pasaran, kadang yang aneh2 dan nggak umum sama sekali. Misalnya idealisme
tentang pergaulan cewek-cowok.
Hari ini aku nyasar di forum kecil yang semua orang mengatakan "saya" dan
bukannya "aku" dan menyebut nama lawan bicara dan bukannya "kamu". Dan waktu
aku datang, ada 2 lelaki yang duduk di dua sisi "lebar" nya meja (silakan
bayangkan), dan aku say hi lalu menarik kursi di sisi "panjang" nya meja.
Yang berarti aku akan berada di tengah mereka,, tapi kan jauuuuhh. Dan salah
satu dari mereka kemudian minta tukar tempat duduk. Oh,, oke,, ini adalah
salah satu idealisme pergaulan yang kuhargai,, meski rada makdingding juga,,
halooo saya kan jauuuh. Coba ukur jaraknya! Satu meter mungkin ada.
Kemudian ada satu orang lagi yang datang, perempuan,, dan kemudian setiap
orang menggeser kursi sehingga perempuan dan laki2 terpisah panjangnya meja.
Hhhh. Dasar idealis. (lho? Tadi katanya menghargai? :D)
Jadi akhirnya aku menyelesaikan urusan dengan cepat,, karena masih mau minta
acc KaJur,, ya,, LPJ jadul itu,, gak kelar2.
Eh. Betewe,, pembicara2 yang didatangkan untuk training pemandu tuh setipe:
mas2 yang bajunya semacam, tampangnya semacam, style-nya semacam. Bahkan
referensi bukunya pun semacam. Eh bukan semacam malah, tapi benar2 SAMA.
Sampe aku mikir jangan2 ini mas yang kemarin Cuma ganti baju... =____=
Hhhhh. Siapapun yang memilih pembicara2 itu pasti punya selera semacam.
Opo sih Ta....
Ah,, pokoknya mereka semua semacam. Nggak variatif. Tapi bukan ini yang mau
kuceritakan. Tapi jadi inget: pas training ketiga,, aku lupa lagi mbahas
apa,, pokoknya masnya bilang (dalam konteks memberi contoh): "wah, mbaknya
ini ramah sekali ya,, tiap ketemu selalu cipika-cipiki,, bahkan dengan yang
tidak berjilbab... eh tapi yang PUTRI lho!"
Hng?
Apakah aku mendengar kata2 "berjilbab" segala?
Memangnya kenapa kalo cipika-cipiki dengan yang tidak berjilbab? Idealisme
pergaulan yang menyebutkan semacam "sebaiknya jangan cipika-cipiki dengan
yang tidak berjilbab" belum pernah denger tuh. Aneh2 deh orang ini. Aku
sendiri nggak terbiasa cipika-cipiki,, lagipula itu kan bukan budaya orang
timur,, tapi kalo ada temen yang ultah, misalnya, mau berjilbab kek, mau
Kristen kek, hindu, budha,, aku oke2 saja cipika-cipiki....
Kira2 maksut si mas pembicara apa ya? Apakah dikhawatirkan, misalnya, orang
yang non-muslim memelihara anjing lalu pipinya dijilati or semacam?
Tapi kok masnya bilang "wah, mbaknya ramah sekali ya..."
Ato mungkin masnya Cuma waton ngomong.
Menurutmu?
Oh iya. Hari ini setelah LPJ diserahkan, aku kelaparan dan memutuskan cari
makan yang deket kampus. Nggak punya temen,, siapa tau nanti malah ketemu
temen disana.
Aku memilih barokah. Udah lama nggak makan disana.
Sudah parkir.
Masuk ke dalam.
Isinya om2 semua,, kecuali dua mas2 yang memandangku sambil tertawa.
Oke,, masnya kemungkinan besar bukan ngetawain aku,, tapi tetap saja.
Kok isinya om- oommm???
Aku bahkan celingukan berusaha mencari tulisan "mulai bulan Juli Barokah
menjadi warung khusus pria"
Dan ternyata memang ada.
Ya nggak laaaahh!!
Akhirnya aku yang terlanjur parkir pun memutuskan makan disana. Hiks.
Sendirian,, penuh om om pulak. Aku biasanya kasual aja makan sendirian di
warung,, tapi bukan di warung yang penuh om-om.
Rasanya jadi aneh. Tiap kali aku nengok, aku mendapati si om sedang
melihatku. Tiap ada orang naik motor lewat, aku jadi mendongak dan mendapati
si pengendara menatapku.
Padahal sih Cuma kebetulan.
Dan aku sebal mendengar mas2 di belakang yang cekikikan. Kemungkinan besar
bukan ngetawain aku,, tapi aku sebel. Dia punya temen cekikikan dan aku
nggak punya.
Dulu pernah ada teman yang bilang,, "kayaknya kalo cewek makan sendirian tu
aneh ya,, padahal kalo cowok makan sendirian biasa aja"
Dan aku tidak sependapat. Soalnya sering juga sih, makan sendirian. Apalagi
waktu baca blognya gupi,, jadi makin pede makan sendirian,, halah. Opo sih.
Tapi makan sendirian di warung penuh om-om memang aneh.
Akhirnya aku makan dengan cepat dan segera pulang,, mas2 berdua tadi masih
cekikikan cobak! Sebel. Padahal nggak tau apa2, tapi sebel. Grrrr.
10 comments:
aku jg sering ngrasani orang yang memiliki idealisme pergaluan seperti yang tok sebut di tulisan,
dan kadang2 tak omonging langsung,
njuk pernah ngomongin di antara2 org2 yg koyo ngono...
kalah jumlah dong...
bumerang bgt...
saya terlihat sangat abnormal...
wkwkwkwk
wheh mbak mentorku dulu, mbak sapa ya, yang ceria itu lho tak, yang mbak sopo sih jenenge, tetap cipika cipiki sama aku dan anak2 lain yang belum pake jilbab jugaa.
aku biasa wae tentang cipika cipika cipiki.
aku gak kebiasa tapi juga biasa waeee. soalnya aku minyaken.
(lhoh?)
kayaknya ospek memang disetting islami terlepas mayoritas memang islam walaupun ada yang nasrani atau hindhu budha
btw aku gak suka bilang "non" di suatu keadaan yang bisa didenger orang non.
Itu idealisme ku demi apa ya, semacam toleransi.
entahlah.
aku pernah denger,
"Kamu sholat gak, eh ya, kamu non ya?"
kayaknya gimana gitu.
aku sering berada ditengah2 orang yg memiliki idealisme pergaulan seperti itu. dan habis tu aku bingung. sebenernya aku yg gag punya pendirian, atau idealisme yg terlalu fanatik. soalnya aku dibesarkan dikeluarga yg gag suka yg terkesan fanatik2 gitu. padahal aku sendiri gag tau fanatik tu salah apa bener. apa aku itu dah bener?
hah..
gag tau lah...
aku benci masalah idealisme apalagi yg menyangkut agama..
FYI tak,,
aku pernah 'terjebak' di suatu acaranya KMT dan itu sangat makdingding sekali. .
dan membuatku berkata
"kayaknya nggak lagi2 deh ikutan". .
hrrr. .
cie..idealisme.haha.
Kupikir biarin aja tiap orang punya cara memandang dan menyikapi hal2 dlm hidupnya beda2. Gak semua orang kaya kita,dan makin luas,kita makin merasakan keberagaman itu tak, yagak si'
Aku pertamanya yo mak ding2 dan rada terganggu. Tapi ya, hargai aja mereka. Mereka pasti ya nganggep kita apaan (terlalu bebas ato semacam)
Yang jelas sih,kupikir jangan sampe nganggep kitalah yang terbenar dan sok underestimate.haha. Yang wajar2 ajalah. Pokoknya kita tau dasar perbuatan yang kita lakukan, dan ga usa ikut2 klu gatau buat apa?
*nyambung ga to komenkuw? Copa
heheh... biar saja begitu...
anak-anak muda memang harus punya idealisme...
hanya saja sebaiknya memilih idealisme itu pilihlah yang cukup bagus...
soalnya ada juga pemuda (dulu) yang mengagungkan idealismenya, namun saat umur semakin bertambah malah kecewa dgn idealismenya sendiri...
hehehe...
dan setelah (memutuskan) memilih idealisme yang "bagus" putuskan juga untuk setia pada idealisme "bagus" anda itu... hehehe
@ian: haakkk. kamu ngomong ke orangnya? huoho. yo jelas kalah jumlah laaahh. tapi kalo sekedar "kenapa sih?" kayaknya gapapa deh. paling orang itu cuma ngasi alasan panjang lebar lalala...
@gupi:mbak siapa? meneketehe lha gup... btw kalo minyaken ga usa pamer2 :D
setuju dengan gupi. kata "non" tu seolah2 kita membicarakan orang lain yang--entah kenapa--kesannya lebih "minor"
@indy: benar juga. mungkin itu. aku juga dibesarkan di keluarga yang non-fanatik soalnya...
@alina: KMT? wew. aku malah nggak boleh ikutan begituan. yaa alasan keluarga non-fanatik itu tadi...
@imaniar: iya,, emang biarin aja. tapi nggak mau sering2 di forum begitu. mana orangnya diem2...
@Bandit Pangaratto: hn? apa? kedengarannya spt pengalaman pribadi,, heheh...
ahhahahah..
pengalaman pribadi?
sebenarnya tidak...
heheheh
Emang kamu sudah paham betul idealisme tu apa Tak? Idealisme mu seperti apa? Terkadang kita sering menilai orang atau sekelompok orang dari satu sisi Tak.. Cobalah untuk menghargai dan menghormati, toh setiap penilaian ada pengaruh subyektifitas dari penilai, yang berusaha membandingkan idealisme orang lain dengan idealisme sendiri..
Mas Fauzi
Emang kamu sudah paham betul idealisme tu apa Tak?
>hmm. perhaps...
Idealisme mu seperti apa?
>dalam hal ini aku nggak idealis kok. fleksibel. meski sekarang udah nggak pernah bolang2an, dulu aku pernah berkumpul dengan banyak lelaki dan minum dari botol yang sama. dengan berat hati,, tapi hanya itu yang kami punya.(tapi kok aku lupa ya itu acara apaan...)
btw nggak nyambung ya?
Terkadang kita sering menilai orang atau sekelompok orang dari satu sisi Tak.. Cobalah untuk menghargai dan menghormati
>apakah aku kedengaran seperti tidak menghargai dan menghormati? at least aku nggak lalu berkacak pinggang dan berkata "what? please deh.." atau minggir sambil memutar bola mata. aku menghargai kook,, manut2 aja kalo disuruh minggir,, dll. nggak protes.
tapi kalo ttg cipikacipiki dengan yg tidak berjilbab,, menurutku itu totally aneh....
Post a Comment