Thursday, 26 August 2010

just the way u are

"don't go changing, to try to please me

U never let me down before….."

 

"don't go trying some new fashion

Don't change the colour of your hair

I'll take the good times, I'll take the bad times

I'll take u just the way u are!"

 

"I don't want clever conversation

I never wanna work that hard

I just want someone that I can talk to

I want u just the way u are!"

 

 

Itu tadi penggalan2 lirik lagu jadul (etta bgt sih lagunya jadul2,,hehe) "just the way u are" yg nyanyi Billy Joel poya,, CMIIW (kemarin ternyata ada orang yang gatau ini apa,,bagi yang nggak tau, CMIIW= Correct Me If I'm Wrong)

 

Saya menginginkan orang lain melihat saya seperti itu. Ya, seperti di lagu itu. Yang ujung2nya I'll take u just the way u are dan I want u just the way u are.

Untuk itu, saya merasa sayapun harus melihat orang lain dengan cara yang sama.

 

Tapi kok susah ya :D

 

Fiuh. Baiklah. Sebenarnya saya sedang sebal sama seseorang (tidak usah tebak siapa :D)

Dan saya orangnya mikir. Banget.

 

Ini saya sebal karena memang patut sebal ato karena saya yang nggak bisa taking him just the way he is?

 

Lebih dari setengah diri saya mengatakan saya memang patut sebal.

Hemm,,belum menemukan solusi. Sebenarnya inti masalah saya adalah saya ngga suka basa-basi dan menurut saya,,sebaiknya nggak usah nanya kalo nggak bener2 pengen tau, dan nggak usah ngomong kalo nggak bener2 pengen ngomong.

 

Karena kalo ujung2nya lupa dan nanya lagi pada akhirnya, ato harus ngomong lagi pada akhirnya,,

Saya merasa buang2 energi menjawab pertanyaan yang sama ato menjelaskan ulang hal yang sama ato apapun macam itu!

Saya tau ingatan manusia terbatas.

Bahkan tingkat konsentrasi ketika sedang menerima informasi.

Saya sendiri pasti pernah seperti itu.

 

Tapi tetap sajaaaa

 

FYI, saya Cuma sebal bukan marah,,dan saya orangnya gampang lupa kalo lagi sebal dan mudah memaafkan (amin!)

Tapi kadang2 saya keluar evil nya dan pengen rasanya memberikan shock therapy ke orang2 >J

Maaf bagi kalian yang pernah kena,,hehehe.

 

Jadi ingat bagian ini

"I don't want clever conversation

I never wanna work that hard

I just want someone that I can talk to

I want u just the way u are!"

 

I actually don't want any clever conversations either. I've got soo much clever friends from whom I can get any clever conversations that I want.

 

Tapi kalo ngik bgt ya saya sedih lah. (istilah yang keluar entah kenapa adalah sedih. Faktanya adalah miwik2 ala ipa empat--->nyeieieieieieie sambil garuk2 meja)

 

Baiklah,,sebetulnya nggak se-ngik itu deng.

 

Pilihlah pasangan hidup yang sederajat.

Sederajat agamanya, ilmunya, lalala… (teman2 saya yang clever lebih bisa menjelaskan dg baik)

 

Loh kok jadi pilihlah pasangan hidup sih. Memangnya saya sedang memilih pasangan hidup apa?

 

Dan saya rasa saya bukan penganut aliran pertapaan penderitaan sidharta gautama (apa to yaa maaf saya Cuma asal nulis,,mudah2an nggak ada pihak manapun yang tersinggung)

 

Baiklah. Ini sudah mulai ngga jelas.

 

Ngomong2 terpikir satu hal. Seharusnya "pilihlah yang sederajat" tidak bertentangan dengan "I'll take u just the way u are" dong ya?

Saya sedang berusaha menyelaraskan. Terbayang jawaban2 teman2 saya yang clever,,

Pilihlah yang sederajat dulu,,

Lalu sisanya take him just the way he is….?

 

Kah?

 

Ngomong2 derajat,,dengar2  saya sempat membuat orang2 takut.

Tingkat tinggi.

Hehe,, geje.

 

Saya ini ngapain sih sebenarnya….

Tuesday, 24 August 2010

Tentang PATRIOT ala etta

Yuhuuu
Saya update loh,,hehehe
kemarin lusa, tepatnya tanggal 19-22 Agustus 2010, diadakan ospek (eh sekarang namanya PPSMB deng,,wateverlah) Fakultas Teknik, namanya PATRIOT. Kepanjangannya Pengenalan Teknik untuk Negeri Menuju Indonesia Bermartabat. Maksa banget, iya saya tau,,siapa sih yang bikin,,hehehe.

Anw.
Taun ini, tidak seperti taun sebelumnya,, saya ogah ribet2 jadi pemandu dan grau2 nggak ikhlas karena waktu liburan saya tersita untuk simulasi2 dan training2 pemandu yang buanyaknya masya Allah.
Tadinya saya belum minat untuk gabung di kepanitiaan ini malahan,,tp karena diminta (ato ditawari? :D) menjadi delegasi HMTI untuk bendahara umum,,okelah saya mau. Wah,,saya mudah kena sama hal2 macem “my honour!” begini je. Ini baik nggak sih? Sigh.

Tapi!
Saya yang waktu itu sedang raung2 Chronics2010 dan pada hari wawancara terlanjur janji pada orang lain,,akhirnya membagi wawancara yang ada 5 pos (saya baru tau hari itu kalo 5 pos dan segera “oh waow kalo ini sih males bgt! Mana aku ada janji lagii”) jadi dua hari. Hari pertama saya Cuma ikut 3 pos. sebenernya kalo dilanjutin 2 pos lagi paling jg cm 15 menit,,tp aku udh terlanjur nggak enak sih sama orang-yang-sudah-terlanjur-saya-janjiin-tadi.

Sehingga.
Saya sih “yah udah jelas gabisa lah ya,,maafkan saya HMTI”
Lebih dari ini sebenarnya karena saya sempat ditelpon mas Otem (ketua HMTI) dsb, dibilang masih bisa wawancara sampe jam 8 segala, dan waktu itu jam 7 lebih dan aku baru nyampe rumah bgt abis raung2 kronik dan merasa “argh yasudahlah gilak aku udah teler bgt mau wawancara juga poyaaa”
Hiks, maafkan saya.
Tapi akhirnya saya malah ditawari jadi staff logistik.
Karena pas wawancara saya bilang oke kalo dipindahbagiankan,,maka yasudahlah saya terima. Meskipun jelas rasanya beda lah ya, seandainya saya ikut 5 pos dan jadi bendum (kayak bakal iya aja,,yah namanya jg andai :p)

Logistik bisa dibilang hampir ga pernah rapat. Cuma ketemu sekali, trus rapat berikutnya aku ga dateng, dan tau2 udah simulasi ospek.
Aku inget ada satu anak tekim cewe 2009, tp lupa orangnya yg mana, juga namanya.
Untung dia ingat aku. Nyamperin. Fiuuhhh. Ah iya, namanya Sasa.
Dan ada anak mesin cowo 2008, tentu saja aku lupa mukanya juga, sekali lagi apalagi namanya :D
Oh. Ternyata namanya Heri dan anaknya yang “macam itu”. Kesan pertama “anak gaol gimanaa gitu”

Tapi ternyata setelah ospek mulai bisa beda bgt gini!
Heri ternyata nggak malesan, syukurlah, dan dia rada konyol juga. Hahaha.
Dan Sasa! Dia ternyata sangat rajin,,but in the other hand, dia bisa diajak ngedan, nekat, mbolosan (kalo ini dia yang ngajak,,haha!) pokoknya dia benar2 partner-in-crime saya selama ospek.


Tim logistik. Kiri ke kanan: etta-bagus-fidi-heri-sasa (engga pake hp saya,,jelek ah :p)



Saya dan sasa (pake hp saya,,lebih cerah *takabur, astaghfirullah!)



Plus tyas anak konsumsi




Maskotnya PATRIOT. Kami sempat narsis dong ya :DD




Datang subuh Cuma kecepetan TIGA MENIT berani2nya kami narsis2 dulu di lampion2 lucu deket mustek. Ini percobaan ke-sekian, langit bahkan mulai terang. Hahahah,,bodo amat telat. Kami memang licik sekali. Kikikiki!


Foto gagal ini malah menunjukkan wajah licik kami. Hekekeke.


Banyak sekali yang saya alami selama jadi panitia ospek taun ini,,tp intinya sih saya senang2 saja. Banyak hal yang nggak terduga. Banyak seru2an bareng orang2 yang nggak terduga.
Saya jadi agak lebih percaya bahwa saya mengalami peningkatan sebagai orang yang sedang berusaha lebih ramah dan membaur. Apakah kali ini saya memang berhasil, ato karena mereka2 yang memang ramah pada saya?
Anw, saya ingin tetap menjaga silaturahmi dengan mereka2 yang saya kenal selama ospek taun ini (tidak seperti taun lalu,,saya merasa kenal banyak tapi sekarang banyak lupa). Nggak hanya staff logistik,,pokoknya semuaa yang saya ajak ngakak dan heboh bareng! :D

Ada banyak foto2 lucu lagi,,mau uplod ah. Dan ada yang masih di anak TJI,,lupa minta. Eh eh btw,,anak TJI ada yang lucu,,tp saya tidak cari tau, Cuma liat sekali dua kali. Tele kameranya mantap sekali :D

Btw saya sempat ambil foto sunrise di kukup beberapa waktu yg lalu,,Cuma iseng dari kamera hape,,nggak pernah diliat lagi. Hari ini pas buka2 file kok ternyata hasilnya lumayan :D



Bagus yaaa kesannya dingin merinding sekaligus hangat (ini bener2 apa yang saya rasakan,,maaf kalo samasekali nggak representatif)

Eh btwbtw,,kmaren aku sama arin kebetulan lagi ngga puasa,,jadi cari tempat makan dan sepi dan jadi sesi curhat liar. Senangnya bisa mengatakannya pada seseorang,,akhirnya! *lebe
Saya berharap ada gelgel dan cope disana,,tapi untuk saat ini arin lebih dari cukup. Love arin! :*

See ya all!^^

Saturday, 14 August 2010

Pemikir Pendobrak

Beberapa hari yang lalu saya ikut tes kepribadian ini loo
Karena sedang malas baca, akhirnya hasilnya saya save,,dan baru inget baca hari ini :D

Kayaknya Pemikir Pendobrak tu terjemahan seadanya dari bahasa inggrisnya deh,,agak aneh. Versi inggrisnya jg ada kok di situ situ tadi,,tp saya ngga nyoba. Anw,, ini hasil tes saya:

Pemikir Pendobrak

Tipe Pemikir Pendobrak adalah orang-orang penuh pesona dan antusias. Mereka benar-benar penuh dengan energi dan suka mengambil posisi di tengah-tengah perhatian. Mereka menyukai keragaman (saya banget!) baik dalam kehidupan profesional maupun personal. Tipe Pemikir Pendobrak menghadapi perubahan secara konsisten dengan optimisme serta keyakinan teguh dalam kemampuan mereka sendiri (amin aminn!); mereka selalu mencari kemungkinan ke arah yang lebih baik. Ketrampilan komunikasi mereka yang cemerlang (? Amin deh) merupakan keuntungan besar bagi mereka di sini. Mereka mendekati dunia dengan rasa ingin tahu serta keterbukaan dan mengendalikan situasi-situasi baru dengan bakat improvisasi yang besar dan lihai. Waktu luang mereka dihabiskan dengan begitu banyak hobi; kebanyakan tipe Pemikir Pendobrak suka bepergian untuk mengumpulkan sebanyak mungkin pengalaman. Tipe kepribadian ini tak terkalahkan dalam menemukan kemungkinan-kemungkinan baru.

Dalam bekerja, tipe Pemikir Pendobrak sangat menghargai tantangan dan keragaman pekerjaan. Mereka tidak tahan rutinitas dan pekerjaan yang terlalu mendetail. Mereka suka membuat orang tercengang dengan ide-ide berani untuk proyek orisinil baru kemudian menyerahkan kepada orang lain untuk melaksanakannya. Hirarki, aturan, dan kaidah membangkitkan penolakan mereka dan mereka suka mengakali sistem. Sangat penting bagi mereka untuk menikmati pekerjaan yang mereka lakukan; jika hal itu terjadi, dengan cepat mereka menjadi para pecandu kerja sejati. Kreativitas mereka muncul paling baik saat bekerja sendiri (bukannya saya nggak bisa kerja dalam tim sih, tp kadang kalo pas di tim ribet dan sulit konsentrasi krn kebanyakan suara :D) ; namun mereka sangat pandai mendorong orang lain dan menulari orang lain dengan sifat optimis mereka (amin!). Kegiatan konseptual atau menasehati khususnya menarik bagi tipe Pemikir Pendobrak. Bisa terjadi beberapa orang merasa terkecoh dengan sifat fleksibel dan spontan mereka.

Keluwesan dalam bergaul serta kesenangan mereka dalam mencoba hal-hal baru membuat tipe Pemikir Pendobrak selalu memiliki lingkaran teman dan kenalan yang luas (amin!) di mana kegiatan memegang peranan penting. Karena mereka lebih sering bersuasana hati gembira, mereka populer dan sangat terbuka terhadap orang-orang baru (amin!). Menggerutu dan kesal tidak ada dalam kamus mereka (ini agak sulit,,tp saya sebel kalo denger orang sering mengeluh,,jadi saya juga sebisa mungkin lah,,tp masih sering grau2. Tambah parah. Hahaha). Namun demikian, mereka cenderung agak tak dapat ditebak dan tidak stabil (apakah berarti labil? :DD) saat harus berhadapan dengan kewajiban dan ini membuat mereka tampak tidak dapat diandalkan bagi sebagian orang. Tipe Pemikir Pendobrak sangat kritis dan menuntut saat memilih pasangan karena mereka mencari hubungan ideal dan memiliki gambaran yang sangat nyata mengenai hubungan yang ideal ini. Memiliki tujuan yang sama dalam kehidupan sangat penting bagi mereka. Mereka tidak menyukai kompromi (we e e,,saya sudah lama sekali belajar kompromi dan toleransi,,dan saya pikir saya cukup berhasil kok! Yah, mungkin aja sih ngga bisa sembuh total :p) dan lebih memilih melajang ketimbang harus melakukannya (tunggu2,,kok jadi melajang sih. Dasar terjemahan!). Bagi si pasangan, seringkali merupakan tantangan untuk menjalani hubungan jangka panjang dengan seorang Pemikir Pendobrak. Tipe Pemikir Pendobrak membutuhkan banyak ruang dan keragaman karena jika tidak, mereka akan menjadi bosan dan merasa terkekang. Tipe-tipe yang agak lebih tradisionalis biasanya punya masalah dengan kebersediaan tipe Pemikir Pendobrak untuk mengambil risiko dan tindakan-tindakan mereka yang kadang-kadang gila dan spontan. Namun demikian, jika Anda memiliki cukup keluwesan dan toleransi terhadap mereka, Anda tidak akan pernah bosan dengan kehadiran mereka dan akan selalu memiliki pasangan yang setia dan dapat dipercaya.


Btw merah2 dan komen dalam kurung itu saya yang ngasih, bukan dari sananya. Habis,,saya merasa semua itu SAYA BANGET! Hahaha.
Bagus2. Kalian harus coba! :D

Thursday, 12 August 2010

Ewh

Saya tau saya suka tantangan.
Tapi ketika tantangannya ternyata mudah,,saya jadi bosan,,
Tidak jarang saya meninggalkan sedikit kesuksesan semacam 'dulu itu angel bgt sekarang udah jadi gampang' padahal saya memang sempat berusaha keras untuk itu.
Apakah ini indikasi rendahnya komitmen?
Hem,,
Entahlah.

Sekarang jadi gampang dan itu nggak seru lagi.
Saya jadi semacam mbolosan deh.
Mungkin cuma titik kulminasi,,
Semoga saja.

Btw,,
Saya tau saya seharusnya nggak boleh 'ewh'
Tp udah berapa kali ya saya bilang?
Ewh!

Btw saya baru nyadar lg make high-waist pants warna marun,,
Dulu saya beli karena khilaf.
Sekarang mau dipake kemana lho yaa
Ahaha.

Thursday, 5 August 2010

Krisis identitas.

Saya sedang krisis identitas ni. Lagi.
Kenapa ya.
Masak sih saya selabil itu?
Hem.
Mungkin saja sih.
Hrr.

Sunday, 1 August 2010

setengah-setengah (part 2)

Bagi yang belum baca part 1, maka bacalah dulu. Hehe.
Lalu kenapa saya pacaran dengan dia?
Hem, bersambung ke part 2, mungkin :D

Kenapa saya pacaran dengan dia yaaa
Hahaha. Jelas ada alasannya. Banyak, bahkan. Tapi tidak mau saya tulis disini aahh :p
Bocoran sedikit saja ya, karena dia aneh. Haha.
Saya orang aneh yang sukanya aneh2,,karena itu saya suka dia yang aneh.

Oke, dia nggak se-aneh itu.

Saya lupa kapan pertama kali saya anggap dia aneh, tapi yang jelas pada suatu hari,,saat saya jelas2 menganggap dia “orang baru kenal kemaren” dan samasekali nggak dekat, dia ajak saya nonton tanding sesuatu,,futsal kayaknya. Itu bikin saya menganggap dia tambah aneh. Semacam “apasih”.
Memang pertandingan yang sebelumnya pun saya agak rajin nonton, dan ini kan bisa jadi ajakan biasa saja, tapi saya sedang ada tugas laknat yang esok harinya harus dikumpulkan (akhirnya begadangan di rumah manda,,hrgg).
Jadi saya tolak dengan sopan seperti orang baru kenal kemarin yang menolak ajakan nonton futsal karena ada tugas (apa sih taa)

Karena kami memang tidak dekat, sama sekali!

Maka waktu suatu hari tanpa perkembangan apa2 pada kedekatan kami, dia tiba2 mengajak nonton.
Saya tertawa miring dan mengalihkan pandangan karena dia kelihatan bersungguh2 sedangkan saya masih saja berpikir “orang baru kenal kemaren,, apaan sih yaa”
Jadi saya tolak dengan alasan banyak tugas yang memang fakta,,tapi seharian jadi kurang nyaman karena harus bekerja bersama bersebelahan.
Tapi saya menguasai diri kok. Alhamdulillah saya bisa dibilang tidak gugup samasekali, tidak seperti dia yang kerjanya jadi lamban (yaiyalah, yang ajakannya ditolak kan dia :p)

Beruntunglah kamu tidak menyerah nak, karena kamu mengajukan satu penawaran lagi.
Dan saya sedang capek dan canggung dan nggak enak sehingga tidak sengaja mengiyakan.
Dan saya segera menyesal satu detik kemudian, tapi sudahlah.
Saya pasti bisa memperbaikinya.

Eh. Itu tadi jelas BUKAN tentang penawaran jadi pacarnya lho ya.
Tapi saya memang membuat kesalahan konyol yang akhirnya malah membawa saya sejauh ini.
Tapi saya tidak menyesal,,insya allah,,saya tidak akan menyesal atas pilihan2 yang saya buat sendiri.
(maaf ceritanya di cut seenaknya karena saya memang bodoh dan konyol banget sampe2 ga berani nulis disini,,hahahaha!)

Sebenarnya saya sungguh merasa bodoh mengiyakan tawarannya yang jelas2 mencurigakan hari itu.
Dan saya memberikan penawaran balik hanya karena saya ingin memperbaiki kebodohan saya sebelumnya,,tapi sepertinya tidak berhasil.
Maaf kalo kamu jadi nangkepnya lain.
Tapi aku udah kasih aba2 “ketemu disana aja, tidak usah jemput saya!” lho.
Kamu maksa sih, dan saya lagi cunthel males berdebat.
Tapi so what, akhirnya toh saya beri lampu hijau juga

Karena saya sempat mikir, mungkin saja penawaran balik saya hari itu memang karena saya penasaran sama dia, makanya dilakukan tanpa berpikir. Mungkin saja.
Saya benar2 orang yang nggak bisa penasaran! Haha!

Lagipula, saya pikir ini menarik.
Saya benar2 nggak mengenal dia saat itu dan dia juga, I daresay, nggak mengenal saya.
Teman laki2 saya banyak yang mengenal saya lebih banyak daripada dia.
Tapi dia berani-beraninya!

Dia jelas2 meleset jauh dari ekspektasi saya akan pasangan hidup saya (karena saya tidak punya ekspektasi pacar lho ya,,jadi sementara anggep sama dulu)
Saya sering “ngik” waktu awal2.
Tapi saya tau dia tidak seburuk itu.
Sebenarnya, mungkin, tidak buruk sama sekali (kayak aku paling perfect aja lho yaa)

Saya tau saya ngawur banget sebenernya. Tapi sebagian diri saya memang suka aneh2, kadang waton, dipikir nanti. Saya merasa bakal ada yang seru jika melakukan ini, maka saya lakukan ini. semacam.

Kalo ada orang yang menikah tanpa tau banyak tentang pasangannya, semacam dijodohkan,,
Maka setidaknya ini versi kecilnya. Haha!
Karena kita tidak memilih sendiri jodoh kita.
Karena kita tidak menuliskannya pada sebuah kartu dan memasukkannya ke dalam alat doraemon untuk membuatnya nyata.

Ah,,memangnya dia jodoh saya apa?
Setidaknya saya mempersiapkan diri.
Tadi saya sudah bilang kan? Dia meleset jauh dari ekspektasi saya akan pasangan hidup saya.
But so what? Saya toh nggak lalu frustasi menghadapinya.
Atau mungkin karena memang dia hanya pacar, memang bukan pasangan hidup seperti saya bilang tadi.
Tapi sekali lagi,,karena kita tidak menuliskannya pada sebuah kartu dan memasukkannya ke dalam alat doraemon untuk membuatnya nyata.


Eh tunggu2!!
Ini melenceenggg dari “setengah-setengah” yang mau saya tuliissss gyaaaaaaa
Saya keasikan ceritaaaa
dan rada vulgar ini. hahahaha. bodok ah.

Hem,, mungkin akan ada part 3 deh! *maksa abis

setengah-setengah (part 1)

pertama2,, saya agak sebal dari tadi kok rada eror2 pada bagian html nya!
dan,,
saya nggak sengaja meng-klik template baru,,uhuhu,,padahal template lama yang buatan saya sendiri itu masih saya sukaa (dan save2an kode css nya entah dimana T.T)
yasudahlah. nanti saja.

Setengah-setengah.
Setengah-setengah itu nggak enak. Jadi orang setengah-setengah itu nggak enak.
Misalnya,,saya sebagai muslimah. Saya berjilbab tapi dalam situasi tertentu, misal waktu main2 ke sungai, pantai, dsb,,saya lepas kaus kaki. Padahal kaki kan juga aurat. Saya masih setengah-setengah.

Apa ya,,
Lebih ke “ah yang lain kan juga” tapi itu bukan saya.

Yang lain kan juga pake tangan ngatung
Yang lain kan juga pake baju pendek2
Yang lain kan juga pake jins yang menempel di kulit
Tapi itu bukan saya.
Saya sih sebisa mungkin menghindari hal2 itu.

Ah,,ngomong2 jins,,saya khilaf membeli jins yang menempel di kulit beberapa waktu lalu, dengan alasan sedang butuh jins dan mumpung lagi ada uang dan kalo bukan skinny jeans optionnya Cuma bootcut yang enggak saya banget lah.
Maka saya beli dengan alasan bisa dipake dengan baju panjang.
Bagus,, sekarang saya harus menambah koleksi baju panjang saya. Positif kan? *maksa.

Kembali ke kaus kaki,, memang susah sih. Masak mau main air berlumpur pake kaus kaki,,dan itu rada gilo,,hehe. Dan dimana saya bisa menemukan tempat aman untuk mengganti kaus kaki setelahnya? Masak di kamar mandi,, basah semua lah. Belom kalo kaus kakinya jatuh ke lantai kamar mandi tambah jijik.

Mungkin sebenarnya bisa. Kalo diniati pasti bisa. Tapi saya kok canggung dengan sekitar saya ya. Padahal sebenernya apa sih. Biar aja orang mikir apa. Tapi memang nggak praktis. Samasekali nggak praktis.

Saya jadi ingat waktu pergi ke amplaz dengan pacar :D
Waktu dia tiba2 menyambar tangan saya mengajak naik ke lantai atas. Dan tidak dilepas juga setelah sampai diatas. Ragu2, tapi saya mikirnya lama. Jadi selama mikir saya biarkan saja, meskipun tidak balas saya gandeng (beda dikit lah ya,,sama gandengan beneran,,haha)

Serius saya mikirnya lama banget.
Jadi ketika jalan lagi (thank god kali ini bukan mall), saya masi bisa memegang tali tas saya (ini memang kebiasaan kayanya) ato masukin tangan ke saku dress(? Semacam lah males jelasin) saya. Untuk menghindari dia curi2 kesempatan :B, tapi saya tau saya harus bilang kalo emang nggak mau.
Ya.
Saya risih.

Tapi ada satu kesalahan.
Waktu dia gandeng tangan kanan dan tas saya sandang di bahu kanan dan melorot2 tidak nyaman.
Maka tas saya pindah ke bahu kiri. Lalu dia segera gandeng saya lagi.
Saya merasa bego, hahahahaha *tawa garing*
Saya risih, ini memang bukan saya. Maka saya harus bilang.

Salah saya,
Saya bilangnya waktu kami jalan di mall lagi. Dan dia bilang “kayaknya kemaren2 mau2 aja”
Salah. Bukan mau2 aja. Saya mikir sepanjang kamu gandeng saya. Tapi sumpah,, saya mikirnya lama banget.
Apa ya, yang saya pikirkan?
Apakah saya akan terbiasa nantinya.
Apakah sebenarnya wajar saja karena dia pacar saya.
Tapi tidak,,jelas ini bukan saya (saya yakin akhirnya!)
Saya yakin ini bukan saya dan saya harus bilang.

Dan saya bilang, sekali lagi adalah kesalahan mengatakannya waktu jalan di mall.
Karena saya males berdebat beradegan india di tempat umum.
Sampe2 pasangan mbak2 jawa dan om2 bule yang bergandengan tangan (beneran lo) di depan saya menoleh ke kami. Waktu itu saya sedang ber-ekspresi big grin banget dan males menatap pacar yang cemberut ke saya, jadi saya menatap pasangan di depan saya masih dengan ekspresi big grin.
BIG GRIN.
Saya merasa sungguh tolol dan rasanya pasangan itu menatap saya lama sekali.
dan sayapun menatap mereka lama sekali dengan ekspresi big grin nggak jelas.
Aaaagggghhhh tolooollll!!! *jedot2in kepala*

Jadi ketika kami jalan lagi kali berikutnya, tidak di mall, dia tidak gandeng saya.
Sama sekali.
Satu kali dia refleks pegang tangan saya karena kaki saya dengan bodohnya terperosok celah balok2 pembatas jalan dan saya kaget dan dia juga kaget. Haha. Setelah itu dia nggak keterusan pegang tangan saya, bahkan waktu menyebrang jalan.
Saya benar2 menghargainya,,meskipun sempet mikir apa memang pacar saya dasarnya nggak se-gentleman itu gandeng2 pacarnya nyebrang jalan,,wkwkwk.

Tapi ketika sampai dirumah.
Saya baru saja bilang terimakasih karena telah menghargai saya dengan tidak lagi gandeng-gandeng saya, dan baru mau bilang kalo saya sangat menghargainya, ketika dia memotong.
“nggak laah. Aku juga tau tempat kali. Kalo di mall ya tetep aku gandengg”--->nggak jelas maksudnya apa. Banget. Nggak jelas dia becanda apa serius. Yang pasti saya udah gondok duluan (my fault, ok) dan cuma pengen cepet ngglethak. Dia sendiri waktu itu keburu2 rapat KKN dan sempat berujar kalo dia ngga mau bahas ini lebih lanjut. Curang!

Oh, tunggu tunggu.
Saya baru ingat saya sempat klarifikasi.
“lah tadi nyebrang jalan kok nggak digandeeng” (saya pikir ucapannya tadi becanda lah ya)
“iya deh besok2 aku gandeng”
Zzzzzz. Tauk ah. Saya sudah gondok duluan.

Mungkin sebenarnya sepanjang dia tidak gandeng saya dia juga mikir,,sama seperti saya mikir sepanjang dia gandeng saya kali sebelumnya.
Semoga saja hasil pemikiranmu sejalan denganku.

Habis, dia keburu berangkat KKN jauh2 dan kami tidak sempat bahas lagi.
Hanya sekali di telepon, waktu dia menggombal bilang “kangen gandeng tangan kamu”
Dan saya spontan teriak “nggak boleeeehhh”
Dan dia balas hampir sama spontannya “boleeehh”
“nggak boleeehh”
“boleehhh”

Haha. Baiklah saya tunggu kamu pulang, kita selesaikan di jogja.
Tapi sepertinya memang digandeng kemana2 itu bukan saya banget, dan saya nggak tertarik untuk jadi orang lain.
Kasarnya,
Ini memang saya kok, kalo kamu nggak mau terima saya seperti ini pacaran saja dengan orang lain!

Lalu kenapa saya pacaran dengan dia?
Hem, bersambung ke part 2, mungkin :D