penontonnya banyak bgt yang melambay!! Hiii....
Maksudku bener2 BANYAK. Dan gak Cuma di satu acara di stasiun tv yang sama.
Di hampir semua acara semacam--kalo bukan semuanya--penonton cowoknya hampir
semuanya--sekali lagi, kalo bukan semuanya--melambay.
Kebanyakan cowok kurus ber-skinny jeans dan kaos junkist dan berjoget aduhai
dengan semangat 45. Hiiii... aku gilo-an sama orang2 aneh macam ini. Hiii...
hiii...
Tapi, setelah kupikir-pikir,, akhir2 ini di sekitarku orang2 macam itu
semakin banyak aja. Mungkin karena lingkungan baruku, perubahan persepsiku
akan orang2 macam itu, atau memang mereka semakin banyak??
Hiiii....
Lalu, salam.
Ada orang yang kukenal tapi sama sekali nggak deket dan nggak pernah nyapa,
tapi hari ini dia menyapaku. Dengan nada riang. Nggak ngerti karena suasana
hati atau apa, yang pasti aku cukup terkejut. Dan aku lebih terkejut lagi
waktu menyadari aku cukup senang dia menyapa. Hahaha. Ini bukan apa-apa, aku
Cuma ngerasa kalo selama ini aku males banget nyapa orang, bahkan meskipun
orang itu teman sekelas dan lewat di hadapanku. Jahat yaaa
Padahal (ternyata) aku seneng juga disapa.
Kalo begitu,, aku akan lebih sering menyapa orang! Haha...
Dulu jaman SMP aku sampe disangka sombong. Apalagi sama gupi kinkin mia.
Kira-kira begini.
Mia: aku tau etta tu waktu SMP kan anak yang suka pake jepet dan kaos kaki
warna-warni... tak kira sombong lo... udah gitu tiap berangkat jam ke-enol
selalu telat dan rambutnya berantakan...
Baiklah. Aku emang males buangett jam ke enol. Dan kalo bernagkat bareng
masku ngebut buanget dan aku ga pake helm. Haha.)
Gupi: iya,, iyaaa,, (sambil menye2)
Kinkin: cah cilik, senengane nganggo jepet warna-warni, nggaya,
lalala...(aku lupa, pokoknya tego. Ahaha. Piss kin!)
Temenku kuliah juga ada yg bilang "dulu tak kira kamu tu sombong lo.."
Yea,, at least masih "tak kira.." berarti aslinya enggak sombong kan?
Kan?
Kan?
Tapi aku akan meng-intensifkan menyapa. Yayaya..
Lalu, tentang assalamu'alaikum.
Kalo orang yang non islam yang mengatakannya, kita menjawab dengan
"wa'alaikum". Itu kan karena sejarahnya dulu pernah ada orang non islam yang
dengan sengaja mengucapan salam yang tidak benar, "assamu'alaikum" ato apa
gitu,, pokoknya artinya jelek. Lalu rasulullah menjawab "wa'alaikum" yang
artinya semacam "dan bagimu juga!"
Jadi apapun yang dikatakan orang itu, dikembalikan lagi padanya. Gitulah.
Nah, yang kupikirkan adalah,, kalo orang non islam mengucapkannya dengan
benar,, bolehkah kita jawab "wa'alaikumsalam"?
Kan hukum islam juga ditetapkan dengan cara melihat teladan rasulullah,
disesuaikan dengan konteks sejarahnya,, bukannya diambil mentah2?
Pernah chat dengan orang asing.
Orang asing (OA): di indonesia banyak muslim ya?
Aku: iya. Mayoritas muslim.
OA: kamu muslim?
Aku: iya.
OA: oh. Assalamu'alaikum
Dia menulisnya dengan benar lho! Pake apostrof pula! Tapi karena ragu2,, aku
Cuma nanya "kamu juga muslim?" dan dia menjawab "bukan. Tapi temanku ada
beberapa yg muslim"
Dan setelah itu aku mnjawab "wa'alaikum" tapi dengan mulut, dan dia nggak
mungkin denger, kemudian mengalihkan topik.
Sebenernya gimana sih?
Lalu, adik kelasku dulu ada yg jilbab gede. Dan setiap kali ketemu aku,, dan
orang lain juga sih,, dia selalu mengucap salam. Membuatku cukup kagum,
secara aku nggak serajin itu mengucap salam. Sayangnya,, salam yang
diucapkannya itu "mmekooom!" dan bukannya "assalamu'alaikum!"
Dan aku ragu2.
Aku jawab apa?
Kalo menilik sejarah,, mungkin saja "mmekooom" itu artinya buruk dan
seharusnya aku jawab "wa'alaikum (buat kamu juga dehh!). tapi dia kan
muslim?? Dan aku nggak enak juga kalo mesti ngejawab wa'alaikum thok.
Akhirnya dengan anggapan bahwa dia punya niat yang tulus mendoakanku, dan
dia seorang muslim(ah), maka aku juga mendoakan,, "wa'alaikusalam"
Selama ini mungkin aku jarang mengucap salam, nggak sesering si adik kelas.
Tapi setiap mengucapkannya, aku selalu berusaha mengucapkannya dengan baik
dan benar.
Sebenrnya pingin cari tau tentang ini,, tapi aku sebenernya lagi banyak
tugas. Aduhduh,, tugasku menumpuukk!!
Dan sempet2nya ngeblogg.
Aku mau nunggu pencerahan dan komen dari teman2 saja. Hehe.
Mohon bantuannya...
Auauauauaaaa,, tugaassskuuuuuuuuuuuu
9 comments:
harggg... "sempet2 e nge blog"
padahal aku luwih parah.ngeblog+fb+guling2 ra ceta.. merasa tertohok-tohok ki..
btw , aku klo ngucap salam juga masih ga bener. huhu
menurutku yang penting niat gel,,
tapi kalo kita mampu melakukannya dengan benar dan lebih baik kenapa enggak?
yang penting usaha,, juga.
hm.
niat, lalu usaha. landasi dengan doa (ambar banget)
ahahaha. omonganku jahat ya?
emang gitu sih habisnya taa....
hekekekekekeekkee
sori deh..
oh iya
eniwe trims atas ucapan selamatnya
saya merasa kok banyak sekali orang2 disekitar saya yang mengucapkan selamat. padahal saya ngga habis jadian.
memangnya ada muka saya muncul di sctv di acara inbox dengan pakaian melambay
sehingga kamu nyelamatin saya ta?
*ga nyambung abis
wakakaka
menurutku ya tak,
sunnah nabi/ hadis tersebut ditujukan supaya kita aman dari kejahilan orang kafir.
kan inamal a'malu bin niyaaat. dan kita nggak tau kan, apa niat tiap orang. nah, kalo ada salam dari orang asing:
oa: assalamualaykum..(salam sejahtera bagimu)*nggak pake wrwb
kita: waalaikum (bagimu juga)
itu dah bener deh. sesuai sunnah.
lagian kita kan gag tau niat dia apa. lebih baik daripada ijtihad tapi kita bukan ahli, kita ikuti sunnah aja.
lalu kalo salam : mekooom
gag jelas kan, dia niatnya apa. kalo niatnya baik, ya insya Alloh dia dimudahkan untuk mengucap salam dengan lafal yang benar. dan salam kayak gitu pula ga jelas harus dijawab apa. supaya aman, knapa nggak waalaikum saja?
* btw, waalaikum ato waalaikumsalam si?
wa'alaikum pey!!
dan nggak enak.
bayangkan kau berada di posisiku...
asem jero ik le ngonekke hahahah ettak ettak...
jahat opo, to, yan? ngrasa, pa? hhehe.
Iya ah, tak! sama kayak cope aja. Tapi kalo udah jelas2 muslim, ya, jawab waalaikumsalam ajalah.
btw kalo g jelas muslim apa nggak njawabnya apa?
lebih aman emang cukup wa'alaikum. karena hadist nabi yang sudah jelas baru itu, yang lain baru sebatas penafsiran ulama.. Lagian lafadz "salam" itu artinya keselamatan, baik dunia dan akhirat. Keselamatan yang akhirat hanyalah untuk kaum muslimin.
>ian: hhee... ngerasaa??? makanya. perbaiki yan. haha.
memang susah ya. njawabnya dalam hati aja kali ya. haha.
Post a Comment