Tuesday, 16 June 2009

aku orang yang kekanakan tapi arogan. atau kekanakan=arogan?

Jaman-jaman ujian LogPro ini, makin kerasa bahwa aku orang yang kekanakan dan arogan.

Ujian logpro-ku besok, tanggal 17, dan aku merasa sedikit refreshing dengan blog dan beres2 inbox Microsoft Outlook-ku masih bisa ditolerir. Habis ini belajar. Janji!

 

Diawali dengan aku---anak-tukang-ngelamun-ato-ngerjain-soal-matematika-SMA-di-kelas-logpro,, ternyata bisa mengerjakan tugas2 logpro dengan kemampuan logika dan bahasa pemrograman seadanya. Secara aku nggak pernah nyatet kalo di kelas. Merhatiin aja enggak.

Beberapa teman--dan aku sendiri sih--merasa heran,, dan akhirnya ada yang berguru padaku. Dan, sifat kanak2ku,, aku merasa senang bahwa orang lain membutuhkanku. (kasian amat. Biasane disio2 poya?)

Lalu, beberapa teman yang sudah membuat program mereka tapi ada eror2 kecil, ternyata bisa kubereskan. Dan bahkan ada yang bilang "etta problem solver!" wahahah. Yang, pada akhirnya membuatku merasa tinggi hati, merasa jadi orang yang arogan. Sebenarnya teman2 lain yang rajin duduk di depan dan mencatat juga bisa mengerjakan program dengan lancar kok. Bukan Cuma aku sendiri yang bisa,, bukan. Tapi waktu aku mencoba dengan sok rendah hati mengatakan “ini lo…(menunjuk) dia juga bisa kok! Tanya dia aja!! Si teman yang bertanya malah bilang “aa… etta pelit!!”

Huhuuhuuu… serba salah saya. Mungkin caraku yang salah.

Sebenarnya aku akan dengan senang hati mengajari kok. Tapi aku takutnya itu akan mendatangkan banyak pujian atau komentar yang membuatku tambah arogan. Tidak,, cukup,, aku sudah cukup arogan.

 

Seperti misalnya, seperti yang kutulis di post sebelum2nya, aku akan memandang orang yang tidak kusukai dengan tatapan “i-don’t-like-you” tanpa ditutup2i, dan menutup panca indera untuk apapun yang dilakukan orang itu. Nggak liat, nggak denger…

Ini memang jahat. Kekanak2an dan sekaligus juga arogan. Tapi sulit diubah. Huffh..

 

Balik ke logpro2an,,

Tadi pagi aku baru baca sms dari seorang senior ehem2nya gelgel (aku digampar gelgel) yang sebenarnya sudah ada dari kemarin malam. Isinya semacam menawarkan bantuan untuk tugas logpro nomor 13 dan 14 yang dianggap horror oleh teman2 (aku sendiri sempat menganggapnya horror deng). Pagi2, aku mebalas sms itu dengan sedikit mengangkat dagu, isinya kurang lebih begini: “tidak sekarang, aku mau mencoba mengerjakannya sendiri dulu. Kayaknya bisa deh.”

Dengan sms itu, aku merasa jadi anak kecil yang nggak mau dibantu sekaligus bapak2 kolot bin arogan yang tidak mau bergantung pada orang lain. Meski akhirnya aku benar2 bisa ngerjain nomer 13 dan 14 itu sih….

Lalu, si senior menyarankan (menyarankan bukan sih?) secara baik2 untuk mempercantik programku dengan diberi gambar dan lalala,, yang kujawab dengan sangat arogan bahwa elegansi (bahasa Indonesia-nya elegance apa sih?) tidak dilihat dari form yang bergambar2, tapi dari ke-simpel-an logika dan kode program yang digunakan. Aku bahkan mengatainya kemejoss. (oh,, oke, sekarang kalian mungkin tau siapa si senior ehem2nya gelgel yang kumaksud)

Setelah smsku sent, segera aku merasa sebagai anak kecil sok tau yang nggak mau dikasih tau sekaligus lelaki eksmud yang berjalan mengangkat dagu sok elegan. Sangat arogan.

Dan segera aku merasa bersalah.

Haha. Maaf ya mas….

Aku sungguh2! Maaaaaffff….

 

Lalu, seorang teman berinisial R ingin mengopi tugasku, yang akhir2 ini memang cukup tersebar (lagi2, ini bisa2 membuatku tambah arogan). Karena males ngeluarin flesdis, aku menyarankan dia mengopi dari si I, yang ternyata malah memberikan file-ku dan file-nya si-senior-ringan-tangan-senang-membantu.

Besoknya….

“Tak, aku mau nanya logika-mu! Kok bisa gini…”(menunjukkan laptop)

“okeoke.. mana2?”

Dan ternyata…

Yang ditunjukkannya adalah kerjaan si senior! Bukan garapanku!

“wah itu bukan aku yang ngerjain,, itu si mas X…”

“oalah,, bukan kamu to. Pantesan kirain kamu pinter banget dikasih gambar2 segala….”

Graooo. Aku anak kecil langsung ngambek. Aku juga ngerjain nomor ituuuu!!!! Dan logikanya sama aja! Cuma gak dikasih gambar2 aja!!! Kasih gambar juga tinggal klik! (tapi tentu saja tidak kukatakan)

 

Tapi selanjutnya,, ada beberapa teman lain yang berkomentar semacam:

“tak, mau nanya ini…”

“garapanku apa mas x?”

“punyamu… nek punya mas x aku bingung,, mana panjang banget…”

Hahaha. Aku anak kecil langsung seneng lagi. Dipuji. Kayak habis ngambek terus dibeliin eskrim.

Tapi lalu, lagi2,, ini bisa membuatku lebih arogan lagi.

 

Butuh kontrol diri. Gimana caranya supaya aku jadi etta anak 19 tahun yang pandai dan senang menolong teman2nya tapi rendah hati dan tidak mudah tersinggung serta tidak mudah ngambek?? (muluk2 amat sih..)

Gimana?

Gimana?

 

Nb: striketrough yang ada disini terinspirasi dari blog-nya ian. Aku ikut2 gapapa ya yan,, striketrough-mu sendiri selalu memberikan kesan dihati (jahh…)

7 comments:

Anonymous said...

double post, tak!

oh, ehem2nya gel2 to, tak? kukira ehem2mu... hahahha...

iya, iya! aku mengerti yang kamu maksud dengan kekanak2an itu. kadang2 aku juga. hahha.

Bagaimana caranya? Yang penting bukan jawaban, tak. lakukan saja. *sotoy

btw kowe lagi seneng logpro, yo? huuu mentang2 isoh! sombong! hahahhaha (^.^)v

-rizka-

Real State said...

GAMPARRRR!!!

heh. seenake gawe gosip. wong sim2 aja ngiranya ehem2 mu kok lo yaaaaa...

klo mau merasa arogan gapapa kok. Nyatanya emang pinterr
tapi klo berefek pada orang lain ya menjadi urusanmu.
hehe. bagaimana orang lain mempunyai tanggapan.

Anonymous said...

what..what..what..? Ehem-ehem opone? asem og.. Ettak..tak sekedar arogan tapi juga ember.. kemayu meneh..tapi makasi udah menyebutku senior baik hati ringan tangan suka menolong..
Orang baik hati emang banyak digosipkan.. Hahaha...
-MF-

Anonymous said...

SOOOOOOKKKKKKKKKK bgt deh si b**** kae

adalah contoh rerasan seseorang kepada orang yg kelewat arogan

(opo lho yo?!) wkwkwkwkwkwkwkwk...

Loretta Ollich said...

>rizka: iya sim! dobel post! nyebelin. paahal yang pertama jelas2 eror. pih.
ehem2nya gelgel kok sim,, bukan aku laaahhh
iya ya sim,, lakukan saja. hem.hem.
lalu,, aku memang lagi kedanan logpro. menggila.
>real state: kok kmu pk real state?
iya. kemaren aku asal gawe gosip. tapi pada tau kok nek aku mung waton omong. (pada?) ahaha.

bagaimana tanggapan orang lain?
itulah yang ingin kuketahui. bagaimana?
> mf: orang baik hati banyak digosipkan? watever lahh. tapi aku nggak kemayu.
lalu,,
ember?????
jadi bener toh mas??
beneran??
tiwas kemaren aku bilang ke temen2 "gak,, aku cuma waton omong og..."
wah, harus diralat!
>ian: apakah itu suatu bentuk penghiburan, yan?
at least nggak ada yg mengataiku macem itu. gak tau sih nek di belakangku. mudah2an enggak.

aLina :) said...

ahh,,etta. .
aku adalah salah satu orang yang mengakui kalo hasil berguruku padamu sangat berguna. .
ahahahaha,
bener jugga sih,,
kalo qta udah ngrasa dibutuhin ma org laen jd kayak gt.

apalagi kalo stiap aku tny m mz senior,,
"udahh,minta ajarin etta aja.Logikanya oke.."
huhuwoow,,
bs jd langsung arogan mode ON.
hagz

copey lagi said...

Butuh kontrol diri. Gimana caranya supaya aku jadi etta anak 19 tahun yang pandai dan senang menolong teman2nya tapi rendah hati dan tidak mudah tersinggung serta tidak mudah ngambek??

bedanya orang profesional, kalo menghadapi beginian, mungkin mereka akan berpikir futuristik. bukannya terjebak oleh kebanggaan kecil begini(like i did *too)
jadi, menurutku sih, ya.. kamu olah potensimu untuk ide2 yang lebih besar dari sekadar kebanggan remeh temeh kecil.
aku juga nggak ngerti implikasinya gimana, tapi dosen2 ku biasanya ide2nya jauh dan muluk. dan mereka itulah orang2 profesional.
*mungkin dewasa=profesional, kalo menurutmu kekanakan=arogan