Jaman-jaman ujian LogPro ini, makin kerasa bahwa aku orang yang kekanakan dan arogan.
Ujian logpro-ku besok, tanggal 17, dan aku merasa sedikit refreshing dengan blog dan beres2 inbox Microsoft Outlook-ku masih bisa ditolerir. Habis ini belajar. Janji!
Diawali dengan aku---anak-tukang-ngelamun-ato-ngerjain-soal-matematika-SMA-di-kelas-logpro,, ternyata bisa mengerjakan tugas2 logpro dengan kemampuan logika dan bahasa pemrograman seadanya. Secara aku nggak pernah nyatet kalo di kelas. Merhatiin aja enggak.
Beberapa teman--dan aku sendiri sih--merasa heran,, dan akhirnya ada yang berguru padaku. Dan, sifat kanak2ku,, aku merasa senang bahwa orang lain membutuhkanku. (kasian amat. Biasane disio2 poya?)
Lalu, beberapa teman yang sudah membuat program mereka tapi ada eror2 kecil, ternyata bisa kubereskan. Dan bahkan ada yang bilang "etta problem solver!" wahahah. Yang, pada akhirnya membuatku merasa tinggi hati, merasa jadi orang yang arogan. Sebenarnya teman2 lain yang rajin duduk di depan dan mencatat juga bisa mengerjakan program dengan lancar kok. Bukan Cuma aku sendiri yang bisa,, bukan. Tapi waktu aku mencoba dengan sok rendah hati mengatakan “ini lo…(menunjuk) dia juga bisa kok! Tanya dia aja!! Si teman yang bertanya malah bilang “aa… etta pelit!!”
Huhuuhuuu… serba salah saya. Mungkin caraku yang salah.
Sebenarnya aku akan dengan senang hati mengajari kok. Tapi aku takutnya itu akan mendatangkan banyak pujian atau komentar yang membuatku tambah arogan. Tidak,, cukup,, aku sudah cukup arogan.
Seperti misalnya, seperti yang kutulis di post sebelum2nya, aku akan memandang orang yang tidak kusukai dengan tatapan “i-don’t-like-you” tanpa ditutup2i, dan menutup panca indera untuk apapun yang dilakukan orang itu. Nggak liat, nggak denger…
Ini memang jahat. Kekanak2an dan sekaligus juga arogan. Tapi sulit diubah. Huffh..
Balik ke logpro2an,,
Tadi pagi aku baru baca sms dari seorang senior ehem2nya gelgel (aku digampar gelgel) yang sebenarnya sudah ada dari kemarin malam. Isinya semacam menawarkan bantuan untuk tugas logpro nomor 13 dan 14 yang dianggap horror oleh teman2 (aku sendiri sempat menganggapnya horror deng). Pagi2, aku mebalas sms itu dengan sedikit mengangkat dagu, isinya kurang lebih begini: “tidak sekarang, aku mau mencoba mengerjakannya sendiri dulu. Kayaknya bisa deh.”
Dengan sms itu, aku merasa jadi anak kecil yang nggak mau dibantu sekaligus bapak2 kolot bin arogan yang tidak mau bergantung pada orang lain. Meski akhirnya aku benar2 bisa ngerjain nomer 13 dan 14 itu sih….
Lalu, si senior menyarankan (menyarankan bukan sih?) secara baik2 untuk mempercantik programku dengan diberi gambar dan lalala,, yang kujawab dengan sangat arogan bahwa elegansi (bahasa Indonesia-nya elegance apa sih?) tidak dilihat dari form yang bergambar2, tapi dari ke-simpel-an logika dan kode program yang digunakan. Aku bahkan mengatainya kemejoss. (oh,, oke, sekarang kalian mungkin tau siapa si senior ehem2nya gelgel yang kumaksud)
Setelah smsku sent, segera aku merasa sebagai anak kecil sok tau yang nggak mau dikasih tau sekaligus lelaki eksmud yang berjalan mengangkat dagu sok elegan. Sangat arogan.
Dan segera aku merasa bersalah.
Haha. Maaf ya mas….
Aku sungguh2! Maaaaaffff….
Lalu, seorang teman berinisial R ingin mengopi tugasku, yang akhir2 ini memang cukup tersebar (lagi2, ini bisa2 membuatku tambah arogan). Karena males ngeluarin flesdis, aku menyarankan dia mengopi dari si I, yang ternyata malah memberikan file-ku dan file-nya si-senior-ringan-tangan-senang-membantu.
Besoknya….
“Tak, aku mau nanya logika-mu! Kok bisa gini…”(menunjukkan laptop)
“okeoke.. mana2?”
Dan ternyata…
Yang ditunjukkannya adalah kerjaan si senior! Bukan garapanku!
“wah itu bukan aku yang ngerjain,, itu si mas X…”
“oalah,, bukan kamu to. Pantesan kirain kamu pinter banget dikasih gambar2 segala….”
Graooo. Aku anak kecil langsung ngambek. Aku juga ngerjain nomor ituuuu!!!! Dan logikanya sama aja! Cuma gak dikasih gambar2 aja!!! Kasih gambar juga tinggal klik! (tapi tentu saja tidak kukatakan)
Tapi selanjutnya,, ada beberapa teman lain yang berkomentar semacam:
“tak, mau nanya ini…”
“garapanku apa mas x?”
“punyamu… nek punya mas x aku bingung,, mana panjang banget…”
Hahaha. Aku anak kecil langsung seneng lagi. Dipuji. Kayak habis ngambek terus dibeliin eskrim.
Tapi lalu, lagi2,, ini bisa membuatku lebih arogan lagi.
Butuh kontrol diri. Gimana caranya supaya aku jadi etta anak 19 tahun yang pandai dan senang menolong teman2nya tapi rendah hati dan tidak mudah tersinggung serta tidak mudah ngambek?? (muluk2 amat sih..)
Gimana?
Gimana?
Nb: striketrough yang ada disini terinspirasi dari blog-nya ian. Aku ikut2 gapapa ya yan,, striketrough-mu sendiri selalu memberikan kesan dihati (jahh…)
No comments:
Post a Comment