Wednesday, 3 June 2009

hihihih. tentang semut dan luar angkasa.

Lagi banyak tugas dan malah ngeblog. Gak tau,, dari kemaren aku selalu nunda2 tugas. Bahkan 2 kali lewat dari dedlain yg ditentukan. Ini bukan kebiasaanku.

Eh,

Nunda2 tugas memang kebiasaanku sih. Tapi lewat dari dedlain bukan. Gitu maksudku. Haha.

 

Akhir2 ini aku suka banget sama mind trick-nya Jamie Cullum. Sebenernya aku emang suka Jamie Cullum, dan emang suka mind-trick. Tapi udah lama dan gak pernah denger lagi. Kmaren2 gara2 gak sengaja denger waktu makan di food court UGM, jadi inget lagi, jadi suka lagi! Hihihi...

Ternyata waktu penutupan POR kemaren Didi nyanyi ini toh! Sebel,, jadi rada nyesel gak nonton. Kecuali bahwa aku teringat lagi teparnya hari itu setelah muter2 jogja seharian. Bener2 dari ujung ke ujung... fiuhh...

 

Ng…

Lalu, tadi rapat kwu di bawah pohon deket parkiran. Entah gimana awalnya, tiba2 temanku sisca ngomongin orang. Dan orangnya ada di belakang kami! Oh waow, Sis! Gile lu. Mana dia bawa2 namaku (dan seorang teman lagi sih). Sial. Denger gak ya tu orang? Wuaaa… nama baikku dipertaruhkaann… (halah). Sebenernya bukan sesuatu yang terlalu buruk juga sih. Tapi aku rada “mak ding ding” aja kalo tar ketemu orangnya. Hahahah.

 

 

Tentang semut dan luar angkasa

Dulu waktu aku sama abangku masih SD, kami suka sekali baca ensiklopedi hewan2. Sangat membantu. Waktu ulangan IPA nilaiku berkurang gara2 aku menulis bahwa cara ulat mempertahankan diri adalah dengan cara berkamuflase, sementara temanku yang mengoreksi tidak tau apa artinya. Lalu, pernah juga aku menulis “mandibula” pada bagian tubuh belalang padahal yang dimaksud adalah “mulut”. Oh waow,, mulut! Itu sih anak TK juga tau….

 

Lalu, aku pernah sok pinter dan mengatakan hal ini pada abangku: “bang, kucing kalo dijatuhin dari ketinggian beberapa meter bisa salto dan enggak mati lho,, makanya dibilang punya Sembilan nyawa…”

Lalu abangku membalas “tapi kalo dijatuhin dari gedung tinggi mesti tetep mencedhel ! mendingan semut! Semut kan ringan, dijatuhin dari gedung tinggi juga gak bakal mati. Bahkan mungkin dijatuhin dari luar angkasa juga gak bakal mati”

Dan aku Cuma bisa ngeles “nanti kan kabur kebawa angin, terus nyasar ke laut ato ke jalan raya terus mati”

Haha. That’s another story, kid…

 

Kalo dipikir2 sekarang, semut kalo dijatuhin dari luar angkasa ya mati lahh. Mengesampingkan bahwa dia bakal mati karena gak dapet oksigen, waktu memasuki bumi dan melewati atmosfer dia bakal kebakar tak bersisa. Haha. Dasar anak kecil…

 

Tapi, patut dipikirkan juga. Sampai ketinggian berapa meter semut bisa jatuh tanpa mengalami kerusakan tubuh?

Aku sering tidak sengaja menjatuhkan semut dari meja makan ato dari bahuku, dan mereka nggak mati tuh. Bahkan kalopun semut jatuh dari pohon juga kayaknya enggak mati. Hebat! (halah). Adakah yang pernah meneliti? Aku lg gak pengen googling nih. Tolong dong. Tar kalo udah tau kasih tau aku yaaa.

 

Semut, hewan yang cukup primitif meski tidak se-primitif kecoa atau capung. Masih dapat bertahan hidup sampai sekarang. Padahal mereka sangat kecil dan mudah terinjak, meskipun jumlahnya emang kelewat banyak sih.

Menurutku semut menarik. Bahwa mereka kecil dan sering diremehkan, bahwa mereka bergotong royong, dan bahwa mereka membagi job menjadi semut pekerja, ratu, dan pejantan (eh, aku nggak yakin apakah istilah “pejantan” benar…), tapi, semut pejantan sengaja “ditakdirkan” sejak awal untuk mengawini ratu, sedangkan semut pekerja juga “ditakdirkan” untuk bekerja seumur hidupnya dan mandul, karena sejak awal nggak dibuahi dengan sempurna. Sampe sekarang aku masih mikir,, kasiaaannn! Dia nggak punya kesempatan meneruskan keturunan dan harus kerja seumur hidup. Tapi pejantan juga kasian sih, habis melaksanakan tugasnya membuahi bebrapa telur terpilih yang akan jadi pejantan, biasanya di akan mati atau bahkan dimakan ratu. Hiaaa.. serem…

Aneh. Mungkin karena mereka memang hewan primitif. Hmm. Hmm.

 

Setelah aku baca lagi tulisanku,,

“aku ki nulis opo too??”

Tapi sudahlah. Aku tadi hanya teringat kenangan masa kecil. Hehe.

Tau gak lagu anak2, yang nyanyi Melissa:

 

Semut-semut kecil, saya mau Tanya, apakah kamu di dalam tanah tidak takut cacing?

Semut-semut kecil, saya mau Tanya, apakah kamu di dalam tanah tidak takut setan?

(lalu aku bertanya ke ibu: “memangnya di dalem tanah ada setan, buk?” haha.)

 

Oee.. oeee.. itu jawabmu..

Oee.. oeee.. itu katamu…

(dan aku bertanya2 apakah semut memang berbunyi oee.. oeee)

 

Hiahahahah. Dasar anak kecill…

 

4 comments:

ria krisna said...

apaaa ikiii..
berasa nonton discovery channel.
luar angkasa nya mananyaaaaaaaaa

hau.
hau.
kmu tdi ga liat orasi tak?

Journal Kinchan said...

graaaaa menghabiskan waktu membacanya dan hanya bertanya-tanya di akhir cerita

apakah etta suka semut?

Anonymous said...

ettak!

-rizka-

Loretta Ollich said...

hakakakak. kalian tertipu.
> ria: kamu mengharapkan aku bakal ber-metafor dengan semut kecil dan luar angkasa luas dan lalalala?

kepikiran sih. tapi metafor bukan gayaku. lebih suka hiperbol, paradoks, ironi, personifikasi....
haha.
dan tidak suka litotes.

sekali lagi,
"aku ki nulis opo toh..."