Sunday, 7 June 2009

ketahuan? , immature.

Ketahuan?

Ehehe. Beberapa hari yang lalu seorang teman memergoki-ku sedang memperhatikan seseorang. Dua kali. Dan setelah itu si teman seperti menatapku dengan pandangan i-know-your-secret saat sedang bicara denganku. Wah-wah… apakah ketahuan? Atau hanya perasaanku saja?

 

Sebenarnya aku memperhatikan orang itu juga Cuma ketertarikan sesaat sih. Harap diingat, meskipun seseorang menyatakan bahwa orang itu layak untuk diperhatikan, bukan berarti lantas aku ikut2an memperhatikan orang itu. Ikut-ikutan yang macam ini sama sekali bukan gayaku.

Sebenarnya, waktu liat orang itu aku merasa dia agak mirip abangku. Entah apanya. Padahal secara penampilan, dia sama sekali enggak gondrong, enggak… apa ya… pokoknya, gak mirip sama sekali!

Oh iya, dia juga gak seumur sama abang. Lebih muda.

Jadi, apanya yang mirip?

 

Nah, hasil pengamatanku sampai aku kepergok 2 kali, yang membuat orang itu mirip abangku adalah: canggungnya, cara bicaranya, fokus matanya, dan iseng2nya. Oh. Dan bagaimana dia bisa diandalkan. Untuk pekerjaan cowok sih. Kalo untuk pekerjaan rumah tangga mah… entahlah. Mudah2an gak kayak abang. Abangku disuruh cuci piring aja susahnyaaaa minta ampuunnn.

Lalu, aku bisa menemukan persamaan2 itu membuatku kepikiran hal2 ini:

1.    Segitu dekat-nya kah aku dengan abangku? (iyalah. Sudah berapa lama kami tinggal serumah dan ece-ecean (ejek2an) ?)

2.    Segitunya-kah aku memperhatikan orang itu? (entahlah. Bisa jadi aku Cuma sok tau)

3.    Apakah aku benar2 tertarik dengan orang itu? (nokomen. But, yea,, he IS cute. Haha.)

4.    Jangan-jangan aku brothercomplex? (hia…)

 

Aku sering baca bahwa laki-laki biasanya tertarik dengan wanita yang mirip dengan ibunya. Entah mirip wajahnya, suaranya, tingkah lakunya, dll. Tapi kalo tentang wanita yang tertarik dengan orang yang mirip ayahnya atau sodara laki2nya,, belum pernah baca tuh. Sebenarnya gak ada salahnya kalo aku mengagumi sosok abang yang menyenangkan yang dapat diandalkan, dan kemudian tertarik dengan orang yang memiliki kemiripan dengannya. Tapi ya… entahlah. Rasanya aneh. Dan, sampai saat ini sih, aku tidak berpikir bahwa aku benar2 tertarik pada orang itu. Serius, ini hanya sesaat saja.

 

Siang ini, aku malu mengakuinya, tapi aku sempat memikirkan dan MENGGAMBAR (omg) ekspresi wajah abang dan orang itu. Ceritanya sih membandingkan… dan herannya, ternyata gambarku cukup mirip! Waow. Padahal kemampuan menggambarku hanya beberapa tingkat diatas gajah yang diberi spidol. Yah, meskipun terlihat seperti setengah-dia-dan-setengah-kazuo-di-puri gorota-di-nodame…

Ngomong2, nodame volum 22 ternyata nggak tamat! Dugaanku salah total! Ternyata malah semakin klimaks, semakin seru! Uwaa, padahal di situs langgananku Cuma ada sampe volum 22. Apa emang belom keluar ya? Akan coba kucari di situs lain…

 

Immature

Aku sering bersikap kanak2. Seperti hari ini, aku menyatakan konklusi yang enggak banget waktu kunjungan ke siomay kang otong. Ceritanya, si owner bilang kita harus mencatat apa yang perlu dicatat. Padahal aku paling males yang namanya nyatet. Liat aja binderku yang orak banget.

Nha, si owner mengaku kebingungan waktu alina berbicara dengan beberapa kata berbahasa inggris. Padahal waktu si owner berbicara panjang lebar, dia sendiri make kata2 bahasa inggris! Dan karena aku gak ada kerjaan, jadi aku catetin aja tuh. Hahaha. Dan waktu akhir kunjungan, ditanya apa yang kami dapet, dan berhubung aku dapet giliran terakhir, ini yang kukatakan:

“berhubung semuanya sudah dikatakan oleh teman2 saya… saya Cuma mau kasih conclusion aja. Jadi, hasil sharing kita hari ini: setelah meng-explore  dan prepare serta bertanya pada beberapa chef, bapak akhirnya dapet feel –nya bahwa siomay bapak feasible dan different, nggak copy-paste  dari yang lain”

Dimana semua kata asing kecuali conclusion  adalah kata2 yang keluar dari mulut si owner yang mengaku tidak begitu paham ucapan alina temanku. Dan sebenarnya masih ada kata2 asing lain yang agak sulit dihubung2kan dengan kalimat konklusi tadi. Ada sekitar 13 kata.

Betapa usilnya saya. Dan apaan banget.

Betapa immature!

 

Itu Cuma contoh hari ini. Hari2 kemaren lebih banyak lagi ketidakdewasaanku. Haha. Lalu, jika aku tidak suka dengan seseorang, aku bakal menatapnya dengan pandangan “i-don’t-like-you” dan bahkan “apaan-sih-lu?” dengan jujur tanpa ditutup2i. aku tau ini enggak sopan dan nggak baik, tapi untuk yang satu ini aku agak susah merubahnya. Tapi, ya, aku akan berusaha. Ah,, tapi bermuka jujur kan lebih baik daripada bermuka topeng?? Ya gak sih??

Lalu,

Kadang-kadang aku anak banyak tertawa dan banyak omong yang ramah dan hangat, dan di waktu lain aku anak gloomy dan pendiam yang dingin dan ketus. Apakah ini wajar? Apakah ini tanda aku belum menemukan jati diri? Atau ini tanda2 kepribadian ganda? Hyaaa…

Aku sendiri nggak tau mana aku yang asli. Tapi akhir2 ini yang sering keluar yang ceria dan banyak omong sih. Menurut kalian??

 

Huaaaa

Betapa aku sangat kanak2. Tapi entah kenapa belum mau mengubahnya. Untuk saat ini let it flow aja lah. Kalo emang perlu diubah ya diubah,, nanti tapi. Haha.

 

 

7 comments:

ria krisna said...

kayaknya aku tau orang yang kamu maksud di atas deh tak.. hmm.. hmm..
tapi klo yang bangsanya suka sama orang karena dia mirip ibu atau kakak sugesti ah.

maksudny ada benernya juga, tpi ketika kamu percaya hal itu jadi semakin sugesti. hoho.

wah, etta moody

rizkabukansimsimapalagisimbah said...

enggak, ah, gel! menurutku kalo kita emang deket banget ama sodara ato ortu kita, kita punya kemungkinan besar untuk suka sama orang yang mirip sama mereka. tapi namanya bukan brother complex, kok, tak! tenang saja! Dan jangan terlalu yakin kalo ini cuma sesaat, tak. khukhukhukhu....
btw sapa yaaaAAAA??

Journal Kinchan said...

hmm.. etta. kayaknya brothercomplex tu ada ah. hehehe tu kamu contohnya.. :D
cie cie etta jatuh cintaaa :D
kalo aku malah kebalikan. aku ga punya kakak cowok, jadi aku kalo sama temen cowok ato kakak kelas cowok bakal berkelakuan seperti anak bungsu yang lucu. *hahahaha ga ada hubungannya.
tapi aku pengen punya kakak cowok.. :(

hmm.. kalo dibilang immature kayaknya juga enggak deh ta. itu emang kebiasaan kali ta.. hahaha bukan ah kalo belum dewasa. aku juga persis kayak kamu itu. tapi skrg udah lumayan bisa handle, tapi kalo masalah benci-sama-orang-dan-keliatan-bener2-benci, itulah aku. bakal keliatan kok aku ga suka dan suka sama siapa. HAKAKAKAKAKA

Loretta Ollich said...

>ria^^: iyaa. aku moody. i need somthing new deh kayaknya.
>rizka: sangat setuju! emang ada kecenderungan itu! bukan brothercomplex.
sesaat nggak yaaa? liat entar deh. haha.
btw,, sayangnya orang itu bukan orang yang kamu kenal sim,, mungkin bahkan ga pernah liat....
>kinkin: brothercomplex emang ada kin, tapi contohnya bukan aku. lalu,,
"aku kalo sama temen cowok ato kakak kelas cowok bakal berkelakuan seperti anak bungsu yang lucu." --> ini apaan banget. lucu?? haahh?? lucuuu???? haha. piss kin.
yaya,, aku akan menghandlenya. tapi tetep menurutku berwajah jujur lebih baik dari berwajah topeng. hmm. hmm.

Anonymous said...

sopo?..sopo? Iwan Tak..? jangan2 malah suka beneran.....Hahahah.. fudkort..Emm, mesti cah TI 07... Nek ora yo cah KWU..

copey lagi said...

haha. aku juga suka sama pak jk karna beliau mirip eyang saya alm.hhe. cara pikir, atitude, mirip eyang kakungku. suka deh dia tu nggak peduli image buruk/baik yang bakal diperolehnya saat mengambil keputusan. dan berani dihujat pas dia turun ngumumin naiknya BBM. padahal pas turunya BBM justru pak SBY yang koar2 supaya citranya slalu jadi good angel.hm..
ao nyontreng btw!

oiya, tak, aku juga waktu dulu orangnya cuek bgt *you know*
tapi seiring berjalanya waktu setelah kita bertemu orang2 baru dgn beraneka pemikiran dan tingkah laku, kita akan dewasa secara berangsur.hhe. surely.

Loretta Ollich said...

@ mas fauzi:
pertama, kalo kamu menyangka lingkup pergaulanku hanya TI-BEM-KWU,, kamu salah besar mas...
kedua,, memangnya abangku lahir taun berapa? bulan apa? abangku memang angkatan 2006,, tapi kamu kan gak kenal =_=
hehe. maap sadis. hanya sedikit terganggu.
oiya,,
yang pasti BUKAN mas iwan!!

@cope: kamu pendukungnya pak JK???
aku sendiri cukup suka dg beliau,, tapi gak segitunya...

yaya,, this is just my process of growing up..
eh,,
apa lebih tepat dibilang process of being an adult? being mature?
entahlah...