Jadi aku menyahut “sabar mas,,” sambil senyum geli.
Dan sepupuku menambahkan “liat yg laen dulu, tar kalo yg itu jadi balik sini lagi”
Eh eh….
Kok masnya malah bilang gini “Asu koe mbak”
Woh. Kami syok. Seumur hidup, sekasar2nya orang terhadapku, nggak ada orang yang mengataiku seperti itu. Bukan ngatai aku tok juga sih, tapi AKU DAN SODARA2KU! Kami segera naik darah.
Ngajak tawur ni orang!!
Tapi mengingat ini masih suasana lebaran, dan kami terlalu syok juga untuk ngapa2in, akhirnya kami tinggal pergi aja.
Eh… bisa2nya dia bilang “marmut koe!” dan hal2 lain yang sudah nggak kudengarkan.
Eh. Btw,, marmut?? Baru kali ini juga aku denger umpatan yang satu ini. Hahah.

Aneh aja gitu. Kayaknya kita nggak ngabul2 dagangannya,, biasa wae banget! Aku jadi mikir, apa si masnya ini mabok? Gangguan jiwa?
Kemungkinan besar iya. Soalnya,, kalo dia waras, masak mengata2i kami di depan calon pelanggan yang lain? Aneh kan?
Dan sepupuku bilang “tadi dah mau tak kata2in balik tu! Perasaan kita yo biasa wae! Tur males ah, wis lah…” haha. Ternyata kamu juga kepikiran begitu sist! Sama banget! Aku jadi penasaran, apakah pelanggan yang liat2 bersama kami tadi jadi kabur ato tetep betah. Meski begitu, aku berusaha (keras) enggak mengutuk orang itu. Sabar ta,, sabar…
Sayangnya foto2 kami pake VGA mode. Dasar S****a gak okee!! Hape bagus2 kenapa dibikin VGA modddddd
Btw sepupuku yang cantek digodain orang2 sepanjang malioboro. Difotoin. Kasian. Apa banget lho yaaa Mana dia rada lemot lagi. Semoga kamu senantiasa dilindungi Allah nak….


horor gilak!! :p

bersama mulan jamidong,,


nokomen,,




Lebaran tahun ini rame!!!
Aku nggak tau apa yang membuatnya beda dengan tahun kemarin,, tapi lebih berasa aja gitu. Selain karena aku bener2 merindukan saat2 rame begini sih. Biasanya aku kan home alone,,, huhuhuuuuu
Setelah sepupu2 pulang, nanti kakakku juga balik Jakarta, ayah juga mungkin balik cilegon. Dan ibuk mulai kerja lagi. Abang maen lagi (dia sih sore hari lebaran juga udah maen!! Kumpul2 ama temen2. Cih.)
Sepi lagi deh.
Huffttt. Tapi,, aku punya banyak teman kok. Kayaknya sih, hehe. Maen yok!
BTW!
Abangku tadi minta uang ke ibukku buat rafting sama temen2nya.
Curaanngg!! Aku juga mauuu!!!
RAFTING YOOKKKK
(lebih karena nggak mau kalah, tapi emang dari dulu pengen)

oiyaaaa
aku dan keuarga memohon maaf atas segala kesalahan, kebodohan, juga keangkuhan,,
juga,,
bagi yang pernah mampir ke rumah,, maaf sering disia-sia..


abang sangat ndembik di foto ini,, tapi aku sukak,, hehe gpp ya bang!
btw aku waton ngambil sendal mbuh nggone sopo,, elik tenan,,,,

apa eeee

ada orang sms salah sambung. Bahasanya sok imut lagi.
Jahatnya, aku gak mbales, tak biarin aja. Bukannya “maaf kayaknya salah sambung deh” dsb.
Padahal udah lama. Udah sejak tengah bulan puasa po yaaa
Gek tu orang sering sms lagi. Mbangunin sahur kek,, ngasi2 wejangan kek…
Jelas salah sambung. Wong dia menyebut orang yg ditujunya “Ca”
Kok ya dia nggak nyadar2 kalo salah sambung,, orang gak pernah tak bales… apa justru karena gak pernah tak bales…

Kemaren2 tak cuekin. Tapi hari ini jadi pengen bilang sama dia kalo salah sambung!
Habis. Wejangannya apaan banget.
Aku benci digurui. Apa lagi sama orang yang nggak aku kenal.
Kamu tuuu
Apa eeeee
Salah sambung tauk!

Saturday, 19 September 2009

selamat hari raya!!!

Selamat hari raya idul fitri 1430 H. semoga kita semua kembali fitri,, dan
tidak mengulang kesalahan yang lalu.
Amin.
Hari raya tahun ini agak ramai bagiku.
H-2 aku dan teman2 buber ipaempatan di rumah barwe di galur, kulon progo.
Hakakak. Adoh tenan. Lagian,, bubernya H-2 lho yaaa mungkin harusna judulnya
syawalan, bukan buber, haha.
Tapi gapapa. Besok kita adakan syawalan ya temantemaaan!! Tunggu yang mudik
pada balik!

--iklan--
Barusan ayahku mencet2 remote TV dan menemukan film Jackie chan yg di suku
Indian tu lo. Terus ayah bilang "ooh,, iki wis tau. Sing Jackie chan hilang
ingatan kae lho,, opo? INSOMNIA??"
Hakakak. Ayaaahhhh.... amnesia kaleeee
----------

Pulang dari galur, tumben2an, ayahku bilang mau jemput aku. Jangan nginep
tempat temen, kata ayah.
Apa ni? Tumben2an. Biasanya mah suka2 gua. Malah seringnya sms jam 10
malem++ "buk etta nginep ya, gak pulang, dah malem" dan dibalas dengan dua
huruf yakni "ya"
Si ayah hari ini sungguh tumben, tapi aku menghargainya.
Eh,, lha kok aku sms minta jemput gak dibales.
Lalu sms ibuk.
Lalu aku ditelpon.
Ternyata ayahku pergi.
Graoooo!!!!
Yasudah, akhirnya nginep deh.
Terimakasih kepada gelgel dan keluarga yang sudah mau (atau terpaksa mau)
direpotkan,, apalagi aku dan simsim menumpang sahur,,, cupcupmuah deh buat
gelgel dan keluarga!

Habis dari rumah gelgel, aku nggak diberi kesempatan buat istirahat. Disuruh
nggeser2 lemari,, tapi aku emoh. Berat je. Akhirnya aku memilih tugasku
sendiri, yaitu nyiram teras. Padahal mung keceh. Ini sih favorit banget.
Trus habis itu disuruh lanjut nyiram kebon.
Tau kebon di rumahku? Yah,, pokoknya,, lumayan gede lah. Dan penuh pasir.
Grau2 banget deh nyiraminnya.
Melempar air dalam gayung jauh2 sambil muter2 bak atlet lempar cakram.
Mbakku sampe gumun,, semangat amat puasa-puasa....

Setelah itu sempat bantu masak2an juga, lalu mandi.
Lalu pergi belanja dengan gelgel.
Ehehe. Belanja keperluan hari raya (:D) Senangnya!! Semua pengen dibeli.
Sayangnya kemaren2 aku udah nyicil beli bareng ibukku,, eh,, kok sayangnya
sih. Untungnya dong,,, yayaya,,,

Capek habis pecicilan seharian!
Tapi sampe rumah ternyata masi disuruh nggeser lemari. Buerattt. Aku dorong
berdua ama abang aja pake ngeden2. Hiks.
Padahal aku belom maaakaaaannn
Dan nasi habis cobak!
Minta tolong masakin pasta, karena kakak lagi bikin saus lasagna. Tapi ibuk
dengan tega meyuruh bikin sendiri,, muhuhuuuuu
Tapi akhirnya dibikinin deng. Hehe. Senang.
Sudah ah. Besok shalat ied pagi2, insya allah. Gak boleh kesiangan!
Tidur ah...

Selamat hari raya semuanya!!!
Selamat hari kemenangan!
Mohon dimaafkan segala kesalahan, keangkuhan, dan kebodohan.

Loretta ollich
Ollich's scraps author.
08/265879/TK/33875

Thursday, 17 September 2009

sepele?

Ada beberapa pilihan. Apakah:
a. aku tambah malas?
b. orang-orang tambah rajin?
c. orang-orang jadi agresif? =))
d. aku terlalu menyepelekan?

Ngg,,
Ngomong2, kata "orang-orang" boleh diganti dengan "gel-gel"
Karena memang dialah yang kusoroti beberapa hari terakhir ini.
Eh, sori gel. Aku mengakui ke-agresif-anmu ( =)) ) akhir2 ini adalah sesuatu
yang positif. Tapi aku merasa left behind nih. Haha.


Jum'at, 11 September 2009
Pak B dosen MTI: "ada pertanyaan? Kalo nggak ada ini ada tugas...."

Sabtu-Minggu 12-13 September 2009
Aku: buber ini itu,, maen2 nggak mutu,, lalala dubidubiduuuu

Senin, 14 September 2009
Aku: "gelgel bawa laptop? Ayo kita cari tempat ngenet!!"
Gelgel: "haarrgg. Aku mau nggarap MTI! Mau ke koening (ruang himpunan kami.
Wuss, aktivis...) emang kamu dah nggarap?"
Aku: "cari bahan aja belom. Baru mau. koening kan gak bisa ngenet?"
Gelgel: "ya kan cumak mau nggarap"
Aku: "emang udah nyari bahan?"
Gelgel: "udah"

Wawawaaa gelgel sereemmmm
Akhirnya hari itu aku glesotan di musola cari bahan MTI. Gak mau kalah dari
gelgel!

Selasa, 15 September 2009
Divalina ( =)) ) : "tak, dah nggarap MTI?"
Aku: "belooomm tapi udah nyari bahan siih"
Divalina: "aku jugaak! Alhamdulillah ada temenya (semacam)"

Hiks. Sebenarnya aku juga pengen rajin looo
Tapiii

Rabu, 16 September 2009
*mulai khawatir karena baru bikin empat paragraf+cover*
Aku: "Ariinn kamu berapa halaman?"
Arin:"aku belon selesai"
Aku:"gelgel berapa halaman?"
Gelgel:"aku juga belom selesai. Baru teori2nya"
Aku:"itu dah berapa halaman?"
Gelgel:"berapa ya? SEBELAS paling"

Jederr!!!
Dan samar2 aku mendengar seseorang berkata "aku aja segitu spasinya
satu...." aku udah gak konsen dengerin,, kalo di komik tu rahang bawah udah
jatuh membentuk trapesium. Haurr.

Lalu aku segera pulang dan mengerjakan paragraf kelima dst dengan jemari
menggila di atas keyboard.
Kemudian ada sms. Diajak jenguk wali kelas SMP plus buber.
Waaaa menggodaaaaa

Lagian,, menjenguk kan ibadah!! Buber itu silaturahmi! Apalagi udah lama
nggak ketemu!
Dan akhirnya pukul empat aku berangkat dari rumah. Kondisi makalah: baru
teori2nya tok, belum dibahas.

Oh iyaaa
Jadi inget. Pas buber:
"tak, kamu industri kan ya?"
"ho-oh"
"berarti sama si.... DIVALINA?"

Hakakakakak!!!
Aku sontak ngakak.
Megapon Ian benar2 dasyat. Meskipun temenku Vytri taunya dari anak2 SD
muhconcat (habis buber mereka...)
Divalina! Sayangnya mereka nggak kenal Divaria. Kamu kalah famous gel....

Balik ke buber,, nggak nyesel aku ikutan!!
Meskipun harap2 cemas apakah makalah bisa selesai tepat waktu,, tapi full of
fun! Sangat nostalgic.
Sampe rumah jam setengah sepuluh lebih. Bukan hal yang luarbiasa pada
hari-hari biasa, tapi jadi nggak biasa aja kalo besoknya mesti ngumpulin
makalah yang baru selesai teori2nya tok.
Akhirnya akupun memebersihkan diri biar seger,, lalu....
Ketiduran.
Apa sengaja tidur ya?
Soalnya aku dibangunin ibukku dalam keadaan berselimut rapi dan lampu tidur
menyala, lampu kamar mati. Hal ini masih misteri.

Akhirnya nggarap habis sahur. Ternyata bisa juga sih selesai,, berhubung aku
udah baca2 hari sebelumnya,, jadi udah ada bayangan apa yang mau kubahas...
Tapiii Hiks.
Apa aku terlalu menyepelekan ya?
Padahal aku kan juga pengen jadi anak rajiinn
*tapi omong doang kayaknya, liat aja catetanku yang hanya berisi beberapa
kalimat*

Memang sih, semester ini aku sudah meniatkan beberapa hal.
First things first!
The first first things (halah) is nyetak foto 2x3 agar blacklist ruang
referensiku dicabut. Bayangkan,, diblacklist di ruang referensi jurusan
sendiri?? Hahah. Lebay ding. Hanya karena aku gak punya kartu kok...
Eh bukan "hanya" deng. Mengingat ini sudah semester ketiga....
Lalu, baca buku referensi! Bisa dilakukan dengan optimal setelah melakukan
hal pertama. Tapi sekarang ini aku belon nyetak foto (huuu) dan ayahku punya
buku industrial wastewater treatment, maka aku baca itu dulu. Dan sudah
kubaca sampe bab dua. Heeyy,, it's a start anyway!!

Btw aku sebel!!
Kemaren2 waktu mbatang di lobi aku baca buku itu, limbah2 itu,, dan seorang
teman nyeletuk "baca apa tuu?"
Dan "emang besok kuis?"

Hng? Emang baca buku Cuma kalo besoknya kuis??? Aku aja besoknya kuis malah
enggak baca buku!! (lho,, salah ya?)
Dan lalu kakak angkatan yang tidak begitu kusuka mengatakan "halah. MLI. Gak
penting. Nilainya juga gampang,, asal dateng terus, ngerjain tugas..."

Dan aku melotot.
Apa-apaan banget!!!
Emangnya baca buku Cuma biar dapet nilai bagus? Haloooo belom pernah denger
yang namanya curiosity? Rasa ingin tahu?
Memang sih,, awalnya aku baca buku itu karena kayaknya asik aja tau lebih
banyak tentang mata kuliah yang diajarkan. Tapi bukan biar dapet nilai
bagus! Lagipula,, setelah baca beberapa lembar, aku memang tertarik kok!
Serius! Dasarnya memang aku pengen tau sih....
Memang beda, ya. Kasian si kakak angkatan. Rasa ingin tahunya minim.
Khukhukhu... *jahat mode on*


Lah,, jadi kemana2 nih.
Ajaklah aku jadi anak rajin!!
Dibilang agresif yo rapopo lah. Gelgel sudah memberiku bukti nyata.
"oh,, kayak gitu toh anak agresif tu..." hakakakakakk.

Mungkin aku memang terlalu menyepelekan segala sesuatunya. Tapi aku biasanya
punya plan B, dan aku bangga akan itu. Tapi justru setelah dipikir2, aku
punya planB karena aku menyepelekan planA (dilakukan dengan prosedur normal)
Dasar!
Kamu pikir semua plan B mu bakal sukses Ta? Hah?? Pede banget kamu!!


Btw Noordin M Top meninggal ya?
Sidik jari si mayat dikroscekkan dg database Malaysia. Mungkin nggak sih
Malaysia memanipulasi database sidik jari gitu? (pertanyaan gawe2 yang
kulontarkan pada ayahku, yang hanya dijawab dengan sudut mata)
Kalo benar itu dia yang meninggal,, maka itu awal yang sangat bagus.
Lanjutkan ganyang Malaysia!! Hahah.

Friday, 11 September 2009

berada

Kamu berada

Dia berada

Mereka berada

Kalian berada

 

Berada di mana?

 

Aku berada?

Kita berada?

Kami berada?

 

Berada di mana?

 

Adalah khrom dan karbon

Adalah berlian dan schwarovsky

Adalah titanium tak berkaret

Adalah platina dan karet

 

Ah, kamu berada di mana?

 

Hah!

Beraninya kau bertanya begitu!

 

Meski begitu, aku tahu kau benar.

Sudah saatnya menanggalkan mahkota.

Ini sudah bukan jamannya.

 

Menanggalkan atribut bukan dikalahkan,

Pun terus memakainya tidak menandakan kemenangan.

 

 

Sudah saatnya.

 

 

Apa?

 

Lah….

Tuesday, 8 September 2009

irritated: curhat borongan, shalat berjamaah, buku.

Dah lama nggak blog2an deh. Dah lama nggak onlen juga.
Hiks. Akhir2 ini aku ngantukan banget, gampang capek, gampang tidur. Rebahan
bentar langsung tidur. Padahal biasanya aku cuma tidur kalo emang niat,
kecuali emang capek buangetnget.

Dibilang capek dan banyak kegiatan,, ya sedikit-banyak bener juga,, meskipun
sebenernya nggak sedasyat itu sampe nggak pulang seharian berturut2 seminggu
penuh.
Tapi hampir seminggu. Hiks.
Sedihnya, kalo aku pulang malem di rumah nggak ada orang. Alhasil aku
mbatang sendirian sambil graong2 gak jelas, trus ketiduran dimana2: depan
tivi, kamar ibuk, kamar abang,,

Kayaknya banyak banget waktu yang kuhabiskan untuk mikir macem2 atau sekedar
graong2, karena tiba2 aja aku baru sadar kalo ini udah September :(
Bukannya September bulan yg sangat spesial sih. Ulang tahunku bahkan bukan
bulan September.
Oh iya,, blog ini sudah hampir setaun. Tar aku bikin post anniversary-nya
aahhh. Kalo inget, insya allah.

Karena banyaknya acara yang bertumpuk2,, aku harus mengatur ini-itu dan
nggak jarang harus memohon2 maaf karena dateng telat di acara ini dan pulang
awal di acara itu, atau bahkan membatalkan acara anu.
Dan aku mulai merasa bersalah pada tiap2 orang yang (mungkin) ku-rugikan.
Lalu mulai graong2.
Dan tiba2 ada sms permintaan tolong yang agak (sok) serius,, dengan alasan
si peminta tolong sedang sangat sibuk.
Dan aku baca sms itu sambil kewalahan akan suatu hal.
Dan aku tiba2 jadi marah.
Eh.
Bukan marah sih.
Sebel. Jengkel. Intinya sih,
Successfully irritated.

Btw,
Dah lama nggak onlen,,
Hasbi-si-anak-UM-bulan-februari berulah di fesbuk.
Jahattt.
Tadinya aku ketawa2 aja,, dan karena aku juga lupa2 terus mau menanggapi.
Kalo malem mesti ketiduran.
Tapi sekarang aku merasa kalo hasbi agak kelewatan. Semacam nggak pake
mikir.
Hasbi jahat. Untuk sementara kupecat jadi teman sampe aku berubah pikiran.
Hahah.
Sakjane gak segitunya juga deng. Entah kenapa aku masih bisa ngakak
menghadapinya,, soalnya ini Hasbe, bukan orang lain :D

Tapi setelah kupikir2,, kayaknya aku juga sering bangetnget ngomong ga pake
mikir.
Bahkan sepersekian detik setelah aku mengatakan sesuatu, aku langsung
nyesel. Membatin dalam hati "dasar,, pikir dulu dong sebelum ngomongg!!"
Karena itu,, maaf ya teman2,, kalo aku sering menyinggung perasaan karena
ngomong ga pake mikir....

Aku lagi totally irritated ki.
Semuanya jadi kombo.
Akhir2 ini aku jadi sering mikir "apa aku ni tipe orang yg gampang stress
yaa?"
Kalo menurut kalian iya,, padahal aku yakin aku dulu enggak. Enggak gamapng
stress, maksudku.
Aku masi bisa ketawaketiwi dan ambil seneng2nya meski di bawah tekanan
*halah,, tekanan opo*

Kenapa ya?
Akhir2 ini aku mudah teriritasi (halah. Harfiah bgt sih)
Dan mudah merasa melankolis. Juga sering merasa sendirian.
Tapi kalo di rumah emang sering sendiri sih.
Eh, akhir2 ini di kampus juga sih.
Bulan puasa anak2 langsung pulang habis kuliah,, nggak ada mbatang2
ngobrol2....

;;;;;;;;;;;;;Shalat berjamaah;;;;;;;;;;;;;;;;;;
Tadi sholat berjamaah di musola jtmi.
Mbak2 di saf depan masbuk duluan, kemudian aku gabung di saf belakang
mereka. Berhubung mereka masbuk duluan sebelum aku, dan imamnya ketutupan
kain hijab, maka otomatis aku mengikuti mbak2 di saf depanku. Ya nggak?
Nha. Setelah sujud, imam membaca takbir panjang. Semacam berdiri. Tapi dua
mbak2 di depanku malah duduk. Maka aku ikut duduk.
Eh tau2 dua mbak2 itu setengah berdiri,, maka aku berdiri, dengan asumsi dua
mbak2 itu salah liat imam ato apa.
Lha kok di tengah perjalanan berdiri, salah satu mbak2 itu duduk lagi.
Si mbak satunya juga ikut duduk, batal berdiri.
Aku udah berdiri. Ngahngoh bingung mau ikut duduk apa batalin shalat.
Lalu tiba2 mbak2 itu ngakak.
Akupun akhirnya ikut2an menyeringai miring. Padahal nggak kenal.
Nyebelinn!!! Rupanya tadi imamnya tu baca takbir panjang, tapi duduk tahiyat
awal...

Aku bingung, dalam situasi begitu enaknya terus balik duduk lagi apa batalin
shalat terus mulai lagi ikut tahiyat awal?
Tapi dua mbak di depan malah ngakak. Aku kan jadi ikutan.....
Bodoh banget nek dipikir2.

;;;;;;;;;;;;;; Buku;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;
Aku pengen baca buku bermutu.
Terus kepikiran. Gimana kalo buku referensi kuliah?? Selama kuliah tidak
satu buku referensi-pun pernah kubaca. Parah juga.
Melihat koleksi buku ayahku,, ada beberapa yang judulnya berhubungan dg
"industrial wastewater treatment" dll, sepertinya akan menunjang mata kuliah
manajemen limbah industri. Tapi kok males yaa, bukunya mulai segede buku
tulis sampe segede album foto. Sebenernya buku macam ini kalo dilengkapi
gambar2 aku pasti suka. Tapi buku2 limbah itu gambarnya nggak menarik... =.=
Omong2, koleksi buku ayahku cukup kukagumi. Dari mulai kahlil Gibran sampai
kumpulan lukisan Salvador dali, statistik, filmmaking, farmasi, desain,
semuanya,, sungguh kalo kubaca semua sampai habis, wawasan yang kudapat
pasti luarbiasa luasnya.
Sayangnya aku Cuma baca setengah2, sering Cuma liat gambarnya doang. Hahah.
Ayahku sendiri,, aku nggak yakin beliau sudah membaca semuanya *jahat*
Aku pengen mengumpulkan dan membaca buku2 dari segala bidang kayak ayah,,
tapi sebelumnya aku harus baca buku2 dari bidangku sendiri. Yayayaya,,,
Buku pertama: industrial wastewater treatment, a guidebook. Joseph d.
Edwards.
Buku yang kuambil karena ukurannya paling kecil. Swt banget.
Sampai kapan akan bertahan kubaca??
Let's just see...


Btw gel,, hari ini aku banyak make kata2 industri ni. Semacam menjilat ludah
sendiri. Tapi aku emang pengen mendalami sih,, eman2 kalo Cuma dari kuliah
tok. Tur gilo juga mbayangke kalo yang baca blogku adalah DOSEN. Oh waow.
Dan aku teringat postku tentang nilai bahasa inggris: "such indignity..."
Hakakakakakkk.

Tuesday, 25 August 2009

mengejar karir, harga diri

Mengejar karir, perlu nggak sih?
Kakak angkatanku, sengaja menolak jabatan bergengsi di dalam himpunan,,
ternyata dia mengincar jabatan yang lebih "wah" di luar himpunan. Waow.
Heran juga,, ambisius banget ni orang.
Tapi denger2 teman seangkatanku juga ada yang gitu, menolak jabatan kecil
karena mengincar yang lebih besar. Oh waow. Aku mulai terheran2, dan mulai
memperhatikan teman2 di sekitar.
O iya, ya...
Ternyata selama ini....

Meskipun mereka nggak melulu menolak-jabatan-kecil-karena-pengen-yang-besar,
tapi keliatan kalo mereka pengen jadi "sesuatu", pengen ikut ini itu,
intinya pengen eksis lah. Dan aku mengait2kannya dengan mengejar karir. Ada
kaitannya gak to sebenarnya? (lah...)
Aku sendiri maunya let it flow ajalah,, nggak usah pake dikejar2,,tapi hari
ini aku akhirnya datang jauh2 dari rumah dengan motivasi "numpang ngeksis".
Cih. Aku menghina diri sendiri. Tapi ya sudahlah,, toh akhirnya cukup
menyanangkan,,

Duh,, banyak pikiran bersliweran di benakku. Tapi nggak bisa diungkapkan
dengan baik nih. Aku cerita aja yaa
Jadi ceritanya, beberapa waktu yang lalu aku ditawari kerjaan. Atau jabatan.
Entah mana istilah yang lebih pantas untuk ini.
Waktu itu aku lagi ribet ngurusin ospek dan meriksa tugas anak2, jadi aku
berpikir dengan cepat dan menolak tawaran itu. Padahal jauh sebelumnya aku
memang sempet bilang ke orang yang nawari kalo aku ingin jabatan itu.
Lalu kenapa menolak??

Hmm...
Kenapa ya?
Waktu itu aku mikir dengan cepat siih,, tapi ada beberapa hal yang
mengganggu pikiranku:
1. aku ditawari,, coba aku taunya dari orang lain/ info...
2. yang nawari dia sih :p
3. dengan cara yang tidak kusuka
4. waktu aku mulai ragu2 dan alamat nolak, tiba2 dia bilang:
5. udah, terima aja,, kalo di "tempat lain" mesti pake tes lho,, sama aku
enggak usah....

Oh! Itu dia! Ini tentang HARGA DIRI

Entah kenapa habis dia bilang gitu aku malah langsung look down sama kerjaan
itu.
Apa? Kerjaan jalur belakang? Nggak pake tes nih?
Entah kenapa aku menghargai diriku "lebih mahal" dari itu. Semacam: "kalopun
pake tes juga aku kayaknya bisa..."

Padahal kan justru itulah esensi jalur belakang, ya gak sih?
Semacam "karena aku tau kamu mampu, jadi nggak usah pake tes"
Seharusnya aku merasa honored.
Tapi kenapa aku malah merasa direndahkan ya? Sepertinya ada masalah dengan
caraku menghargai diri sendiri.
Terlalu mahal? Terlalu murah? Atau hanya bingung?


Oh, oke. Sebenarnya masih ada faktor lain sih.
Dia bilang partnerku adalah si A. nah, entah kenapa, aku makin look down
begitu denger si A ini.
Bukan karena aku meremehkan kemampuan si A, bukan juga karena aku nggak
cocok sama si A.
Aku hanya nggak menemukan alasan yang SANGAT tepat kenapa dia yang ditawari,
dan bukannya orang lain.
Entah kenapa aku langsung suudzon adanya maksud lain dari perekrutan ini.
Hhhhh. Emang suudzon samasekali nggak baik sih, dan aku menyesal telah
sempat memikirkannya.
Tapi aku enggak menyesal telah menolak jabatan itu.
Oke,, aku emang sempat menginginkannya.
Oke,, jabatan itu cukup bergengsi,, dan untuk orang2 yang mengejar karir,,
monggo... silakan...
Tapi aku menghargai diriku sendiri lebih dari itu. Semacam kalo aku terima,
otomatis aku akan berada dalam daerah kekuasaannya. Entah kenapa hal2
semacam itulah yang kupikirkan.
Yah,, sekali lagi,, prasangka.
Dan perasaan "aku bisa ada di sini karena kamu,, seribu terimakasih!!!"
sangat mengusik harga diriku.
Oh harga diri.....


Selama ini aku menganggap caraku meletakkan harga diriku sudah benar,, ini
akan membuatku tidak mudah tunduk pada kekuasaan orang lain, tidak mudah
diperlakukan sewenang2, tidak mudah dimanfaatkan....
Tapi semua alasan itu kok kayaknya berbau prasangka. Karena itulah,, aku
mulai bimbang juga,,,
Apakah aku terlalu angkuh???

Sunday, 23 August 2009

ospek! kuliah!

Hiks. Besok udah kuliah lagi. Bukan hal yang sangat buruk sih,, aku toh
cukup kangen suasana kuliah. Hanya saja ospek baru saja berakhir kemarin
lusa,,yang artinya aku masih pengen ngendon di rumah. Bodo amat doing
nothing, yang penting di rumah menghabiskan waktu dengan orang rumah. Hiks.
Ternyata besok udah mule kuliah toh. Dan undangan rapat dengan jahatnya
telah disalurkan melalui BTS2 terdekat. Halah opo siih.

Oh iya,, ospek seru loh. Meskipun aku sempet sakit hati di pagi hari kedua
dan ketiga,, tapi setelah itu aku bisa lupa dengan cepat,, gara2 liat
tingkah2 bodoh anak2 yg kubimbing (atau kusesatkan?)
Bayangkan,, pas acara tuker kado, ada anak yg ngasih rol rambut,, dan yang
dapet cowok (yang berhubung ospek rambutnya Cuma dua sentimeter), ada yang
ngasih barbel (niat bgt bawanya kan berat), dan ada bungkusan mencurigakan
yang lapisan pertamanya Koran kompas dan lapisan keduanya Koran-entah-apa
dengan gambar cewek syur bertebaran dimanamana. Astaghfirullah....
Entah apa isinya,, aku gak sempet liat...
Kado untuk pemandu,, mas T partnerku dapet bingkai foto yang sangat wajar,,
sedangkan aku.....
Dapet kaus kaki.
Yang jari2nya berlubang.
Serius.
Bukan yang jari2nya terpisah lho.
BERLUBANG.

Apa gunanyaaaa??????
Dasar anak2 sinting! Mbok kalo ngasih hadiah ke pemandu jangan kebawa
bodoh2an toooo T.T
Dan tadinya kukira mereka ngelubangi sendiri jari2nya, soale bolongannya
kayak digunting sembarangan,, sebelum aku liat stiker di sampulnya emang
gambarnya gitu,, dan masih ada harganya,, angka di depan tiga angka nol udah
dibuang,,
Dan ternyata belinya di M****a. sungguh nggak habis pikir, tempat belanja
sekelas M****a menjual barang sehina itu.
But well, I appreciate it. Thanks a lot! Aku menghargai selera bodoh2an
kalian (tapi sambil nangis mewek2)
Waktu kucoba pake dirumah,, jari2ku keluar kayak cakar. Serem banget. Gak
bakal tak pake kayaknya. Maaf yaa

Kelompokku oke lho. Di post yg lalu aku sempet bilang cowoknya diem2.
Ternyata Cuma malu2 hari pertama kok,, selanjutnya malah pada gak tau malu.
Nanya ini-itu,, nanya2 gak penting...
Oia. Aku juga sempet ditanyain nilai toefl dan IP. Karena aku pemandu yg
baik jadi aku jawab aja,, dengan sebelumnya sok malu2 "waduh gimana yaa,
IPku bagus ee,, tar dikira sombong gimanaaa"
Dan sebelnya malah ada yang nyeletuk "jangan2 di industri gampang ya?"
Dan "jangan2 mbak etta ni sebenernya pinter ya?"
Maksud looo???? Jadi selama ini aku keliatan bego?? Haha. sialan.

At least mereka nggak segan. Berarti aku kelihatan cukup open. Ya gak?
Dan kemaren harusnya aku jalan2 sama mereka ke pante Depok,, tapi karena
satu dan lain hal aku akhirnya hanya miwik2 di depan tivi. Hiks. Padahal
mereka bilang "ayolah mbak,, mulai senin kan udah pada sibuk sendiri2??"
Iya sih,, tapiiiiiii


Haahhh. Agak sedih juga ospek Cuma 3 hari. Sudah berahir. Huhuhuuu. Masih
pengen bodoh2an sama mereka niiii
Tapi sebenarnya aku takut.
Takut kalo ketemu sama mereka lagi,, mereka menyapa dengan ramah,, dan aku
menatap dengan "siapa lu??"
Penyakit banget deh. Lupa muka orang. Apalagi nama. Haduuuu


Udah ah. Besok kuliah. Semangat aahh.
Tapi persiapannya nihil. Binderku masih penuh kertas2,, tasku berserakan,,
dan fotokopian serta soal2 masih ditumpuk di "sana". Tapi gapapa. Yang
penting semangatt!!! Yeah!

Saturday, 15 August 2009

briefing ospek & alone (lagilagi)

Hari ini brifing ospek teknik lo. Judulnya brifing, padahal sebenarnya hari
itu justru adalah penumpukan tugas2 ke bahu maba. Hahaha. Rasakan. (lho?)
Aku memandu kelompok 25. Ceweknya ada 11, lumayan juga, aku dulu cumak 8+1
di hari2 akhir. Ceweknya seru2, pada banyak omong, tapi justru menyenangkan.
Daripada anak cowoknya....
Pada pendiem cobak! Hahaha. Baru kali ini aku berada dalam kelompok dimana
cowoknya kalem2 begini. Ini kan kelompok teknik looo. Bahkan anak yang masuk
jurusan geologi sama sekali enggak garang. Tapi siapa tau sih. Dibalik wajah
tidak-garang nya...
Oh iya. Ada anak cowok yang pake anting hitam besar (tau lah..) dan juga gak
banyak omong. Apa karena masih temu perdana ya?
Kelompokku ada yang lulusan taun lalu. Dan ternyata ada yang lulusan 2007
juga. Hueeee
Hari ini, muka2nya sih apal, namanya 80% apal. Besok, dengan baju yang beda,
apalagi kalo mereka udah potong cepak,, entahlah...

Masih seperti taun lalu, nggak sempet makan siang di hari brifing ini.
Harusnya waktu makan siang diadakan dong!!! Grauuu
Anak2 mengeluh lapar. Iya aku juga lapar nak... hiks.

Ohya, curhat. Kesepakatan tadi pagi,, habis penugasan, pemandu kumpul buat
evaluasi lalala di KPTU. Aku dan beberapa teman menunggu. Setengah jam. Satu
jam. Krikrikrik...
Lalu ada teman lain datang.
"lho? Evaluasinya kan gak jadi?"
Hakkk?
"ni aku di sms: hari ini gajadi evaluasi, dikabari lebi lanjut"
Grooaaaaa. Kenapa Cuma beberapa orang aja yg disms??? Bahkan partnerku-pun
enggak mem-forward (kalopun dia dapet sms itu). Cih. Nyebelin.
Dan sampe rumah ada sms "besok kumpul jam 7.15 ..."
Arghhhh! Kenapa gak sore ini sekalian siiihhh?? Besok akan kutanyakan. Ya,
pasti. Insya allah.

Sampe rumah gak ada orang,, laper dan capek, mandi dulu. Lalu buka tudung
saji. Taraa: ada tepung.
Kayaknya ibukku mau masak udang tepung tapi belum jadi...
Buka kulkas. Taraa: ada udang mentah dan beberapa potong bolu meranti. Tu
kan ibuk mau bikin udang,, dan makan bolu tok kayaknya nggak mantep,, mau
nasiiii
Akhirnya aku memutuskan tidur aja. Buka kamarnya ibukku (selama ini aku
tidur disana). Taraa: ada barang2nya ayahku. Oiya,, ayah lagi di jogja.
Buka kamarku. Taraa: seprai berdebu, tumpukan tas, kaos, kerudung,,
haduuhhhh. Kapan ya terahir kali aku tidur di kamarku?? Harus beres2 akbar.
Caappeeekkk. Laper lagii
Akhirnya tidur di kamar abangku. Habis ngantuk....
Tapi tidurnya nggak nyenyak soalnya kelaparan. Akhirnya nggoreng udang
sambil graong2.
Buka rice cooker,, tinggal nasi di pinggir2. Sisa seleksi orang2. Tapi
gapapa lah,, kelaparan je..
Habis makan tambah ngantuk, tapi nggak mau mberesin kamar. Mau tidur di
kamar abang tapi takut dia pulang dan aku diusir dengan paksa. Duh,, gimana
yaaaa
Males mikir, akhirnya malah ngeblog.

Beginilah mbak pemandu yang nggak bawa jas almamater di hari perdana. Tapi
langsung pinjem sih. Lha aku gak ikut pertemuan yg jam satu itu og,, ada
gawean je. Padahal paginya aku dateng ontime. Kenapa pengumuman itu malah
siangg??
Tapi begini2 maba pada nanya-nya ke aku,, dan bukan ke pemandu cowok,,
mungkin karena aku terlihat lebih profe (apanyaa?)
Hakakak. Nggak tau deng karena apa. Aku seneng2 aja sih ditanyain macem2
bahkan tentang tugas. Tapi lumayan juga hari ini pulsanya. Haha. apalagi
waktu mau delivery karung gandum (ini idenya a***d):
A***d: tak, aku jualan karung,, murah lo Cuma **** anda pesan kami antar
Etta: serius harganya ****? Mungkin pada mau ni. Beli 44++ km kesini aja
deket fistek.
A: tak cari dulu deng
E: harrgg.
A: tak, jadi beli? Berapa?
E: hiiihh!! Udah tak bilang 44++!!!
A: oh iya buu. Kamu dimana?
E: hiihh!! Udah tak bilang deket fistekk!!!
A: oh. Aku deket tugu teknik. Tar kamu sini aja.
E: aku mengutus orang kesana.

Dan akupun mengutus anak kesana. Lalu si anak sms "mbak,, mas a***d gak ada,
malah katanya lagi kkn?" (haha, dia pasti dikerjain komdis)
Lalu ada sms dari a***d: tak, aku dah pulang. Tar aja deh tak anter ke kamu
E: harrgg. Kapan?
A: setengh jam lagi.

Lalu anak yang diutus beli karung ternyata udah beli. Dan lebih murah 200
rupiah per karung. Lumayan tuuu
Dasar a***d! buang2 waktu-tenaga-pulsa!
Btw si anak mengaku di-galakin sama "orang2 yang disana". Hakaka. Kok aku
ketawa yaaa
Habis mereka meragain-nya lucu, yang penting nggak tertekan: "dikira kita
jualan karung apaaa??"

Karena aku belum confirm ke a***d maka kubereskan: "gak jadi aja. Udah
terlanjur beli..."
"oh. Bener ni ga usah?"
"iya. Maaf yaaa"
"gpp kok"

Dan di jalan ke basecamp anak2 dia bisa2nya sms lagi: "kelompokmu udah dapet
karung semua kan?" (usaha terakhir bgt sih)
Hhhh. Dasar wong dodolan.
Tapi kok DODOLan. Haha. maaf ya a***d....
Btw asterisk2 yang disana sepertinya nggak guna yaa. Hoho.

Thursday, 13 August 2009

premiere

Tadi pagi pertama kalinya nonton premiere. Thx to kinkin yang koneksinya
sangat oke sehingga bisa bagi2 tiket premiere Merah Putih gratis. Kyakyaaa
makasih kinkiinn!!!
Begitu pulang pengen langsung post, tapi aku terlalu sibuk nyuci, baca buku,
dan ketiduran, jadi baru post sekarang deh >(
Awalnya hanya pengen dateng-nonton-maen-pulang, jadi nggak pake googling
dulu, cari tau lebih lanjut tentang film, ato gimana2. Jadi aku bener2 belum
tau yang maen siapa, ceritanya apa, sutradaranya siapa,,,
Yang aku tau sih settingnya jaman perjuangan, ada darius sinathrya-nya, dan
menghabiskan dana 6 milyar. Itu juga info gak tau denger dari siapa,
kevalidannya diragukan.

Sebelum film diputar ada bagi2 doorprize gitu. Maauuuuuu
Tapi nggak bisa jawab pertanyaannya, yang sesimpel "settingnya taun brapa?"
dan "siapa sutradaranya?"
Aku ngahngoh dan miwik2 saja...

Hmm,, hmm,, nggak usah pake sinopsis yaa. Komentarku tentang film Merah
Putih: bagus! Suasana perjuangannya kerasa! Dan nggak melulu
perang-berjuang-graong2, tapi juga ada adegan dan dialog bodoh2an,, penyegar
yang oke...
Tapi pas scene korban2 bergelimpangan, "mayat" yang paling deket, yang
telanjang dada, malah keliatan perutnya naik-turun,, parah juga. Mbok ya
di-cut lho yaa =____=
Lalu, pas mereka melarikan diri ke hutan2 gitu,, baju mereka yang malemnya
kotor paginya bersih lagi. Nggak seru ah. Bajunya darius malah kotornya
pindah dari bahu kanan ke bahu kiri. Padahal lebih seru kalo bajunya nggak
usah ganti aja dari awal sampe akhir (tapi syutingnya butuh berapa hari yaa?
Dengan baju yg sama yg tidak dicuci....)
Tapi secara keseluruhan bagus. Aku sukak!
Apalagi habis itu foto sama pemeran2nya. Kyakyaaaa

Dari pemeran2 itu, yg paling diminati kayaknya Darius sama Zumi Zola. Tapi
tadi Dariusnya gak ada,, dan cewek2 pun antusias menyerbu si ZZ.
Oke, ZZ cakep sih. Dan cukup ramah juga. Dan pengen foto bareng juga, tapi
aku lebih ngefans sama yang jadi Thomas,, siapa? Donny alamsyah ya? (kata
sim2 pokoknya). Dan waktu dia gabung belakangan,, aku bener2 kesenengan
sampe memekik tertahan: "mwaaaa mau foto sama thomass!!!!"
Hehehe. Thomas luucuuu. Kalo senyum tampangnya kayak gini >=3 (dilihat
dengan kepala meneleng ke kiri). Gak representatif bgt ya? :D pokoknya
mulutnya rada mengerucut gitu loo, kayak huruf w. ah, pokoknya lucu.

Btw pas foto2 ini aku melihat antusiasme berlebihan dari orang2, mungkin aku
juga, tapi terutama hasbe.
Masya allah, si idola ini.
"mau foto sama zumi zola!" dan langsung menyerahkan handphone dalam posisi
siap memotret kepada orang terdekat, agak diseret kalo perlu, naro tas
dilantai (masya allah! Dicolong orang nanti!)
Yang paling geli waktu dia foto sama ZZ (apa si Rifnu (yg jadi Dayan) ya?).
tiba2 simsim nimbrung disebelahnya. Dan hasbi dengan teganya mendorong
simsim ke samping sambil berkata "iih,, kamuu tuuu" dengan nada centil.
Oh waow,, Be...
Meskipun pengen foto Cuma berdua, tapi nggak perlu sejahat itu (simsim
kelihatan terluka :D) dan yang paling penting,, nggak usah pake nada centil
begitu!!! Hiyek banget deh.

Foto2ku tersebar di hape orang2. Aku malah gak ngeluarin hape sendiri.
Meskipun nantinya di-uplod, tapi benar kata indik,, pengen punya di hape
sendiiirrriii
Temanteman,, jangan dulu dihapus yaaaa yang di hape,, transfer ke hapeku
duluuu
Pengen punya versi aslinya, bukan versi facebook yg compressed....
Senangnyaaaaa


Sampe rumah aku pamer sama ibukku. Dan aku sempet bilang tiketnya nyisa.
Ibuk : "iya to? Eman2... tau gitu tadi ibuk ikut nonton..."
Hng?
Ternyata ibukku ngefans sama Zumi Zola.
"simpatik. Dia baru pulang S2 di Amerika kan? Lulusan IPB kayaknya.."
Oh waow Ma,, meneketehe....
Kasian ibukku,, dah lama gak nonton. Kapan ya terakhir kali kami nonton
bareng? Kungfu Panda, kayaknya. Dah lama banget. Kemaren2 mau nonton KCB
bareng tapi kami sibuk sendiri2, gak ketemu hari yang pas.
Padahal mungkin kalo di-selakke bisa sih.

Dan ternyata ibuk ngefans sama ZZ. Besok deh Ma, tak temenin nonton lagi
juga gpp. Bagus og.
Thomas lucuuu!

Monday, 10 August 2009

refreshed! & pride

Hari ini rasanya refreshed deh. Habis maen. Padahal Cuma apaan banget,
ketemuan di KU njuk malah ikut layat terus habis itu maen. Maennya juga Cuma
apaan banget: hepup.
Tapi refreshed!
Setelah beberapa hari kegiatanku adalah berangkat pagi2 sambil grau2, trus
pulangnya pengen cepet2 pulang, habis itu pergi lagi nganterin ibukku, trus
pulangnya mampir2.
Haaahh. Capeekk.

Hari ini puas hepup! Soto yang dimakan tepat sebelum menuju hepup pun
terbakar dengan sempurna,, habis karaokean langsung laper lagi.
Ayo besok maen lagi! Aku butuh refreshing banget kiiii *sok stress*
Tapi besok siang aja ya,, paginya ada seminar.hehe. senang deh.
Jadinya besok aku gak ikut simulasi ospek yang krikrik. Sebenernya cukup
penting,, tapi yg hari ini kelamaan di protokolernya. Kayaknya doyan banget
ngomong,, gak mau lepas dari mic. Kami memandang dari kejauhan dengan
tampang begini: -____-""
Dan besok simulasi hari 2 dimana kami harus berjalan dari teknik ke GSP lalu
ke sekip lalu ke teknik lagi.
Prei lah.
Maaf ya,, saya diamanahi datang seminar je,, jatah KWU ni.... *tapi dengan
wajah sumringah*
Lagian,, kan ada partnerku,, kalo hanya jalan2 dan pengondisian tempat nggak
perlu berdua juga kan? Satu saja cukup :D

Fufufu,, mudah2an seminar besok menyenangkan,, dan aku dapat banyak hal.
Amin.


Btw aku mau nulis lagi ni: PRIDE
Tau seven deadly sins gak?
Sebenarnya ini nggak ada dalam ajaran agama yang kuanut sih,,
Eh.
Sebenarnya ada, tapi nggak dikelompokkan dalam beberapa (misalnya tujuh)
deadly sins gitu.
Nah, seven deadly sins kan ada tujuh tu (ya iyalaah. Namanya juga SEVEN) :
pride, gluttony, lust, greed, envy, sloth,,,
Eh
Satunya apa ya? Aku lupa eeee
Maaf yaaaa. Males googling. Tar kalo pada googling kasi tau aku. Oke?
Aku juga taunya dari nonton full metal alchemist, dimana homunculusnya
dinamai seperti seven deadly sins,, terus habis itu sering muncul di film
barat juga sih. Jadi familier.

Nah, beberapa hari yang lalu aku habis baca artikel tentang dosa pria dan
wanita gitu. Ehem. Sebenarnya itu artikel agama orang, bukan agamaku,, tapi
aku suka iseng baca. Gapapa kan? Yang penting yang tidak sesuai keyakinan
agamaku tidak diamalkan. Ya gak sih?
Nah, di artikel itu disebutkan bahwa orang yang melakukan pengakuan dosa
tiap tahunnya berkurang (lama2 orang semakin nggak mau ngaku? Atau...) dan
bahwa dosa yang dilakukan pria paling banyak adalah lust, sedangkan wanita
pride.
Waktu itu aku mikir: bukannya cowok lebih caper daripada cewek? Lebih pengen
diakui gitu?? (menanggapi yg pride itu loo)

Tapi kuakui hari ini aku melakukan si pride itu.

Looooohhhh
Bukaaaannnn
Bukannya aku lalu meyakini ajaran ini looo
Hanya teringat pada artikel yang kubaca tempo hari,, tapi nggak terus
menyesali panjang lebar,, apalagi bikin pengakuan dosa. Oh waow. Bukan2,,
hanya teringat saja...

Eh. Ngomong2 aku jadi males ni menjabarkan perbuatan pride ku tadi.
Tar jadi pengakuan dosa lagi,, meskipun tidak dilakukan di depan pemuka
agama,, haha.
(jadi sebenernya kamu pengen cerita apa sih Ta??)
Intinya aku jadi lebih sadar kalo cewek juga sangat rentan terhadap si pride
ini. Tapi nggak tau sih kalo tentang dosa yg dominan dilakukan cewek adalah
pride,,kalo menurutku malah envy, mungkin. Kalo pride sih,, selama ini aku
men-judge cowoklah yang caper dan sebagainya,, cewek mah kalem aja...
Hakaka. Pemikiran macam apa ituuu

Udah ah. Arahnya jadi nggak bener ni,, bahaya.
Maaf GJ. Sperti biasa.... :D :D :D

Wednesday, 5 August 2009

Javaccino guy

That Javaccino guy
With his expensive titanium (or carbon, I'm not sure which one--might even
be neither of em, tho :D) bike.
Ehe.
He.
He.
He's got such bright smile, eh?
Hehe.
Kyaaaa
Kyaaaa
Sooo cuuuteeeee
He reminds me to someone I knew, but I can't tell.
I mean I really can't.
Can't even remember whom he looks like.

Luuucuuuuu
Sukak banget liat iklannya.
Hanya karena suka liat si Javaccino guy :D

Btw, aku sadar aku mungkin akan di-iyik2. Tapi gapapa deh. Paling enggak,
nge-fans sama mas Javaccino lebih mending daripada ngefans sama pria berotot
G**i*a (pada ngeh nggak? Sengaja tak samarin ni.. takut mengundang hinaan
kepada pihak tertentu :P)

Hehe.
Hehe.
Nyyyaaaaaaa

Sunday, 2 August 2009

living alone

Dulu aku sering berpikir, misalnya suatu hari aku bekerja di luar kota atau
bahkan di luar negeri, tinggal sendirian sama sekali bukan masalah. Aku bisa
masak. Sekali2 makan diluar juga gapapa. Untuk urusan rumah, berhubung aku
sudah punya penghasilan, sewa saja pembantu. Atau tinggal di apartemen, yang
udah ada room service-nya. Ato praktisnya sih pembantu sekalian masakin...
Buset, muluk2 banget yaaa
Tapi di-amin-i juga deh,, semoga aku benar2 punya pekerjaan yang
memungkinkanku tinggal di apartemen dengan room-service, hehe.

Ternyata tinggal sendirian itu berat.
Sehari-hariku juga semi-tinggal sendiri sih. Aku kuliah pagi2, abang belum
bangun, kadang ibuk dirumah, kalo nggak ke pasar apa nyapu halaman yang
mirip kebon apa maen ke tetangga (?), jadi anggaplah aku sibuk sendiri
dirumah sebelum kuliah. Pulang magrib gak ada orang. Tapi ada makan. Dan
waktu yang kulalui sendirian praktis Cuma magrib sampe tidur, kemudian
bangun lagi dan berulang lagi seperti itu.
Nggak tiap hari begitu sih,, tapi udah biasa home alone.
Liburan sekarang ini,, aku cukup sibuk sih. Tapi ternyata nggak se-sibuk
kalo kuliah,, alhasil kerjaanku kalo dirumah Cuma baca buku, nonton tivi,
merenung....
Dan ibuku lagi di Medan. Yang artinya,, nggak ada makan. Hiks.
Hari petama-kedua, masih ada lauk tinggal-goreng,, mudah....
Hari ketiga, masih sempet masak dengan bahan seadanya,, lumayanlah....
Hari-hari berikutnya kulkas mulai kosong dan ada dua pilihan: beli bahan di
pasar lalu masak atau beli makan jadi.
Dan dua2nya malesin. Pada dasarnya aku males keluar rumah,, dan kalo beli
makan aku pasti bingung mau makan apa. Kayaknya ketularan temen2 kampus.
Kalo siang mesti "makan apa yaaaaa" sambil jalan ke parkiran. Sampe
parkiran, bahkan kadang sampe diatas motor yang mesinnya sudah menyala,,
"hoee makan apa niiii"
Hhhhhh.

Akhirnya jajananku brutal. Nasi padang, soto, sate, dan bahkan roti bakar
untuk makan malam. Kadang kalo males keluar aku makan mie instan ato pop mie
(lagi banyak di rumah, sisa2 perjalanan ayahku dg teman2nya)
Betapa tidak sehat.
Dan hari ini aku mulai berpikir: STOP. Hentikan. Sebaiknya aku mulai masak
nasi, belanja, lalu masak makanan sehat.
Tapi aku mikirnya udah tengah hari. Mana ada pasar buka lhaaa
Lagian, aku nggak pernah benar2 masak deh kayaknya. Paling nggak yang
direncanakan sampe belanja segala. Biasanya Cuma mengais2 bahan makanan di
kulkas dan asal2an masukin wajan, tapi toh jadi juga.
Makanya aku nggak yakin mau masak,, nanti kalo mubazir piye... (jadi inget
Ian makan mie goreng pake daun ketumbar. Hebat juga bisa abis yan...)

Akhirnya aku beli lauk. Berputar-putar sebentar,, memilih tempat makan yang
rame. Berhubung aku udah masak nasi,, dan beli lauk thok kayaknya murah,,
maka aku memilih restoran padang enak yang (seingetku sih) rada mahal. Tapi
aku nggak nyangka SEMAHAL ITU! (biasanya beli disini nggak bayar sendiri
sih...)
Beli paru selembar, tipis dan kecil, harganya sama kayak aku makan seporsi
di warung deket kampus. Maksudku bener2 porsi lengkap, dengan nasi, telur
balado, sayur, dan es jeruk.
Dan di restoran ini Cuma dapet paru selembar, kecil pula. Apa warung di
kampus yang ke-murah-en,, gak tau juga.
Beli ayam sekalian buat abangku, (kalo malem ini dia pulang. Kalo nggak
yawis,, buat sarapanku besok) yang kirain harganya jauh lebih murah,,
ternyata Cuma lebih murah lima ratus.
Ya,, lima ratus rupiah saja. Hhhhhh.....

Dan waktu aku nengok ke kaca (di restoran padang sering ada kacanya kan,,),
aku kelihatan pucat dan sayu. Ya ampuunnn
Padahal baru beberapa hari saja. Gimana kalo aku bener2 living alone sambil
kerja nanti??

Btw jadi inget postingannya Ian yang "important marriage", kae lah.
Dulu aku juga pernah mikir kayak copey, wanita karir yang sendirian, anak
sih ngadopsi aja,, banyak orang yang mbuang anaknya,, kasian juga kan nggak
ada yang ngerawat. Nggak masalah. Tapi kalopun aku pada akhirnya memilih
untuk menikah dengan orang pilihan (cieh) juga gpp. Gak masalah juga. Tapi
lalu aku baca dongeng hindu kuno,, yang menjelaskan peran wanita di bumi
adalah sebagai "empu",, eh,, istilahnya apa yaaa pokoknya intinya
melestarikan keturunan deh, haha. dan wanita hindu jaman dulu sangat malu
kalo nggak bisa punya anak, sedangkan yang memang tidak mau punya anak pasti
dikucilkan dan dihina dan mempermalukan seluruh keluarganya (ya ampun!).
bukan Cuma itu, wanita hindu jaman dulu yang nggak mau punya anak setelah
meninggal akan menyusui ulat2 dan.... apa yaa... satu lagi aku lupa. Maaf...
pokoknya ngeri og. Hehe.
Bukannya karena aku takut hukuman menyusui ulat itu lhoo, secara
kepercayaanku bukan hindu. Tapi dongeng itu sedikit-banyak menginspirasi
kok,, dan aku sekarang sama sekali nggak kepikiran jadi wanita karir yang
nggak menikah sampe akhir hayat. Hasyah.
Sayangnya itu dongeng lebih menginspirasi perempuan,, kalo Ian yang baca,,
paling Cuma bosen. Krikrik...
Lah. Malah nulis ini.

Kesimpulannya, living alone is terribly desperately desperate. Hasyah.

Friday, 31 July 2009

keracunan

Bukan keracunan gas, untungnya. Bukan juga keracunan makanan, sayangnya,
jika kau telah bersiap mengangkat sudut bibir untuk menertawakanku.
Aku keracunan baca Bartimaeus yang kedua.
Aku mendapati diriku berbaring membacanya tidak kurang dari delapan jam,
bangun hanya untuk ke kamar mandi, makan siang jam empat sore, kemudian
kembali berbaring dan membaca lagi. Total entah berapa jam yang kuhabiskan
sampai sekarang, ketika akhirnya aku berhenti membacanya di bagian yang
paling seru, menyisakan beberapa lembar terakhir. Kebiasaan aneh.
Ngomong-ngomong, aku sengaja menulis dengan bahasa novel terjemahan untuk
meyakinkan kalian, bahwa aku sangat teracuni. Bahkan mungkin nantinya bakal
terlihat mirip seperti gaya bahasa Bartimaeus. Argh, aku benar-benar
keracunan!

Bartimaeus buku kedua, "The Golem's Eye", menurutku bahkan lebih bagus dari
yang pertama. Hal yang langka ditemukan pada novel trilogi atau tetralogi,
menurutku. Lebih banyak sudut pandang, lebih banyak konflik. Dan aku
menikmati ketidaksukaan Bartimaeus pada Nathaniel atas berubahnya Nathaniel
menjadi penyihir angkuh yang haus kekuasaan. Meski begitu, masih ada sedikit
sisa-sisa sifat kanak-kanaknya, seperti Nathaniel yang menjawab panjang
lebar kepada Bartimaeus tentang hal-hal pribadi jika ditanya, yang
sebenarnya tidak perlu diceritakannya,, tapi sangat menghibur. Aku suka
Nathaniel yang kanak-kanak.

---------------------------------------------------------
*bahasa novel terjemahan selesai. Nggak enak nulisnya ternyata...
Btw, aku belum makan malem. Bingung mau jajan apa. Nasi padang, nasi goreng,
sate, soto,, pih. Lagi bosen....
Jadi pengen cari makan yang jauh. Tapi udah malem,, males juga pergi makan
jauh2 malem2,, sendiri pula. Mending nek ada temennya.
Makan apa ya?
Aku inget ada bebek goreng deket pasar situ kayaknya. Tapi nggak tau rasa
dan harganya. Gimana kalo ternyata harganya 20ribu untuk rasa yang aneh??
Ah, sudahlah. Nggak akan tau kalo nggak dicoba. Aku pergi beli bebek dulu
yaaaaa
---------------------
Bebeknya tutup. Apa2an jam segini udah tutuupppp
Hakaka. Ternyata deket situ ada bebek lagi, yang ternyata udah mau beres2.
Hiks. Masak masnya bilang,, "kalo nggoreng sendiri di rumah mau nggak mbak?
Udah dibumbui.." yang ternyata tidak bercanda, dilihat dari ekspresi masnya
yang nggak enak menatapku melongo miring. Kayaknya ibu2 sekitar sering beli
mentahan gitu kali yaa, yang penting udah dibumbui...
Sebenernya nggoreng cepet sih. Meskipun aku nggak pernah nggoreng bebek,,
tapi paling sama lah kayak ayam.... tapi aku akhirnya memutuskan jalan terus
ke utara. Berlawanan dengan kebiasaan, sebenernya. Biasanya aku kalo jajan
ke barat-selatan,, ini nyoba ke timur-utara. Jalan disini lebih gelap,, rada
horror juga sih. Hoho.
Nyari tempat makan yang rada rame,, hmm,, mie ayam, bakso bawor, siomay,
roti bakar (ternyata ada! Biasanya aku beli di jalan tajem dan sering
kehabisan). Aku akhirnya malah jalan-jalan terus liat2 tempat makan, nggak
beli-beli. Sampe akhirnya merasa udah jalan terlalu jauh dan jalannya makin
horror, jadi aku balik arah. Dan akhirnya malah beli soto di tempat yang
sepi. Tadinya mau makan disana karena males menggunakan piring-sendok
pribadi,, tapi horror e makan sendirian disana malem2...
Duh,, malah cerita ini.
Tapi ini bener2 menunjukkan aku yang kesepian di rumah sendirian. Makan
seenaknya, cenderung nggak teratur dan asal2an,, baca Bartimaeus sepanjang
hari,,, hiks. Sungguh tidak sehat.
Oh iya. Sebenarnya aku punya beberapa kerjaan lain. Cuma nggak ada semangat
mengerjakannya. Lagipula aku sedang di titik jenuh kegiatanku nih. Lagi
pengen nganggur senganggur-nganggurnya. Ahaha. Lagipula lagi,, kayaknya
untuk sementara ini aku akan harus berjuang sendiri. Hiks.
Raceto ya?
Lagi suntuk. Habis makan bukannya tambah semangat. Malah makin desperate.
Atau mungkin hanya efek keracunan.
Pengen baca lagi nih. Tapi bentar lagi buku kedua habis kubaca. Buku tiga
pun pasti bentar lagi habis dibaca. Gimana ya?
(kalo dibaca selembar sehari sih awet. Dua tahun kurang dikit baru selesai.
Tapi plis deh,, apaan banget).
Buku dua baguuss!! Bahkan lebih bagus dari buku satu! Baca Sim! Ayo semua
baca!!

Kapan2 aku akan mencoba menulis dengan gaya novel terjemahan lagi ah. Opo
jal. Tapi lucu juga, kadang2 kita menemukan kalimat2 yang benar2
diterjemahkan harfiah. Seperti "kemudian ia menjejalkan kakinya ke dalam
sepasang celana yang tergeletak..." padahal kan kalo dalam bahasa
Indonesia,, celana tu ya SATU,, bukan sepasang. Ya nggak sih?
Btw kalimat tadi karanganku lho. Yang di bartimaeus nggak gitu. Semacam lah
pokoknya. Oiya, sering juga "sepasang gunting..."
Udah ah. Baca lagi....

Tuesday, 28 July 2009

idealisme pergaulan

Ada orang2 tertentu yang punya idealisme pergaulan. Kadang yang umum dan
pasaran, kadang yang aneh2 dan nggak umum sama sekali. Misalnya idealisme
tentang pergaulan cewek-cowok.
Hari ini aku nyasar di forum kecil yang semua orang mengatakan "saya" dan
bukannya "aku" dan menyebut nama lawan bicara dan bukannya "kamu". Dan waktu
aku datang, ada 2 lelaki yang duduk di dua sisi "lebar" nya meja (silakan
bayangkan), dan aku say hi lalu menarik kursi di sisi "panjang" nya meja.
Yang berarti aku akan berada di tengah mereka,, tapi kan jauuuuhh. Dan salah
satu dari mereka kemudian minta tukar tempat duduk. Oh,, oke,, ini adalah
salah satu idealisme pergaulan yang kuhargai,, meski rada makdingding juga,,
halooo saya kan jauuuh. Coba ukur jaraknya! Satu meter mungkin ada.
Kemudian ada satu orang lagi yang datang, perempuan,, dan kemudian setiap
orang menggeser kursi sehingga perempuan dan laki2 terpisah panjangnya meja.
Hhhh. Dasar idealis. (lho? Tadi katanya menghargai? :D)
Jadi akhirnya aku menyelesaikan urusan dengan cepat,, karena masih mau minta
acc KaJur,, ya,, LPJ jadul itu,, gak kelar2.

Eh. Betewe,, pembicara2 yang didatangkan untuk training pemandu tuh setipe:
mas2 yang bajunya semacam, tampangnya semacam, style-nya semacam. Bahkan
referensi bukunya pun semacam. Eh bukan semacam malah, tapi benar2 SAMA.
Sampe aku mikir jangan2 ini mas yang kemarin Cuma ganti baju... =____=
Hhhhh. Siapapun yang memilih pembicara2 itu pasti punya selera semacam.
Opo sih Ta....
Ah,, pokoknya mereka semua semacam. Nggak variatif. Tapi bukan ini yang mau
kuceritakan. Tapi jadi inget: pas training ketiga,, aku lupa lagi mbahas
apa,, pokoknya masnya bilang (dalam konteks memberi contoh): "wah, mbaknya
ini ramah sekali ya,, tiap ketemu selalu cipika-cipiki,, bahkan dengan yang
tidak berjilbab... eh tapi yang PUTRI lho!"
Hng?
Apakah aku mendengar kata2 "berjilbab" segala?
Memangnya kenapa kalo cipika-cipiki dengan yang tidak berjilbab? Idealisme
pergaulan yang menyebutkan semacam "sebaiknya jangan cipika-cipiki dengan
yang tidak berjilbab" belum pernah denger tuh. Aneh2 deh orang ini. Aku
sendiri nggak terbiasa cipika-cipiki,, lagipula itu kan bukan budaya orang
timur,, tapi kalo ada temen yang ultah, misalnya, mau berjilbab kek, mau
Kristen kek, hindu, budha,, aku oke2 saja cipika-cipiki....
Kira2 maksut si mas pembicara apa ya? Apakah dikhawatirkan, misalnya, orang
yang non-muslim memelihara anjing lalu pipinya dijilati or semacam?
Tapi kok masnya bilang "wah, mbaknya ramah sekali ya..."
Ato mungkin masnya Cuma waton ngomong.
Menurutmu?

Oh iya. Hari ini setelah LPJ diserahkan, aku kelaparan dan memutuskan cari
makan yang deket kampus. Nggak punya temen,, siapa tau nanti malah ketemu
temen disana.
Aku memilih barokah. Udah lama nggak makan disana.
Sudah parkir.
Masuk ke dalam.
Isinya om2 semua,, kecuali dua mas2 yang memandangku sambil tertawa.
Oke,, masnya kemungkinan besar bukan ngetawain aku,, tapi tetap saja.
Kok isinya om- oommm???
Aku bahkan celingukan berusaha mencari tulisan "mulai bulan Juli Barokah
menjadi warung khusus pria"
Dan ternyata memang ada.


Ya nggak laaaahh!!
Akhirnya aku yang terlanjur parkir pun memutuskan makan disana. Hiks.
Sendirian,, penuh om om pulak. Aku biasanya kasual aja makan sendirian di
warung,, tapi bukan di warung yang penuh om-om.
Rasanya jadi aneh. Tiap kali aku nengok, aku mendapati si om sedang
melihatku. Tiap ada orang naik motor lewat, aku jadi mendongak dan mendapati
si pengendara menatapku.
Padahal sih Cuma kebetulan.
Dan aku sebal mendengar mas2 di belakang yang cekikikan. Kemungkinan besar
bukan ngetawain aku,, tapi aku sebel. Dia punya temen cekikikan dan aku
nggak punya.
Dulu pernah ada teman yang bilang,, "kayaknya kalo cewek makan sendirian tu
aneh ya,, padahal kalo cowok makan sendirian biasa aja"
Dan aku tidak sependapat. Soalnya sering juga sih, makan sendirian. Apalagi
waktu baca blognya gupi,, jadi makin pede makan sendirian,, halah. Opo sih.
Tapi makan sendirian di warung penuh om-om memang aneh.
Akhirnya aku makan dengan cepat dan segera pulang,, mas2 berdua tadi masih
cekikikan cobak! Sebel. Padahal nggak tau apa2, tapi sebel. Grrrr.