Thursday, 26 August 2010

just the way u are

"don't go changing, to try to please me

U never let me down before….."

 

"don't go trying some new fashion

Don't change the colour of your hair

I'll take the good times, I'll take the bad times

I'll take u just the way u are!"

 

"I don't want clever conversation

I never wanna work that hard

I just want someone that I can talk to

I want u just the way u are!"

 

 

Itu tadi penggalan2 lirik lagu jadul (etta bgt sih lagunya jadul2,,hehe) "just the way u are" yg nyanyi Billy Joel poya,, CMIIW (kemarin ternyata ada orang yang gatau ini apa,,bagi yang nggak tau, CMIIW= Correct Me If I'm Wrong)

 

Saya menginginkan orang lain melihat saya seperti itu. Ya, seperti di lagu itu. Yang ujung2nya I'll take u just the way u are dan I want u just the way u are.

Untuk itu, saya merasa sayapun harus melihat orang lain dengan cara yang sama.

 

Tapi kok susah ya :D

 

Fiuh. Baiklah. Sebenarnya saya sedang sebal sama seseorang (tidak usah tebak siapa :D)

Dan saya orangnya mikir. Banget.

 

Ini saya sebal karena memang patut sebal ato karena saya yang nggak bisa taking him just the way he is?

 

Lebih dari setengah diri saya mengatakan saya memang patut sebal.

Hemm,,belum menemukan solusi. Sebenarnya inti masalah saya adalah saya ngga suka basa-basi dan menurut saya,,sebaiknya nggak usah nanya kalo nggak bener2 pengen tau, dan nggak usah ngomong kalo nggak bener2 pengen ngomong.

 

Karena kalo ujung2nya lupa dan nanya lagi pada akhirnya, ato harus ngomong lagi pada akhirnya,,

Saya merasa buang2 energi menjawab pertanyaan yang sama ato menjelaskan ulang hal yang sama ato apapun macam itu!

Saya tau ingatan manusia terbatas.

Bahkan tingkat konsentrasi ketika sedang menerima informasi.

Saya sendiri pasti pernah seperti itu.

 

Tapi tetap sajaaaa

 

FYI, saya Cuma sebal bukan marah,,dan saya orangnya gampang lupa kalo lagi sebal dan mudah memaafkan (amin!)

Tapi kadang2 saya keluar evil nya dan pengen rasanya memberikan shock therapy ke orang2 >J

Maaf bagi kalian yang pernah kena,,hehehe.

 

Jadi ingat bagian ini

"I don't want clever conversation

I never wanna work that hard

I just want someone that I can talk to

I want u just the way u are!"

 

I actually don't want any clever conversations either. I've got soo much clever friends from whom I can get any clever conversations that I want.

 

Tapi kalo ngik bgt ya saya sedih lah. (istilah yang keluar entah kenapa adalah sedih. Faktanya adalah miwik2 ala ipa empat--->nyeieieieieieie sambil garuk2 meja)

 

Baiklah,,sebetulnya nggak se-ngik itu deng.

 

Pilihlah pasangan hidup yang sederajat.

Sederajat agamanya, ilmunya, lalala… (teman2 saya yang clever lebih bisa menjelaskan dg baik)

 

Loh kok jadi pilihlah pasangan hidup sih. Memangnya saya sedang memilih pasangan hidup apa?

 

Dan saya rasa saya bukan penganut aliran pertapaan penderitaan sidharta gautama (apa to yaa maaf saya Cuma asal nulis,,mudah2an nggak ada pihak manapun yang tersinggung)

 

Baiklah. Ini sudah mulai ngga jelas.

 

Ngomong2 terpikir satu hal. Seharusnya "pilihlah yang sederajat" tidak bertentangan dengan "I'll take u just the way u are" dong ya?

Saya sedang berusaha menyelaraskan. Terbayang jawaban2 teman2 saya yang clever,,

Pilihlah yang sederajat dulu,,

Lalu sisanya take him just the way he is….?

 

Kah?

 

Ngomong2 derajat,,dengar2  saya sempat membuat orang2 takut.

Tingkat tinggi.

Hehe,, geje.

 

Saya ini ngapain sih sebenarnya….

2 friends' comments:

Fauzi Muharom said...

"Ngomong2 derajat,,dengar2 saya sempat membuat orang2 takut.

Tingkat tinggi."

Wahahahah...nggaya tenan og.. tapi yo sembodo sih.. :D

Anonymous said...

haaaahhhh
apa toooo

sembodo apa to?
nggak ngeh,,tapi aku kok seneng ya dibilang semobodo,,asik2,,hahaha

*padahal radong

etta males login